Kerajaan Yuan Si

Kerajaan Yuan Si
12. dunia baru


__ADS_3

di tengah tengah terbang nya yuan si masih memikirkan sahabat nya, karena semua kegundahan hatinya telah hilang yuan si tidak lagi mengedarkan ke waspadaan, sehingga dia terbang tanpa melihat arah dan dia pun tidak sadar terbang mendekati sebuah pangkalan militer yang berada di tepi hutan itu, yuan si menurunkan ketinggian terbang nya.


***di suatu tempat pangkalan militer***


" komandan radar mendeteksi sesuatu terbang mendekat " ucap salah satu prajurit yang memperlihatkan sebuah layar di depan nya.


" apa itu " tanya orang itu


" mungkin sebuah drone komandan " ucap prajurit itu


" oh.. begitu drone mata mata, berani sekali mereka memata-matai negara ku ". ucapnya


" terbang kan drone penghancur terbaru kita amati bendah itu dan hancurkan jika membahayakan " ucap komandan itu.


" siap komand......" belum selesai prajurit itu bicara terdengar seperti suara rudal meluncur, dan seorang prajurit tiba tiba melaporkan sesuatu.


" lapor komandan...!!! sistem keamanan udara tiba tiba aktif " ucap prajurit itu


" apa ...!? bukannya sistem itu sedang masa perawatan dan di nonaktifkan " jelas komandan itu


" iya komandan aku tidak tahu kenapa bisa tiba tiba aktif " jawab prajurit itu


kemudian mereka memandang ke arah monitor melihat pergerakannya.


sedangkan di tempat yuan si berada dia terbang tanpa memikirkan apapun, dan tiba tiba dan ada sesuatu terbang mendekat tapi yuan si terlambat menyadari nya dan yuan si langsung membuat perisai angin tapi benda itu lebih dulu meledak di dekatnya sebelum perisai terbentuk sempurna,


duuuuuaaarrrr..... ledakan terjadi dan itu mengagetkan semua prajurit yang sedang berjaga karena ledakan itu tak jauh dari markas mereka.


namun yuan si mengalami luka dan sayap nya sedikit rusak hingga dia terbang tidak stabil, namun dia harus terbang " sial... kenapa aku lupa jika ada pangkalan militer dekat sini " gerutu yuan si di dalam hati .


namun itu belum selesai karena ada satu rudal lagi menuju arah nya yuan si pun terbang menghindari rudal itu, meliuk liuk menghindari rudal itu .


sedangkan di dalam markas semua orang itu tercengang bagaimana tidak rudal itu tidak mampu menjatuhkan benda itu, dan juga kegesitan benda yang di duga drone itu melebihi pesawat tempur.


yuan si terus terang meliuk liuk dan ketika di rasa pas dia langsung menghancurkan rudal itu dengan pisau angin nya, dan ....boooooommmm ledakan terjadi di dekat markas itu


namun yuan si tidak menyadari kalau dia telah berada di atas pangkalan itu dan boooooommmm.......duaaaarrrrr......rudal itu berhasil mengenai nya ledakan besar itu terjadi di atas pangkalan itu, seketika semua orang yang berada di dalam ruangan berhamburan keluar dan bersiap menghadapi serangan yang mereka duga


dan komandan itu pun keluar dia melihat ke arah atas yang di lihat nya banyak sekali bulu berhamburan ada yang setengah terbakar dan masih utuh, komandan itu menangkap salah satu buluh itu .


buluh itu berukuran besar bahkan lebih besar dari telapak tangan nya, dan itu membuat dahinya mengkerut bingung. seakan banyak pertanyaan yang terlontar di pikiran nya.


"apa yang kita tembak tadi " tanya komandan itu

__ADS_1


" ini buluh burung asli jika bulunya sebesar ini bagaimana ukuran burung itu " tanya nya lagi


" ini mungkin burung yang sudah langka atau mungkin sudah punah kita telah membunuh burung ini " benak komandan itu


" kumpulkan semua buluh ini dan semua kirimkan ke peneliti unggas , " ucap komandan itu sambil memegang sebuah buku berukuran besar yang memiliki panjang sekitar satu meter.


ya jika yuan si tahu dia di anggap burung mungkin mereka habis di bantai oleh yuan si.


di lain tempat " meixin tugas ku sudah selesai " seseorang menatap langit dan tersenyum.


sedangkan di sisi yuan si ......


" *ahh...sial kenapa aku tidak sadar dengan rudal itu ... ahh gelap ....apa ini kematian .... hahaha kenapa ...aku tidak peduli Hana ....aku datang menyusul mu ...kita akan bertemu " dan tiba tiba tempat itu berubah menjadi terang terlihat hamparan bunga membentang dan sebatang pohon bunga sakura besar berdiri kokoh di depan yuan si pohon itu besar dan tinggi semua dahan nya menjuntai ke bawah dan meliuk liuk yuan si berjalan mendekati pohon itu terlihat seorang gadis berdiri membelakangi nya.


di tempat lain ....


" gelap apa ini kematian ....aku tidak rela... aku ingin membalas mereka.... kenapa aku harus mati ...aku ingin melindungi keluarga ku . kenapa " cahaya putih pun menyelimuti nya dan dia sampai di suatu tempat yang indah terlihat sebuah pohon besar yang sangat indah dan dia melihat seorang laki-laki tampan berdiri di hadapan nya laki laki itu tersenyum dan berkata


" takdir mu sudah selesai ...." ucap laki laki itu


" tidak aku tidak ingin aku ingin melindungi keluarga ku dan membalas mereka " ucap gadis itu


" ada seseorang yang akan melakukan nya sebentar lagi dia akan datang ke sini " ucap laki laki itu, mereka berbicara terus cukup lama sampai gadis itu terlihat tenang dan meneteskan air matanya*.


kembali ke yuan si.....


