
Kini dragon merasa tenang setelah keluar dari jalan besar dan menuju perkampungan kecil di daerah utara ia mulai tak sabar untuk bertemu dengan Sinta dan arga yang baru diketahui kalau mereka adalah keluarganya meskipun ia mendengarnya dari orang lain.
Sementara dilain tempat beberapa tahun sebelumnya terlihat kalau ada sebuah kelompok sedang bersiap untuk berperang dengan anggota kelompok yang lain, mereka bersiap dengan senjata andalan masing-masing guna untuk menyerang dan melenyapkan musuh yang akan dihadapi nanti.
"Bos apa yang akan kita rencanakan sekarang" tanya salah satu anggota anggota
"kirim sepertiga anggota maju dulu kemudian sepertiga lagi dari belakang mereka" ucap pimpinan kelompok
"dan sepertiga terakhir tunggu aba-aba dariku untuk menyerang" lanjutnya.
Kelihatannya sebentar lagi bakal ada pertempuran antara dua kelompok, mereka sudah membekali diri masing-masing dengan sebuah senjata yang siap meminta tumbal lawannya nanti.
Sebelum mereka mulai para pimpinan dari dua kelompok bertemu hanya berdua untuk saling berbicara sebelum mereka saling menghabisi dalam pertempuran diantara dua kelompok itu.
Nampaknya kedua pimpinan sudah selesai berbicara dan memberi kode pada anak buah masing-masing untuk bersiap melakukan serangan pada musuhnya sebentar lagi.
Kini dua kelompok sudah berhadapan untuk saling menyerang satu sama lain dan menunggu perintah dari ketua masing-masing, beberapa saat kemudian kedua ketua itu meneriakkan kata sebagai tanda mulainya pertarungan, "serang............. " teriak kedua kelompok itu dengan keras dan penuh semangat.
Mereka berteriak sambil berlari menuju lawan yang sejak tadi juga bersiap untuk bertarung, dua kubu berusaha menjatuhkan lawan masing-masing dengan semua kemampuan dan senjata yang mereka miliki.
Ada yang membawa pedang, pisau, pipa besi, hingga kayu balok mereka gunakan untuk bertarung, sekitar hampir dua ratus orang yang terlibat dalam pertarungan tersebut termasuk dengan pimpinannya.
Ada sebuah bayangan terlihat diatas sebuah bangunan setinggi sepuluh meter dari tempat dua kelompok yang sedang saling menghabisi satu sama lainnya, bayangan tersebut hanya memperhatikan saja pertikaian yang terjadi dibawah dengan santainya duduk di tepi antara atap dan dinding bangunan.
__ADS_1
Dikarenakan sibuk sedang bertarung dengan lawannya dua kelompok dibawah itu tak menyadari sama sekali adanya seseorang yang sedang memperhatikan pertarungan mereka dari atas dengan santai.
Hampir setengah jam pertarungan terjadi dan jumlah kedua pihak juga banyak yang berkurang serta dilanda kelelahan, bayangan yang tadinya santai kini mulai turun lewat balkon jendela pada bangunan tersebut dengan lincah dan ringan.
Setibanya dibawah ia tanpa banyak bicara langsung menghabisi mereka satu persatu siapapun yang berada dekat dengannya, mengetahui rekan mereka dibunuh satu persatu oleh manusia misterius itu membuat pertarungan berhenti dan langsung menyerang orang misterius tersebut.
Hampir lima puluh orang berlari menyerang orang misterius tersebut namun satu persatu mereka dibuat roboh tak bisa melakukan apa-apa sebelum serangannya mengenai orang misterius itu.
Sisa dari orang kedua kelompok pun akhirnya hanya tinggal dua orang saja, dengan melihat langsung kebengisan dan keahlian orang misterius tersebut membuat dua orang sisanya merinding ketakutan dan sulit untuk bergerak.
"Aku beri kalian berdua kesempatan untuk pergi dan beritahu pimpinan kalian bahwa keluarga elang belum habis" ucap pria tersebut dengan menatap tajam keduanya.
