Kerajaan Yuan Si

Kerajaan Yuan Si
26.


__ADS_3

masih flash back


kereta mereka terus berjalan hingga berhenti di sebuah rumah makan, yuan Li dan keluarga nya mulai memasuki rumah makan itu mereka memesan tempat di lantai dua.


" luo , Liu " panggil jendral Li , yang di panggil pun mendekat ( luo, Liu , adalah pengawal yang mengikuti mereka di episode sebelumnya )


" ya tuan apa ada perintah " ucap mereka berdua sambil menunduk hormat


" turun ke bawah dan pesan makanan jangan lupa dengan lalat nya " ucap jendral Li


" baik tuan " ucap mereka, ( lalat yang di maksud adalah dua mata mata yang di kirim kerajaan )


" nona mau minum teh " ucap mei ( pelayan yuan Li )


" ya...." ucap yuan Li tersenyum lembut


( makanan mereka sudah tersedia sejak awal sedangkan kedua pengawal tadi hanya di suruh mengawasi keadaan sambil memesan makanan agar tidak di curigai )


" nyonya apa mau teh juga " tawar meili ( pelayan nyonya yun ruo, saudara mei )


" boleh ..." ucap nyonya Li ( di sini panggil nyonya Li aja biar enak )


" ayah sekarang bagaimana " ucap jhang Li


" sekarang kita makan dulu nanti baru pikirkan " ucap jendral Li


setelah selesai makan mereka pun mulai menyusun rencana, pelarian mereka. tak lama kemudian kedua pengawal itu kembali melapor

__ADS_1


" tuan salah satu dari mereka sudah pergi meninggalkan tempat ini dan tersisa satu orang di bawah " ucap Liu , salah satu pengawal


" Baik kita segera tinggalkan kota ini , mereka sudah pasti mengepung kediaman kita saat ini " ucap jendral Li


" ayah bagaimana dengan para penghuni di kediaman " ucap yuan Li


" biarkan saja kita tidak bisa kembali sekarang, kita tidak akan menggunakan kereta kita gunakan ' ilmu peringan tubuh saja ' " ucap jendral Li


" tuan bagaimana dengan kami " ucap mei ( pelayan pribadi yuan Li )


" kalian ikut dengan kami " ucap lembut nyonya Li


" tapi nyonya kami tidak bisa ilmu peringan tubuh " ucap meili


" jhang Li kau gendong meili , biar aku yang gendong mei " ucap jendral Li, membuat mereka berdua terkejut


" tidak ada bantahan " tegas jendral Li, mereka hanya bisa menunduk


" Baik tuan " ucap mereka berdua serempak


" baik ayo pergi " ucap jendral Li langsung menggendong mei ala putri kerajaan


mereka pergi melalui jendela yang berada di lantai dua melesat melalui atap rumah penduduk.


flash back of


" saat kami melewati gerbang kota semua tidak ada masalah namun saat cukup jauh dari gerbang kota kami di hadang oleh segerombol orang sekitar lima puluh orang, mereka kultivator tingkat emas, ada beberapa juga tingkat jendral, awalnya kami berniat melawan namun ,ayah merasakan ada satu di tingkat bumi,

__ADS_1


walaupun ayah dan ibumu berada di tingkat bumi kita akan kerepotan melawan mereka yang di tingkat emas oleh karena itu kami memilih untuk melarikan diri " jelas jendral Li


" em jadi begitu " ucap yuan si setelah jendral Li menceritakan panjang lebar


" lalu kenapa adik Li terkena racun ayah " ucap yuan si


" adik Li ..??" ucap mereka bingung


" ya aku sudah menganggap lili sebagai adik ku " ucap yuan si datar


" lili ....??" ucap mereka lagi


" ya ampun yuan Li aku sudah menganggap nya adik ku sendiri " ucap yuan si memutar bola matanya malas


" oh ...... begitu lalu berapa usia mu sebenarnya " ucap jhang Li


" dua puluh lima tahun " ucap yuan si malas


" berarti aku harus memanggil mu kakak dong saat ini aku baru dua puluh dua " ucap jhang Li


" ya seharusnya " ucap yuan si


_____'''''''


**author : karena kondisi handphone ( hp ) ku masih belum normal aku gak bisa up banyak. ok terima kasih


~ Nex** ~

__ADS_1


__ADS_2