
" Sial aku harus mengamati daerah sekitar sini dulu dan memastikan bahwa daerah sini aman " batin ari sambil memeriksa keadaan sekitar rumahnya sementara arman melawan musuh yang tadi sedang mengepung andi.
" apakah ini akhirnya dari perjalanan hidupku " batin arman yang sudah mulai kewalahan menghadapi musuh.
dan kini arman telah menerima tendangan dan serangan beruntun dari musuh sehingga ia jatuh beberapa langkah.Dan ia sudah mulai dihajar oleh mereka, tapi tiba-tiba salah seorang dari mereka jatuh beberapa langkah setelah tanpa di sadari ada seseorang yang melayang kan pukulan pada orang tersebut. Belum juga hilang rasa terkejut dari mereka kemudian sosok misterius tersebut menghajar satu persatu mereka dan jatuh.
"Maaf aku terlambat arman " kata ari sambil membantu nya tuk berdiri," tak apa apa yang terpenting kamu ada disini sekarang " jawab arman
"ayah apa kau kenal mereka " tanya andi
"tidak aku tak tahu mereka sama sekali" ucap ari
"Apa kamu tak apa apa anakku" lanjut ari
"aku baik baik saja ayah tapi paman arman yang mereka hajar, sebaiknya ayah hati hati" ucap andi.
"sebaiknya kamu dan arman pergi dari sini biar ayah yat menghadapi mereka".
" Tapi ayah mereka ada enam orang apa bisa ayah menghadapi mereka semua "ucap andi
" Yang penting sekarang adalah keselamatan mu dan arman, pergilah nanti ayah menyusul " kata ari
"Baiklah jalu begitu tapi ayah harus janji menyusul ke rumah" lanjut andi
"jangan khawatir ayah akan secepatnya menyusul kalian. " kata ari
"baiklah kalau begitu, ayo paman kita pergi" kata andi
"ayo andi jangan sampai kita mengganggu ayahmu " lanjut arman.
Mereka berdua pun meninggalkan ari bersama keenam orang lainnya yang akan dihadapi oleh ari.
__ADS_1
setelah kepergian andi dan arman ari bersiap menghadapi keenam tersebut, kelima orang yang sempat tadi jatuh kini berdiri sambil memegang bagian tubuh mereka yang terasa nyeri akibat dihajar oleh ari.
"Bersiaplah kau tuk mati karena sok kuat menghadapi kami sendirian " kata salah satu orang tersebut.
" kita lihat siapa yang akan mati disini" jawab ari.
"Aku takkan mengampuni kalian dan membiarkan kalian keluar hidup hidup dari sini karena telah melukai keluarga ku. " lanjut ari.
Ari menatap mereka dengan tajam dan hawa membunuh kepada keenam orang tersebut. Mereka merasa hawa yang menakutkan keluar dari tubuh ari yang mulai marah.
kini ke-lima orang tersebut mulai bersiap untuk menyerang dan maju tanpa ada perintah.
Ari yang melihat itu pun kini sudah mulai bersiap mengambil nyawa mereka, "maju sini kalian akan menemui malaikat pencabut nyawa saat ini juga. " kata ari lantang dan di penuhi amarah.
kelima orang tersebut menyerang ari dari depan, bersiap melayang kan pukulan namun ari membungkuk sedikit menghindari pukulan orang pertama berikutnya orang kedua mencoba dengan tendangan namun lagi lagi ari menghindari dengan berputar badan ke arah kiri, orang ketiga berusaha menyerang dengan tendangan juga kini ari menjatuhkan dirinya dan melewati dari bawah orang tersebut dua orang berikutnya menyerang bersama sama kamu kali ini ari melancarkan serangan dengan kedua tangan yang membentuk sebuah cakar di masing-masing tangan kanan dan kirinya.
tanpa bisa menghindari mereka berdua kena pukulan ari dengan telak di leher. Masing-masing dan seketika darah segar keluar dari leher karena kulit yang robek.
