
"paman,......... " teriak andi
diseberang arman di sebuah tempat saat menerima telepon dia mendapatkan sebuah tembakan, seketika itu juga arman roboh dan bersimbah darah tiba-tiba ia merasakan sakit dan pandangannya mulai kabur.
dia berusaha mencari tempat untuk bersembunyi,
"Sial mereka sudah tau tempat persembunyian ku" batin arman
arman pergi ke tempat persembunyian rahasia agar tidak ditemukan oleh musuh yang kini sedang mengejar dan ingin membunuhnya.
Dengan tubuh yang terluka akibat tembakan arman bergerak menuju tempat rahasia secepat mungkin dengan sisa-sisa kekuatannya untuk lolos dari bahaya musuh yang mengejarnya dan akan membunuh. "sial dengan keadaan ku seperti ini mana bisa aku pergi jauh " kata arman
"aku harus cari akal untuk memberi petunjuk pada dragon siapa pembunuh misterius itu" lanjutnya.
Selanjutnya arman memberi petunjuk dengan menggoreskan pisau membuat tulisan nama sebenarnya pembunuh yang sedang diselidiki semua orang tak terkecuali dragon.
setelah membuat goresan segera ia memotret dan memberi keterangan serta mengirimkan pada andi agar disampaikan kepada ayahnya.
Selesai mengirim pesan segera arman merobek sebagian kain dari bajunya untuk menutup luka yang ia derita agar tidak keluar lagi darah yang banyak dari luka tersebut.
"siapa sebenarnya arga serta Sinta ini dan apa hubungannya dengan ayah" batin andi.
andi semakin penasaran dengan nama dua orang yang disebut oleh arman dalam pesannya tersebut, ia juga bingung harus mencari ayahnya kemana karena tak memberi kabar sama sekali kemana dragon pergi selama ini.
Dalam pikirannya yang berkecamuk andi pergi mencoba untuk mencari keberadaan ayahnya di kota dan menyampaikan pesan yang penting dari arman.
Dalam kebingungan andi menuju kota menggunakan kendaraan umum agar lebih mudah dan nyaman apalagi dia dan ayahnya memang tak punya kendaraan pribadi, sesampainya di kota dia masih bingung harus pergi kemana karena kota memang sangat besar dan luas.
"lebih baik aku tanya pada seseorang sekitar sini siapa tahu ada yang pernah ketemu ayah" batin andi.
__ADS_1
ia mulai menanyakan mengenai ciri-ciri ayahnya pada orang di sekitar situ dan bertanya mengenai apa saja kejadian atau beberapa berita keadaan di sekitarnya.
Andi terkejut saat mendengar beberapa hari lalu ada kejadian pembunuhan di daerah sekitar situ bukan satu tapi puluhan orang yang meninggal jadi korban malam itu, namun sampai sekarang masih belum ketemu siapa sebenarnya si pembunuh tersebut.
lewat penuturan penduduk sekitar situ maka andi memeriksa tempat yang dimaksud oleh beberapa orang di sekitar yang di minta keterangannya, tanpa buang waktu lagi langsung menuju ke tempat yang dimaksud.
saat tiba ia melihat begitu banyak polisi sedang menyelidiki kasus kematian banyak orang yang terjadi hanya dalam semalam, bukan hanya polisi tapi penduduk sekitar juga tak kalah penasarannya dengan andi ataupun polisi.
"maaf Pak sebenarnya apa yang sedang terjadi sebenarnya" tanya andi pada salah satu warga yang tinggal di sekitar
"bapak juga tak tahu, kejadiannya malam dan tanpa adanya keributan sama sekali" jawab warga tersebut.
"tapi saat pagi kami menemukan banyak mayat di daerah ini " lanjutnya.
"Terima kasih pak atas informasinya" ucap andi
"aku harus segera mencari ayah dimanapun keberadaannya " batin andi, dari jauh terlihat beberapa orang sedang mengikuti tanpa sepengetahuan andi mulai dari ia mencari informasi dari para penduduk.
saat andi berjalan dengan santai dan hendak melanjutkan mencari informasi tiba-tiba dari belakang ada seseorang sedang mendekapnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius sehingga ia pun tertidur.
melihat rekannya berhasil segera beberapa orang menyusul untuk membantu mengangkat andi ke sebuah mobil diparkir tak jauh dari tempat tersebut.
Dua jam berlalu andi mulai sadar dan mencoba membuka matanya dengan perlahan, dirasakan agak silau sehingga ia harus membiasakan terlebih dahulu bukan hanya itu kepalanya pun terasa sangat pusing saat ini.
Andi merasakan tubuhnya tak bisa bergerak, dan saat pusingnya terasa mulai berkurang serta matanya sudah mulai terbiasa ia melihat bahwa tubuhnya terikat di sebuah kursi dalam ruangan gelap juga sangat sedikit cahaya saja yang bisa menembus masuk ruangan tersebut.
Saat ini ada tiga orang berbadan besar yang sedang dalam ruangan itu selain andi dari penampilannya bukanlah orang baik, mereka menunggu andi sadar untuk minta keterangan darinya.
"siapa kau sebenarnya apa hubunganmu dengan pembunuh yang sedang berkeliara" tanya salah seorang dari mereka.
__ADS_1
"apa yang kalian maksud dan siapa yang kalian cari sebenarnya" jawab andi
"jangan berlagak bodoh anak muda " seorang lagi bertanya sambil melayangkan pukulan kearah perut Andi.
"uhuk.... aku tak tahu apa yang sedang kalian bicarakan " jawab andi sambil menahan sakit diperutnya.
"sialan rupanya kamu masih bungkam dan memilih mati di tempat ini " bentak salah satu dari orang tersebut.
"sumpah aku tak mengerti dengan apa yang kalian katakan " jawab andi lagi.
tanpa bnyak tanya lagi salah satu dari mereka yang kini sudah mulai tinggi emosinya mulai menghajar andi lagi.
andi hanya bisa teriak saja karena menerima begitu banyak pukulan dari orang yang menghajarnya, dengan luka yang parah andi mulai tak sadarkan diri, wajah dan tubuhnya memar bahkan wajah andi hampir semua tertutup oleh warna darah karena dahi dan beberapa bagian wah yang robek.
Tak puas sampai situ para penjahat itu menyiramkan air dingin ke wajah Andi agar dia sadar kembali, setelah setengah sadar mereka kembali menyiksanya dengan memukul tulang kering di kedua kakinya dengan sebuah kayu dan seketika itu tulang andi patah.
Andi hanya bisa berteriak saja tubuhnya dihajar oleh para penjahat tersebut,
"ayah maafkan aku mungkin ini akhir dari perjalanan hidupku aku berterima kasih atas semuanya" batin andi mulai pasrah dengan nasibnya.
Perlahan kesadaran andi mulai hilang pandangannya mulai menjadi gelap dan akhirnya ia sidak tak bisa menahan semuanya, dengan demikian berakhir sudah perjalanan yang dilalui andi dia sudah berusaha sebaik mungkin menjalani semua namun nasib berkata lain.
"bagaimana ini kita belum mendapatkan informasi apapun dari bocah ini " kata salah satu dari penjahat tersebut,
"biarkan saja dan sebaiknya kita buang saja tubuhnya di sungai dekat sini " jawab penjahat yang lain
mereka pun beranjak membawa tubuh andi dan di lempar di sungai sekitar tempat dimana mereka menculik dan menyiksanya.
tubuh andi mulai hanyut dibawa aliran air sungai hingga jauh dan para penjahat yang menculiknya segera pergi saat tubuh tersebut tak terlihat oleh mata para penjahat itu.
__ADS_1