Kembalinya Sang Legendaris

Kembalinya Sang Legendaris
meningggalkan desa


__ADS_3

seperti biasa ari pergi tuk merawat hewan yang ia ternak setelah itu ia pergi ke desa membeli kebutuhan sehari-hari, di desa tersebut ia membantu warga jika memerlukan bantuan dari nya


seminggu berlalu setelah ditemukan orang tersebut mulai pulih dari cedera yang ia alami, orang tersebut memutuskan untuk ikut tinggal bersama ari dan andi beternak dan membantu warga desa di wilayah tersebut.


di pagi hari yang cerah ari menuju pasar seperti biasa tuk membeli keperluan di rumah, ia melihat ada beberapa orang berandalan yang membuat onar di pasar dibiarkan saja mereka agar ia bisa merahasiakan jati dirinya selama ini.


"serahkan uang kalian kalau tak ingin diacak-acak jualan nya"


kata salah satu berandalan tersebut


sambil menghajar salah satu orang di pasar tersebut. "berhenti orang jahat " kata seorang anak kecil


"diam kamu anak kecil seperti mu tau apa " kata berandalan tersebut,


kemudian anak kecil tadi diangkat lalu dilempar, beruntung ari bertindak cepat sehingga anak kecil tersebut tidak jatuh ke tanah.


"kamu tidak apa nak " tanya ari


" Terima kasih paman ari " jawabnya


"tolong bapakku paman orang jahat itu memukuli bapak" lanjut anak kecil itu sambil menangis.


sesaat ari memandang nya dan ia berfikir bagaimana kalau itu terjadi pada andi anaknya. "baiklah aku akan coba bantu jangan menangis lagi" kata ari,


ia pun mendekati para berandalan tersebut dan berkata


" maaf tuan ada apa ini " ari berkata dengan sopan


" bukan urusan mu orang tua " jawab berandalan tersebut


"kalau kamu ingin berumur panjang sebaiknya jangan ikut campur" jawab yang lainnya


"lebih baik kita bicarakan ini dengan baik baik " kata ari mencoba agar mereka berhenti menggunakan kekerasan


" dasar orang tua tak tau diri " Jawab berandalan tersebut sambil melayang kan pukulan.


ari pun jatuh tersungkur akibat pukulan tersebut,tak berhenti disitu dia pun mendapatkan tendangan para berandalan tersebut


setelah puas menghajar para berandalan tersebut meninggalkan ari namun sebelum jauh meninggalkan salah seorang berandalan tersebut jatuh akibat serangan dari ari menggunakan kayu kecil yang ia ambil di sekitar nya

__ADS_1


" tua bangka sialan akan ku habisi kau" kata berandalan yang lainnya


empat orang tersisa mulai menyerang ari namun semuanya dihajar dengan mudah oleh ari, salah satu berandalan coba menyerang dari belakang menarik baju ari hingga robek , betapa terkejut mereka ketika melihat dipunggung ari terdapat tato lima naga berbeda warna dan tato naga ditengah yang lebih besar dibandingkan empat tato naga di sebelahnya, belum sadar dari keterkejutan mereka semua dihajar habis habisan oleh ari sehingga mereka takut dan melarikan diri dari tempat tersebut.


sementara beralih ke tempat lain dimana andi merawat ternaknya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya dan dibantu arman, arman adalah nama dari orang yang telah mereka tolong kemarin.


dari kejauhan terlihat beberapa orang yang sedang mengamati mereka tanpa mereka sadari sama sekali, salah satu orang tersebut menghubungi bos mereka.


"bos si arman ternyata masih hidup" salah satu orang tersebut berkata


"terus pantau jangan sampai lengah dan terus kabari aku " jawab bos mereka


sedangkan keadaan di pasar sudah mulai agak tenang ari pun pamit pulang, mereka pun merasa tertolong dan sangat berterima kasih pada ari.


"sial semoga gara gara kejadian tadi masa lalu ku tidak terungkap semua orang"


sambil jalan agak berlari dia pulang. saat berpapasan dengan andi dan arman mereka kaget dengan keadaan ari dengan pakaiannya yang telah robek besar sehingga punggung nya terbuka dan terlihat lima tato naga itu


" ayah apa yang terjadi kenapa wajah ayah memar dan baju ayah robek" tanya andi


" tak apa kak jangan takut baju ayah cuma tersangkut tadi waktu jatuh dan wajah ayah kena tembok warung warga " jawab ari


tak kalah terkejutnya beberapa orang yang telah mengamati dengan apa yang telah mereka lihat. salah satu dari mereka pun menghubungi bos mereka.


"coba ceritakan padaku berita penting apa " kata bos tersebut


"kami telah menemukan sangat legenda dragon "


" jangan bercanda mana mungkin dragon bisa di temukan semudah itu " kata bos mereka


"saya kirimkan fotonya pada bos sebagai buktinya"


setelah menerima foto tersebut bos pun yakin kalau mereka memang tak salah mengenali orang


" kebetulan sekali aku menemukan dragon akan aku selesaikan urusan yang lama tertunda " pikirnya


"terus pantau sebentar lagi aku akan pergi ke sana, kalau bisa tahan jangan sampai dia menghilang lagi " perintah bos tersebut


" baik bos akan kami laksanakan perintah bos dengan baik" jawab orang tersebut

__ADS_1


sedangkan ari sudah mengganti baju dan menghampiri andi juga arman yang sedang merawat ternak, kemudian ari memanggil arman dan ingin bicara berdua


" arman aku rasa identitas ku sudah mulai terbongkar sebaiknya kita pindah" kata ari


" bagaimana bisa dan kapan kita pindah " kata arman


" secepatnya kita pindah aku yakin preman yang di pasar sudah tau identitas ku"


ari pun memandang sekitar dan ternyata dugaan nya benar karena melihat beberapa orang telah mengawasi rumah mereka


" tak ku sangka secepat ini mereka mengutus orang " kata ari


" tolong bawa barang yang perlu saja biar aku bicara sama andi " lanjut ari


"baiklah aku akan bawa seperlunya saja " jawab arman


tak berapa lama mereka sudah siap tuk pergi dari tempat tersebut


setelah bicara dengan anaknya ari dan andi masuk ke rumah dan akhirnya mereka bertiga pergi dari tempat tersebut lewat pintu belakang tanpa disadari oleh para pengintai tersebut.


mereka lewat jalan setapak dan tak mengambil jalan besar agar sulit ditemukan,


"berapa usia anakmu ari" tanya arman karena dia curiga dengan hubungan ari dan andi yang arman tau ari tak punya keluarga dan tak pernah melihat dekat atau berhubungan dengan wanita manapun karena profesi nya dahulu.


"17 tahun kenapa memangnya "


" sudah kuduga, siapa sebenarnya anak itu "


" dia anak dari temanku yang aku besarkan dan aku didik sebagai anak ku sendiri"


"aku janji akan merawatnya dan membesarkan seperti layaknya orang biasa" kata ari pada arman.


"apakah dia mengetahui siapa dia yang sebenarnya " kata arman


"aku belum memberi tahu yang sebenarnya padanya "


"aku takut dia akan mengulangi kesalahan apa yang aku lakukan dulu" lanjut ari


"sebaiknya kamu beritahukan yang sebenarnya agar dia tidak semakin bersedih nantinya" kata arman

__ADS_1


" aku masih menunggu waktu yang tepat agar dia bisa menerima kenyataan yang sebenarnya terjadi pada orang tua anak itu" jawab ari


tanpa sadar mereka telah menempuh perjalanan yang sangat jauh.


__ADS_2