Kerajaan Yuan Si

Kerajaan Yuan Si
25. cerita yuan Li ( 3 )


__ADS_3

masih flash back .......


________________________________________


jendral Li mengangkat tubuh yuan Li di gendongannya, dan jendral Li memandang wajah istri dan putranya terlihat sangat cemas, mereka tidak tahu jika putrinya hanya berpura pura sakit, namun jendral Li harus melanjutkan sandiwara nya.


" yang mulia, sepertinya penyakit putri hamba sedang kambuh saya dan keluarga mohon undur diri " ucap jendral Li


semua orang yang berada di aula bertanya tanya, penyakit apa yang di derita oleh nona keluarga jendral Li, karena selama ini nona yuan Li terlihat baik baik saja.


" apa yang sebenarnya terjadi , penyakit apa yang menimpa nona yuan Li " ucap raja


awal nya jendral Li malas untuk menanggapi nya tapi beliau harus menjawab pertanyaan itu agar semua orang tidak curiga.


" baik yang mulia, sebenarnya penyakit ini sudah lama berada di tubuh yuan Li, sejak dia berumur lima tahun namun hanya aku dan tabib ' yu ' yang mengetahui nya " ucap jendral Li sendu


" a..apa kenapa tidak memberi tahu ku aku ibunya " ucap nyonya yun ruo, yang sudah meneteskan air mata


" maaf aku tidak ingin membuat mu hawatir " ucap jendral Li


" maaf yang mulia hamba harus segera pulang " ucap jendral Li


" baiklah silahkan " ucap raja

__ADS_1


jendral Li dan keluarga memberikan hormat pada raja dan langsung keluar dari aula


" Hem aku tidak akan melepaskan kalian " ucap raja dalam hati


kemudian raja kerajaan angin melirik ke arah putra mahkota dan memberi sebuah kode, putra mahkota mengerti kode itu dan langsung izin untuk keluar dari aula


sedangkan keluarga jendral Li saat ini, mereka sudah menaiki kereta kuda namun mereka hanya menggunakan satu kereta, berbeda saat berangkat tadi mereka menggunakan dua kereta.


semua sudah duduk di dalam kereta, yuan Li masih berada di pelukan jendral Li, tatapan hawatir Masi menghiasi wajah mereka berdua yang tengah menatap wajah putri nya


saat telah melewati gerbang kerajaan, jendral Li pun mulai berbicara


" sampai kapan akan tidur di pangkuan ku apa kau tidak lelah " ucap jendral Li , membuat kedua orang di depan mereka mengkerut kan dahinya bingung .


yuan Li dan jendral Li saling pandang dan kemudian mereka tidak dapat menahan tawanya


hahaha hahaha hahaha hahaha........


tawa mereka di dalam kereta dan membuat kedua orang di depan nya semakin bingung dengan situasi ini


" yuan'er apa kau membohongi ibumu " ucap nyonya yun ruo yang sudah mengerti situasi nya


" apa .....apa itu benar ....kau tidak sakit " ucap jhang Li yang merasa lega sedikit

__ADS_1


" hah.... ya maafkan aku ibu yuan'er terpaksa melakukan nya jika tidak akan terjadi hal yang buruk " ucap yuan Li


kemudian yuan Li menceritakan kejadian yang dia alami, dari dia bisa mendengar suara hati mereka dan juga rencana yang di buat oleh kerajaan


" kurang ajar mereka telah berani ..... awas saja mereka " ucap jendral Li yang sudah tidak bisa menahan emosi nya saat ini suasana di dalam kereta sudah sangat mencekam karena aura yang di keluarkan oleh mereka .


" sudahlah ayah lebih baik apa yang harus dilakukan sekarang " ucap jhang Li


" hem... untuk saat ini tidak mungkin akan kembali ke kediaman, mereka pasti sudah merencanakan sesuatu kita harus segera pergi meninggalkan kota ini " ucap jendral Li


" kemana kita akan pergi ayah " ucap yuan Li, dan di iyakan yang lain


" untuk sekarang kita akan pergi ke kerajaan ' laut ' " ucap jendral Li


" tapi sebelum itu kita harus menyingkirkan dua ekor lalat itu " ucap jendral Li


jhang Li, dan nyonya yun ruo hanya menyeringai seram


_________________________


**author : maaf baru up beberapa hari ini author lagi gak enak badan, kepala author enyut nyut Tan gak bisa buat mikir baru hari ini mendingan, oh ya untuk novel satu lagi author nya lagi nyusun cerita nya kemungkinan masih belum up, dan juga kemarin author gak sengaja Nemu catatan lama author, yang ternyata cerita yang sudah lama saya tulis, mungkin nanti saya rilis kalau sudah di revisi,.


ok terima kasih........

__ADS_1


~ Nex** ~


__ADS_2