
Setelah arman dan dinda tiba di rumah ia mengutarakan apa yang dia rasa pada dragon,
"ari aku merasa tak enak bisakah kita kembali dulu tuk melihat Sinta" kata arman
"Ada apa arman tak biasanya kamu seperti ini " jawab dragon.
"entahlah perasaanku tak enak aku takut terjadi apa apa pada sinta"
"Kamu duluan saja nanti aku menyusul. "Jawab dragon.
Selesai pamitan pada dinda dan dragon akhirnya arman kembali ke kota tuk melihat Sinta adiknya, dalam perjalanan dia merasa sangat khawatir dengan keadaan dari adiknya tersebut.
Karena tidak tenang akhirnya arman memutuskan untuk mencari jalan alternatif supaya bisa menghemat waktu sampai di kota, beberapa saat dia meninggalkan dinda dan dragon ia mendapat telepon dari anak buahnya di kota.
" bos Sinta telah dibawa oleh alex kemarin " kata salah satu anak buah arman.
"bagaimana bisa sedangkan aku dan alex tak pernah bermusuhan selama ini" jawab arman.
"Kami dapat informasi kalau ada kaitannya dengan wanita yang bos dan dragon bawa " kata anak buah tersebut.
"sial ternyata dia tau kami bawa kabur dinda dan sembunyikan nya " jawab arman.
"sekarang ditawan dimana adikku" lanjut arman.
"Dia dibawa ke selatan kota,bos" jawab anak buah arman.
"Baiklah kalau begitu aku akan kesana kirimkan alamatnya padaku" kata arman.
"Baik bos aku kirim alamatnya sekarang" jawab anak buah arman.
Ia pun mendapatkan pesan yang berisi alamat dari anak buahnya, tanpa buang waktu, arman memutuskan untuk langsung menuju alamat tersebut.
Ketika sudah dekat arman berpikir tak mungkin jika harus menerobos masuk lewat pintu depan, itu sama saja dengan menyetorkan nyawa pada alex.
Lebih baik aku cari jalan dari belakang saja pikir arman, dan ia mulai memutuskan cari jalan lain tanpa disengaja ternyata ia melihat Sinta sedang turun lewat dinding belakang dengan menggunakan kain yang diikat memanjang sebagai pegangan.
Saat Sinta sudah dibawah diam diam arman mendekati dan langsung membungkam mulutnya agar tidak berteriak.
Sinta mencoba berontak namun di bisik oleh arman.
__ADS_1
"jangan teriak nanti mereka mendatangi kita" kat arman.
" apa yang kamu lakukan disini " jawab Sinta dengan terkejut.
"nanti aku ceritakan di mobil, ayo kita kesana " ajak arman pada Sinta.
Mereka menuju mobil yang diparkir tak jauh dari tempatnya bersama Sinta, arman menyalakan mobilnya dan menjauh dari tempat itu.
Sementara ditempat dragon dan dinda, saat dragon sedang asyik bermain dengan anak dinda tiba-tiba terdengar suara mobil dari kejauhan.
dragon pun mulai waspada dan menyuruh dinda dan anaknya tuk bersembunyi,
"bawa anakmu dan bersembunyi di belakang rumah ini, ingatlah jangan keluar sebelum aku atau arman menjemput mu" kata dragon.
"Dragon keluarlah aku tahu kau ada didalam" teriak alex dengan keras.
"Serahkan wanita itu beserta dengan bayinya, maka kau akan kulepaskan" lanjutnya.
Dragon berjalan keluar dengan santai dan mulai mengawasi alex dan anak buahnya,
"apa kau yakin bisa membunuhku hanya dengan anak buah segitu alex" kata dragon dengan penuh keyakinan.
"Aku tau kau yang membunuh saudaraku dan aku sangat ingin membunuhmu " kata alex
"Aku akan melepaskan mu jika kau serahkan wanita dan anaknya yang kau sembunyikan itu" lanjutnya.
