
suasana di sana sudah sangat mencekam dengan dua orang saling berhadapan, yang satu siap dengan pedang nya, satunya lagi dengan bola api di tangannya
mereka saling menatap, tak lama pria itu mulai berbicara
" apa kau ingin bergabung dengan ku, dengan kekuatan kita berdua kita bisa menguasai dunia " jeda " dan kau akan ku jadikan salah satu dari selir ku " sarkas nya dengan tatapan yang penuh dengan nafsu
" hehehe..... apa kau bilang .... menjadi selir mu........ hehehe melihat wajahmu saja aku ingin sekali mencabik cabik nya bahkan tidak dalam mimpi mu " ucap yuan si dengan sedikit senyum devil nya
" hahaha baik jika kau ingin mati akan ku kabulkan rasakan ini "
brams mulai mengeluarkan api nya, seketika tercipta lah bola api besar di tangan nya, dan dengan segera mengarahkan pada yuan si, dan bola itu langsung menghantam yuan si, seketika tercipta sebuah senyuman di wajah brams dia berpikir telah berhasil menghabisi yuan si dengan bola api nya.
api itu menghilang sedikit demi sedikit hingga terlihat bayangan seseorang yang masih berdiri di posisi nya, ya itu yuan si dia masih berdiri kokoh bersama pedang yang masih di tangan nya,.
brams menatap tak percaya dia tidak berhasil, padahal ia sangat yakin pada saat yuan si tidak menghindari serangannya, ia yakin ia takut sampai tidak bergerak sedikitpun.
" a..apa kau baik-baik saja, bagaimana mungkin...!! " ucapnya tidak mempercayai nya
sedangkan david dan nina terus memperhatikan dari jauh, itu bukan lagi pertarungan yang bisa mereka ikut campuri, di mata mereka yuan si pasti mengunakan serum itu juga
__ADS_1
" jurus sampah mu itu tidak akan mempan padaku " ucap yuan si
" tidak ...!! tidak mungkin" kemudian brams terus melempar bola bola api itu, tapi hal yang sama tetap terjadi
" apa...!! bagaimana mungkin kau tidak apa-apa " tanya nya frustasi " tidak aku orang terkuat di dunia " timpal nya
" apa itu yang kau sebut kekuatan ...aku akan tunjukkan apa itu kekuatan yang sebenarnya " ucap yuan si dengan aura yang mengintimidasi
dengan segera yuan si menjentikkan jarinya seketika tercipta lah angin yang berputar di sisi brams, kemudian yuan si mengatakan " pisau angin " dan angin itu berubah menjadi tajam bak pisau dengan segera mencabik cabik tubuh brams sehingga terlihat banyak luka di tubuhnya , tidak sampai di situ yuan si menghentakkan kakinya ke tanah dan munculnya dua pilar dan juga rantai yang langsung mengikat tubuh brams yang penuh luka , yuan si mengarahkan tangannya ke arah pantai dan muncul lah bola bola air yang berasal dari air laut, bola bola air itu berputar di belakang yuan si membentuk sebuah lingkaran.
kemudian yuan si mengarahkan satu persatu bola air itu ke arah nya, dan tentunya brams merasakan perih bercampur dengan rasa sakit yang amat sakit sehingga dia menggerang kesakitan, yuan si menghampiri nya dan melihatnya dengan tatapan kejam " apa kau sudah merasakan apa itu ke putusasaan sehingga kau lebih memilih mati daripada hidup hmmm ," masih dengan tatapan kejamnya, yuan si akan berubah kejam terhadap musuh nya'
" bunuh saja aku " ucap brams lirih, dia merasakan sakit seperti ribuan jarum yang menusuk tubuhnya.
" k..kau bukan manusia kau iblis " ucap brams emosi
" kau tau aku bukan manusia tapi kau berani menggangu ku " ucap yuan si masih dengan nada datar nya, sedangkan David dan Nina merasa ngeri dengan kekejaman yuan si yang tak kenal ampun.
yuan si pun menjentikkan jarinya lagi dan terciptalah pisau angin dan mencabik tubuh brams, kemudian melakukan hal yang sama sampai satu jam lamanya, dan brams pun sudah tak sanggup lagi menahannya, dia pun tak sadarkan diri, yuan si belum puas untuk bermain kemudian dia mengguyur kan air laut itu pada lukanya, dan pria itu berhasil bangun namun lemah karena itu tidak menyenangkan lagi, yuan si pun langsung menusukkan pedangnya dan brams pun mati di tangan yuan si.
__ADS_1
yuan si mengingat kembali kejadian dimana dia bersama sahabatnya, itu adalah masa masa terindah nya, dia melihat ke arah pedang yang ia gunakan saat ini , ya itu adalah hadiah terakhir yang di berikan oleh sahabat nya, pedang itu juga yang digunakan untuk menghabisi ke dua orang lainnya, yang juga melakukan hal menjijikkan pada sahabatnya
yuan si mengangkat satu tangannya dan semua tubuh tak bernyawa itu terangkat, yuan si mengarahkan nya ke lautan dan menjatuhkan nya di sekumpulan hiu yang berenang di sekitar pantai, karena mencium bau darah hiu itu mengganas dan mencabik cabik tubuh mereka hingga tak tersisa.
seketika bulir bulir air keluar dari celah matanya yang masih terpejam ketika mengingat hal itu, dia merasa pikiran nya sangat jernih merasa beban dan pikiran benar benar hilang, yuan si menjatuhkan pedangnya dan terduduk di lantai rumput.
" aku sudah menyelesaikan tugas ku Hana semoga kau tenang di sana " ucapnya lirih sambil menatap langit senja yang sedikit kemerahan.
David dan Nina pun menghampirinya dari belakang dan memeluk punggung yuan si, mereka tahu apa yang di rasakan oleh yuan si.
yuan si meminta mereka kembali lebih dulu ke markas awalnya mereka menolak karena keadaan yuan si saat ini, tapi ibu wei meminta mereka kembali membiarkan yuan si menenangkan diri, tapi sebelumnya yuan si memberikan dua botol serum dan memberikan pada mereka.
" ambil ini berikan pada ibu wei, dan ya perusahaan dan semua aset ku , tolong kalian kelola aku tidak akan kembali dalam waktu dekat, aku masih butuh waktu " jedah sebentar " dan ya jika kalian terus seperti ini kalian tidak akan tau perasaan satu sama lain " ucap yuan si tersenyum dan menyatukan ke dua tangan mereka dan berjalan menuju vila di tempat itu, sedangkan David dan Nina tengah malu malu dan perasaan bahagia mereka buyar seketika ketika seseorang berbicara melalui sambungan telepon yang tersambung di alat di telinga mereka.
" apa sudah selesai pacarannya aku ingin meneliti serum itu segera "
siapa lagi kalau bukan ibu wei, dan mereka langsung melepaskan pegangan tangan nya. dan mereka buru buru pergi ke pesawat.
berbeda dengan yuan si dia sudah berdiri di bangunan mewah di depan nya, itu lebih cocok di sebut istanah daripada vila, bangunan tiga lantai yang sangat mewah.
__ADS_1
tidak ada orang lain di sana karena tempat itu di sewa oleh brams selama beberapa hari, dan di kosongkan dari semua pegawai.
~ Nex ~