
author:[ saya mau jelasin karena ada yang kelupaan, di ruang dimensi waktu berjalan lebih cepat satu jam di dunia nyata sama dengan satu hari di dimensi, dan si David, umurnya dua tahun diatas yuan si( 27 ), dan si Nina satu tahun di atas yuan si( 26 ) maaf kalau ada salah kata soalnya aku ngetik nya pake smartphone, ya walaupun gak pinter pinter amat masih bisa buat ngetik .......( kok malah curhat ya ) ....itu ajah terima kasih ..... jangan lupa like & vote kalau ada saran boleh koment..... ]😁😀😁😀😁😅
*******
" sejak kapan ibu mengetahuinya" ucap yuan si
_______________________________________________________
" sejak sepuluh tahun lalu, lebih tepatnya di acara pelelangan di atas kapal pesiar diamond sea selebihnya kau pasti tau " jawabnya
.....flash back ( ibu wei ) on.....
di atas kapal pesiar diamond sea " semuanya ingat bersikap seperti biasa besok malam adalah waktu pelelangan jangan sampai gagal , malam ini istirahatlah " ucap ibu wei
" baik ketua " jawab mereka kemudian keluar dari kamar itu.
malam acara lelang...
__ADS_1
ibu wei berjalan menuju tempat lelang sebelum itu dia mengintruksikan anggota nya ke tempat yang sudah di tentukan, tugasnya hari ini adalah menghabisi salah satu musuh negara yang bergerak di pembuatan senjata ilegal. kebetulan target mengikuti acara tersebut dia berencana menangkap atau membunuhnya di tempat dia berjalan menuju ruang vip di tempat itu, perhatian nya teralihkan saat melihat melihat seorang wanita memakai topeng dan jubah hitam berjalan menuju ruang di sebelah nya, " siapa dia kenapa aku merasakan sesuatu yang familiar" batin ibu wei lalu masuk ke ruangan nya
tak berapa lama acara di mulai dengan hadirnya seorang wanita cantik memakai pakaian yang minim ( ya seperti baju kurang bahan ) sebagai mc nya dia pun memulai acara lelang " terima kasih telah hadir di lelang kali ini ...... baiklah acara lelang secara resmi di mulai....!!!! " ucap si MC , acara berlangsung selama beberapa jam , dan acara pun selesai semua tamu Kembali ke kamar masing-masing , ibu wei memulai rencananya kamera keamanan telah di sadap dan seluruh tamu di sekitar ruangan target telah di pindahkan oleh anggota , agar tidak menggangu ketika terjadi pertarungan ibu wei mengikuti mereka dari belakang dengan membawa racun pelumpuh .
mereka berbelok ke arah kiri di sebuah lorong kapal dan berhenti di depan sebuah pintu. ibu wei memperhatikan di balik dinding , tiba tiba lampu di tempat itu padam dan terdengar suara kaki berjalan mendekati mereka dari arah berlawanan dan terlihat sosok hitam berjubah berhenti lima meter di depan mereka dan semua pengawal orang tersebut menjadi waspada " siapa kau " tanya seorang pengawal yang berdiri di depan mereka " kau tidak perlu tau siapa aku" terdengar suara lembut dan dingin suara seorang wanita di tengah cahaya yang remang, lampu pun kembali menyala dan terlihat sosok wanita berjubah hitam dan memakai topeng rubah sedang memegang sebuah katana panjang berkilau, sontak mereka kaget saat melihat itu karena mereka tidak di perbolehkan membawa senjata apapun dalam acara tersebut , beberapa dari mereka mencoba untuk kabur tapi terhenti saat sebuah pisau melesat menancap tepat di jantung mereka dan ambruk ke lantai bersimbah darah mereka kaget dan berusaha menyerang menggunakan alat seadanya yang ada di sekitar, " awas kau hiyat " seorang pengawal menyerang menggunakan tongkat sapu yang ada di sekitar dan dua orang lainnya memilih menggunakan pisau yang tertancap di tubuh temannya yang telah tidak bernafas, ....syut...syut sing Ting....ting buk ....aaargk ....ahh ....ting ....syut... suara dentingan dan teriakan silih berganti ,
dan ibu wei terus memperhatikan pertarungan mereka dia masih penasaran dengan sosok wanita itu dia merasa mengenal wanita itu tapi tidak yakin sampai salah satu pengawal tersebut menarik jubah wanita itu hingga terlepas, hingga terlepas terlihat lah sesosok gadis kira kira berusia lima belas tahun, dan tato bunga lotus hitam dengan tiga titik di bahu kanan atas yang tidak tertutup kain terlihat, memperkuat dugaannya bahwa dia mengenal nya.
pertarungan itu tidak berlangsung lama hanya sekitar lima menit semua pengawal pria tersebut tumbang ke lantai dan pria itu terduduk di lantai karena sangking takutnya melihat pengawalnya mati di tangan gadis itu
" si ...si...siapa..ka..kau " ucap pria itu tergagap, pria itu cukup tampan berusia dua puluh tahun nan
" kau tidak bersalah padaku tapi ....pada sahabat ku yang kau lecehkan bersama kedua temanmu itu " ucap wanita itu berdiri di hadapan pria itu dengan memegang pedang yang berlumuran dar*h
sementara ibu wei yang melihat itu dari kejauhan hanya berdiri tidak melakukan apapun, karena dia tau siapa wanita tersebut .
" *siapa sahabatmu aku pernah melecehkan nya " jawabnya
__ADS_1
" benarkah ..... perumahan grand likc no 15 satu bulan lalu ...apa kau sudah ingat* " dengan suara datar dan dingin penuh intimidasi membuat siapapun yang mendengarnya pasti merasakan ketakutan yang luar biasa.
" i...itu... bukan aku yang melakukan nya " ucapnya
" BUKAN KAU.....!!!! " teriak nya dengan emosi
" kalau begitu pergilah dan temui sahabat ku katakan padanya kalau bukan kau yang melakukan nya " ucap wanita itu dan dengan satu kali tebasan kepala pria itu terpisah dari badannya, kemudian wanita itu pergi dari tempat itu
ibu wei kemudian mendekati mereka yang tergeletak di lantai dan mengambil sesuatu dari dalam baju yang di kenakan pria itu dan " misi selesai kembali ke tempat "
....flash back of....
" ibu tolong jaga rahasia ini " ucap yuan si memelas
" tentu jika putri kecil ini mau mambantu ibu " ucapnya
" baiklah aku akan membantu " jawabnya lirih pelan
__ADS_1
"misi baru telah di tentukan " ucap ibu wei
~nex~