Kembalinya Sang Legendaris

Kembalinya Sang Legendaris
MENUJU UTARA


__ADS_3

"Dimana sebenarnya arman berada" batinnya setelah tiba di rumah sakit arman dirawat.


Ia berjalan cepat mencoba meneliti nama dan nomor ruangan dimana arman dirawat karena rudi hanya memberitahu nama rumah sakitnya saja, ia melihat nama-nama ruangan melalui koridor rumah sakit tersebut satu persatu hingga ia ketemu salah satu pegawai rumah sakit tersebut.


"Dok saya mau tanya dimana tempat dengan nama pasien arman dirawat" tanya dragon.


"Kalau arman ada di ruang melati" jawab petugas tersebut


"Mas lurus saja terus belok kanan kamar no 3 " lanjutnya.


"Terima kasih dokter" ucap dragon,


kemudian dia menuju tempat yang diberi tahu oleh dokter itu.


Akhirnya ia sudah sampai di ruangan dimana arman dirawat di sana ada dua orang yang dirawat bersama arman, ia kaget begitu melihat keadaan luka yang diderita oleh arman.


"ada apa sebenarnya denganmu dan siapa yang melakukan hal seperti ini" tanya dragon pada arman,


"aku diserang beberapa orang dari anak buah ronal saat mencari informasi dari mereka" jawab arman.


"Berarti kau telah ketemu anakmu, dimana dia sekarang kenapa tidak ikut bersama dengan mu" tanya arman balik


"dia dalam keadaan kritis dan dirawat oleh klinik desa jauh dari sini " dragon menjawabnya dengan muka sedih, "bagaimana bisa sebelumnya aku memberinya pesan agar bertemu denganmu dan menceritakan informasi penting yang aku dapatkan" ucap arman dengan perasaan kaget.


"informasi apa yang membuatmu memerintahkan andi mencari ku" tanya dragon dengan sedikit agak marah


"apa tak bisa kau sendiri yang menyampaikannya padaku" lanjutnya

__ADS_1


"maafkan aku karena aku mendapatkan luka ini sewaktu mau kabur dari mereka maka aku menghubungi andi untuk memberikan informasi tersebut" jawab arman dengan rasa bersalah.


"Sebaiknya informasi itu sangatlah penting agar pengorbanan andi tidak sia-sia" jawab dragon


"ini memang sangatlah penting sehingga hanya andi yang aku percaya dan beritahu tentang masalah ini" jawab arman.


"Lagipula masalah ini berhubungan erat dengan kita berdua " lanjutnya


"Apa maksudmu berhubungan erat dengan kita berdua memang masalahnya seperti apa "tanya dragon


Tanpa panjang lebar akhirnya arman menceritakan semua hasil dari penyelidikan selama ini pada dragon, dan seperti dugaan arman dragon begitu terkejut mendengar keterangan yang diberikan oleh arman pada dragon.


" jadi anak yang berada di rumah cacing lumut itu anakku " batinnya


"dan nama anak itu arga, sebaiknya aku kembali ke rumah cacing lumut saja biar semuanya jelas" ucapnya dengan suara lirih.


"Baiklah mungkin aku baru akan kesana beberapa minggu ke depan karena menunggu luka ini sembuh dulu" jawab arman.


"Kalau begitu aku tinggal dulu dan jangan lupa hati-hati karena para mafia ini nekat siapa saja bakal dihabisi jika termasuk target mereka " ucap dragon lagi memperingatkan arman agar lebih waspada lagi kedepannya.


Dragon pun meninggalkan arman di rumah sakit tersebut dan menuju tempat anaknya serta membawa anak itu ke utara supaya aman dan ada yang menjaga selama ia pergi membasmi para mafia tersebut.


Dragon memacu kendaraannya dengan cepat agar segera sampai dan tidak terlalu lama menunda lagi kepergian mereka seperti rencana sebelumnya.


Setibanya dragon di tempat andi dirawat ia segera memberitahu kalau ia akan membawa anaknya berobat diluar agar kepala desa tidak terlalu curiga padanya dan anaknya yang diselamatkan oleh warga setempat.