Mereka pun langsung roboh tak bergerak karena nyawa mereka sudah menghadap malaikat maut.
belum juga hilang rasa terkejut mereka ari langsung menyerang lagi salah satu rekan mereka dengan gerakan yang sama namun sasarannya adalah jantung tak berapa lama kembali satu orang roboh tak bergerak lagi.
Mereka kini mulai ketakutan karena hanya selang sekitar lima belas detik tiga rekan mereka roboh kehilangan nyawa.
"siapa kau sebenarnya, jangan jangan kau adalah.... " belum selesai kata kata orang tersebut dari belakang ari muncul dan memutar kepala salah seorang dan terdengar "krek" tulang leher yang patah dengan jelas.
kini tinggal dua lagi yang tersisa.
Orang yang dari tadi berada di paling belakang kini merasakan kalau yang dipikirkan nya dari tadi sangat tepat tak salah lagi dialah sang legenda yang selama ini mereka cari dan kini ia mulai merasakan sangat ngeri melihat bagaimana sang legenda dengan mudah membunuh rekan nya hanya beberapa saat saja.
Kini orang tersebut mulai merasakan ketakutan luar biasa, tak mungkin ia bisa menghadapi sang legenda, jangankan dia mungkin kalau seluruh anggota bos mereka dikumpulkan seratus orang pun seperti nya takkan bisa menang.
__ADS_1
Belum juga ia selesai berpikir tiba-tiba terdengar suara tulang yang patah berulang kali, dia melihat rekan yang tersisa hanya satu orang tersebut berteriak sangat keras karena kedua kakinya patah dan sudah lumpuh tak bisa berdiri lagi.
"Sial aku tak bisa lari kalau menghadapi dia, apa yang harus aku lakukan sekarang" batinnya dalam hati karena sedang ketakutan.
Ia pun berlari secepatnya menjauh dari tempat tersebut namun belum jauh dia berlari ari sudah berada di depan siap membunuh nya.
dia lalu mematahkan salah satu kaki orang itu sebagai peringatan."Aku akan biarkan kamu hidup dan sampaikan pada bosmu jangan sekali kali kembali mengusik keluarga ku" kata ari
"Kalau sampai terlihat lagi akan aku habisi kalian semua sampai ke akar akarnya, ingat itu baik baik " lanjutnya.
" bawa teman mu yang satu dan sampaikan ucapanku barusan pada bos mu " kata ari dengan tegas.
"baa.... baiklah akan aku sampaikan pada bosku semuanya yang tuan katakan. " jawab nya dengan ketakutan dan menahan sakit karena kakinya yang patah.
Setelah kepergian kedua orang tersebut ari segera menguburkan mereka yang sudah ia habisi nyawa nya agar tak ada yang mencari mereka lagi.
Selesai mengubur jasad para musuhnya, ari menyusul arman dan andi yang sudah menunggu di rumah sementara mereka namun sebelum itu ia membersihkan diri dari bekas darah disebabkan pertarungan beberapa saat lalu.
Setibanya di rumah terlihat arman dan andi menunggu dengan cemas ingin mendengar berita selanjutnya dari ari.
"arman, andi sudah saatnya kita pergi dari sini karena tempat ini sudah tak amn lagi buat kita tinggali " kata ari.
"Andi cepat kemasi barang yang perlu dibawa kita pergi secepatnya agar mereka tak kembali menemukan kita disini " lanjut ari.
"baiklah ayah akan secepatnya aku kemasi barang kita semua " jawab andi
Andi pun pergi meninggalkan mereka berdua,
" kamu tak apa apa arman" tanya ari
" aku tak apa apa " jawab arman
__ADS_1
" kamu tau siapa mereka " lanjut arman
"aku tak tau mereka siapa cuma aku curiga pada satu orang" kata ari menjelaskan