"Cobalah kalau memang kau bisa" jadi dragon.
Pertarungan pun dimulai, dragon melesat dengan cepat menghampiri salah satu anak buah alex dan seketika roboh tak bergerak karena luka robek dilehernya.
Semua orang yang berada di tempat itu terkejut, bagaimana mungkin mereka tak menyadari dan tiba-tiba salah seorang teman mereka mati hanya dalam beberapa detik saja.
Anak buah alex merasa ngeri melihatnya tak terkecuali alex namun alex masih bisa menguasai dirinya,
"tak salah jika kau dijuluki legenda dragon si pembunuh yang tak pernah gagal selama ini" kata alex.
"Apa kau sudah siap menerima resiko jika melawan ku " jawab dragon.
"Jangan banyak bicara kau dra.... " belum selesai kalimat alex namun dua anak buah nya sudah terjatuh.
__ADS_1
Alex pun semakin marah, akhirnya alex mengambil pistol dibalik bajunya hendak menembak dragon namun dia lebih cepat dalam bertindak dan memakai tubuh salah satu anak buah alex.
Saat mendapatkan kesempatan maka dragon tak menyia nyiakan kesempatan, ia melesat dengan cepat menghabisi beberapa anak buah alex dengan cepatnya.
Kini tinggal menyisakan dua anak buah beserta alex, namun beberapa detik kemudian dua anak buah alex menyusul rekan rekannya ke dunia lain kini tinggal alex sendirian.
"Sekarang tinggal kita berdua dan tak ada yang mengganggu lagi " ucap dragon.
"apa kau yakin akan hal itu hahahaha" alex tertawa Dengan liciknya.
"kau takkan bisa membunuhku karena aku punya dua sandera " lanjutnya.
"Kurang ajar akan ku bunuh kau" jawab dragon dengan marah.
Tanpa banyak buang waktu lagi dragon langsung menyerang alex menggunakan cakaran, serangan tersebut bisa dihindari alex namun lengan alex terluka padahal dia memakai jaket kulit namun jaket itu robek beserta lengan alex yang mendapat luka.
"seberapa kuat orang ini, bahkan lenganku saja robek meskipun aku memakai jaket" gumamnya. belum sadar dari terkejut dengan kejadian barusan tiba-tiba dragon muncul di belakang dan menyerang kaki alex. Terdengar suara patah tulang yang di akibatkan serangan dragon pada kaki nya, sehingga mengakibatkan teriakan yang sangat keras.
"akan aku habisi kau sekarang.... " teriak dragon.
tanpa buang waktu lagi alex menerima serangan dari dragon yang mengarah pada lehernya sedetik kemudian alex pun menyusul para anak buahnya ke dunia lain .
Dragon mencoba mencari dinda setelah menghabisi alex belum beranjak jauh, dragon mendengar teriakan dari belakang rumah.
"Tolong....., tolong..... "
"sial aku harus bergegas sebelum terlambat " kata dragon.
Ia bergegas menuju belakang rumah namun terlambat dinda sudah mendapatkan beberapa luka di tubuhnya yang sedang berlari sambil membawa anaknya.
Tanpa buang waktu dia langsung menuju dinda saat jatuh dengan luka parah namun bayi yang di gendong tak terluka sedikitpun itu dipeluknya.
"Tolong selamatkan dan rawatlah anakku seperti dia anakmu sendiri.... " setelah berkata demikian dinda menghembuskan nafas terakhir dan meninggal.
Melihat hal tersebut dragon menjadi sangat marah sehingga dalam beberapa saat anak buah dari alex di kejar dan dibantai tanpa tersisa satu pun dari mereka.
Setelah menyelesaikan masalah dengan anak buah alex yang tersisa kini dragon menuju anak bayi itu dan menggendongnya.
"aku akan mengasuh mu dan aku jauhkan dirimu dari semua masalah ini " kata dragon dalam hati.
__ADS_1