Kepala desa setuju dengan apa yang diutarakan oleh dragon karena ditempat mereka hanya ada satu fasilitas kesehatan dan itupun tidak lengkap, mungkin dengan begini andi mendapat pengobatan yang lebih baik lagi pikir kepala desa tersebut.

__ADS_1


Segera dragon memindahkan anaknya dengan menyewa mobil untuk mengangkut dan mengantar andi menuju utara dimana saudaranya tinggal dan akan diminta merawat andi sementara sampai tugasnya selesai.


Ia bukan hanya menitipkan andi saja namun juga ada keperluan lain yang akan ditanyakan pada saudaranya itu tentang siapa arga dan juga apa yang menimpa Sinta ketika berpisah selama ini.


Saat ini dragon sedang diikuti oleh beberapa orang dengan bermotor untuk berusaha membunuhnya dan juga anaknya yang sedang sakit, mereka sudah mengikuti andi semenjak setelah kejadian ditemukannya di sekitar sungai beberapa hari lalu oleh penduduk sekitar dan kepala desa setempat.


Para anggota mafia itu berusaha menghabisi andi agar jiwa dragon menjadi syok dan terpuruk karena jika melawan dengan fisik dan ketrampilan sudah jelas kalah jauh dengan dragon, maka mereka lebih memilih menyerang jiwanya.


Dragon memang sudah menduga kalau dia dan anaknya di dikuti semenjak tadi akan tetapi ia masih tenang dengan keadaannya saat ini, jika saja anaknya tidak sakit kemungkinan ia akan menghabisi mereka saat ini juga tanpa menunggu lama lagi.


Ia melakukan mobilnya dengan cepat untuk menghindari kejaran para mafia itu namun masih saja mereka tetap mengejarnya semakin cepat mobilnya maka para pengejar itu semakin cepat pula mengikutinya.


Kini jarak mereka tinggal sejengkal saja dan dragon coba membelok-belokkan mobilnya untuk menjatuhkan salah satu pengejar meskipun memang tidak mudah baginya.


Dengan tiba-tiba dragon menginjak rem mobilnya dan seketika itu juga mobilnya berhenti mendadak sehingga dia motor yang mengejarnya menabrak mobil itu dan jatuh, "sial mereka masih tetap ngotot mengejar " pikirnya.


"Aku harus mencari rencana baru untuk menyingkirkan mereka sekarang" ucapnya dengan lirih, "tapi jika aku sembrono bisa jadi anakku dalam bahaya "


pikirannya sedang bingung untuk merencanakan agar lepas dari pengejaran para mafia itu, ia bimbang antara menyerang dan bertahan dengan situasi sekarang ini semuanya itu agar anaknya selamat serta supaya tempat dimana ia sembunyi nanti tidak sampai para mafia itu mengetahuinya.


Drago mensejajarkan mobilnya dengan motor yang mengejarnya dan dengan tiba-tiba langsung menabrakkan samping mobil pada motor itu namun sayang saat mau tertabrak pengendara motor loncat dulu bergantungan pada mobil.


Untuk menjatuhkan orang itu dragon membelok-belokkan mobilnya secara zigzag agar pengejar tersebut jatuh, salah satu orang disebelah mobil bagian yang lain tidak mau kalah niat segera mengambil sebuah senjata api guna menyerang dan membantu temannya.


Saat inilah yang ditunggu oleh dragon sejak tadi, ia segera menabraknya dan menusukkan pisau khas miliknya untuk malas serangan dan benar saja ternyata taktik itu sangat ampuh dan jitu.


kini hanya tinggal pria yang bergelantungan di mobil saja selain dia semuanya sudah mati.

__ADS_1


dragon berusaha menjatuhkan musuhnya dengan cara menabrakkan mobilnya ke tombok atau pagar pembatas pada jalan raya yang dalam keadaan sepi tersebut dan akhirnya usaha itupun berhasil kini ia dan anaknya bebas dari kejaran mereka.


__ADS_2