Mendengar ucapan orang misterius tersebut keduanya yang sejak tadi ketakutan langsung lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu dan segera memberitahu pimpinan mereka.
Dragon berhasil menyingkirkan beberapa orang yang tadi mengejar dan berusaha membunuh dia beserta anaknya yang sedang sakit parah kini melakukan kendaraannya secepatnya agar segera sampai ditempat saudara satunya tersebut.
"Aku harus secepatnya tiba di rumah cacing lumut agar anakku selamat " gumamnya, dari belakang muncul lagi tiga orang menyusul dari belakang kendaraannya membuat dragon semakin meningkatkan kewaspadaan takut kalau mereka teman atau rekan anggota mafia yang mengejarnya.
Sementara di rumah sakit Arman yang sedang dikamar mendengar ada beberapa langkah yang mendekat, merasa dalam bahaya Arman berusaha bangun dengan menahan rasa sakit di tubuhnya yang belum sembuh benar akibat luka yang di derita beberapa waktu lalu.
"Sial kenapa harus sekarang disaat dalam keadaan begini. " gumam Arman
"Aku harus bisa bertahan dan sebaiknya aku pergi dari rumah sakit ini karena sudah tidak aman lagi buatku" lanjutnya.
__ADS_1
Arman berusaha sekuat tenaga pergi dari rumah sakit tersebut dan coba menghubungi anak buahnya untuk mencari tempat persembunyian sementara baginya agar bisa bersembunyi dengan aman.
Arman mengambil telepon genggamnya dan menekan tombol angka di telepon itu guna menghubungkan dengan salah satu anak buah kepercayaannya "Bram tolong cari tempat yang aman dan jangan sampai ada orang yang tau kecuali kita berdua " kata Arman pada anak buahnya yang bernama Bram tersebut.
"Tapi bagaimana dengan yang lain jika mencari mu bos" jawab laki-laki yang dipanggil Bram tersebut
"Biar aku yang beritahu dengan kode agar tak ada yang tau informasi selain teman kita" jawab Arman.
"Baiklah bos akan aku carikan tempat yang aman bagimu " ucap Bram pada Arman.
Setelahnya Bram pergi untuk mencari tempat yang cocok untuk bersembunyi,kini Bram menghubungi salah satu kenalan lewat telepon seluler untuk mendapatkan tempat.
Arman mempercepat jalannya sambil menahan luka serta melihat kanan kiri dengan waspada jika salah satu orang yang mengejarnya menemukan dia dalam keadaan seperti sekarang.
"Dimana dia bersembunyi tak mungkin bisa lari jauh dengan luka di tubuhnya " tanya salah satu orang yang mencari Arman
"Sebaiknya kita berpencar dan telusuri jalan sekitar sini" jawab yang lain.
Mereka pun setuju dan mulai berpencar dan menyisir jalan sekitar untuk mencari Arman dan menangkapnya hidup atau mati sesuai dengan perintah ketua mereka.
Arman mencari tempat sementara agar tidak ditemukan olah para mafia yang mengejarnya tak terbayang bagaimana nasibnya jika tertangkap oleh para mafia tersebut.
Ia mencoba mengetuk beberapa pintu rumah dan berdoa supaya salah satu rumah di sekitarnya membuka pintu untuknya dan menghindari para mafia yang saat ini sedang mengejarnya dan berusaha untuk menangkapnya.
__ADS_1
Arman mencoba sebisanya agar tidak ditemukan dan meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari musuh ia berjalan degan hati-hati agar tetap aman, ia sesekali menoleh ke belakang untuk melihat apakah musuh sudah mengetahui tempatnya berada saat ini.
Saat menoleh ke belakang Arman tak melihat siapapun mengejarnya saat itu ia merasakan lega namun saat kembali menoleh ke depan mulutnya dibungkam seseorang dan menariknya kedalam rumah secara tiba-tiba dan membuatnya terkejut.