" aku sudah menunggumu yuan si " sambil berbalik menatap yuan si, senyuman itu sangat manis dan lembut


" kenapa kau tahu nama ku.... siapa kau...... kenapa kau menunggu ku " tanya yuan si


" namaku yuan Li aku anak kedua dari jenderal Li , ayahku bernama Li jing hu, dan ibuku bernama bernama Yun ruo , aku memiliki seorang kakak bernama jhang Li , aku......hiks " terhenti dan tiba tiba wajahnya berubah sedih, bulir air mata pun keluar dari matanya, yuan si yang melihat itu pun berubah sendu dan memeluk gadis itu.


dan tangis gadis itupun pecah di pelukan yuan si , setelah tenang gadis itu melanjutkan ceritanya.


" aku dan keluarga ku tinggal di kerajaan angin, ayahku seorang pensiunan jenderal militer di kerajaan itu, namun raja tidak tenang akan kehadiran ayahku karena ayah ku memiliki pasukan pribadi, raja khawatir kekuatan yang di miliki oleh ayahku mengancam posisi nya sebagai raja, oleh karena itu berbagai upaya di lakukan oleh raja itu untuk melemahkan kekuatan keluarga Li ku, raja pun mengeluarkan putusan kerajaan untuk menikahkan aku, menjadi selir pangeran mahkota tapi ayahku tidak setuju, dengan putusan itu, dan sebagai gantinya ayahku harus menyerahkan separuh pasukan untuk mengganti kan pernikahan ku, dan ayahku melakukan nya tapi setelah itu raja tidak mencabut putusan nya, dan meminta untuk menyerahkan seluruh pasukan ayahku dan jika menolak di anggap penghianat, ayahku tentu menolak nya, dan tiba tiba pasukan kerajaan menyerang kediaman jendral Li , untung kami berhasil melarikan diri melalui jalur rahasia, dan mereka membantai seluruh kediaman keluarga Li , dan yang selamat melarikan diri menuju hutan misteri, namun pasukan itu terus menyerang dan salah satu anak panah mengenai tubuh ku , luka itu tidak terlalu serius namun panah itu mengandung racun , dan aku mati karena racun itu." cerita panjang lebar gadis itu


" jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang....." tanya yuan si.


" aku ijinkan kau menggunakan tubuh ku dan balaskan dendam ku .... juga tolong lindungi keluarga ku aku tahu kau kuat jadi ku mohon padamu..... hiks hiks .." gadis itu menangis lagi , di dekapan yuan si


" apa kau rela memberikan tubuh mu padaku " tanya yuan si.


" dengan senang hati putri de.....eh.." gadis itu langsung menutup mulutnya dengan tangan.

__ADS_1


" apa maksud mu memanggil ku putri " selidik yuan si.


" ehh....bukan apa apa maaf " dengan senyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" baiklah aku akan menjadi dirimu dan melindungi keluarga mu dan dendam mu tapi aku tidak bisah menjaga rahasia ku terus, jika mereka tahu ......" ucapan yuan si terpotong.


" tidak apa apa yang terpenting pastikan keluarga ku selamat itu saja sudah cukup bagiku " ucapnya


" baiklah terima kasih Yuan Li , hahaha aku baru sadar nama kita sama " ucap yuan si sambil tertawa pelan


" berikan tangan mu " kemudian yuan si memberikan tangan nya, dan yuan Li melukai tangan nya dan tangan yuan si dan menyatukan darah mereka, seketika cahaya terang menyelimuti mereka, perlahan-lahan cahaya redup .


" sekarang kita sudah melakukan perjanjian darah aku bisa melihat apa yang kau lakukan dan terimakasih yuan si "


perlahan tubuh yuan si memudar dan penglihatannya mulai buram* .


" uuuhh ...di mana ini...argkk kepala ku sakit sekali " seketika ingatan ingatan terlintas di kepala nya seperti sebuah film pendek.


" hah ... yuan Li terima kasih " yuan si pun bangkit dari tidurnya tubuhnya terasa sakit, dia mengedarkan pandangannya sekeliling, di lihat nya dia berada di sebuah goa, dan dia pun melihat tubuh nya ternyata dia gadis berusia sekitar lima belas tahun, " huh aku berusia dua puluh lima tahun, berpindah ke tubuh gadis lima belas tahun, ahh sudahlah karena aku sudah berada di sini akan ku buat kalian bertekuk lutut padaku " ucapnya


yuan si kemudian memeriksa dantian nya ternyata masih ada, dia pun mencoba memeriksa kultivasi nya namun tidak bisa karena tubuh nya terlalu lemah , kemudian memeriksa ruang dimensi nya, juga masih ada yuan si mencoba masuk tapi gagal karena energi nya tidak cukup, tapi dia cukup tenang karena ruang dimensi nya ikut bersamanya.


yuan si pun melakukan pemeriksaan terakhir, dan Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa..........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! alangkah terkejutnya dia melihat kondisi sayap nya yang rusak parah...


" li'er ....!!! ada apa .....!!"


seketika yuan si menyimpan sayapnya kembali dan dalam ke adaan syokk.


" li' er ada apa "... tanya laki laki yang sudah berumur yang ada di ingatan yuan si itu adalah ayahnya yuan Li


" sayang kau sudah bangun ....?" suara seorang perempuan itu ibu yuan Li


" nona ada sudah bangun " tanya seorang gadis yang terlihat sangat khawatir


yuan si yang di perlakukan seperti itu pun ada perasaan hangat di hatinya, " seperti inikah jika ada keluarga sangat menyenangkan "


" aku baik baik saja ayah, ibu, mei mei " ucap yuan si tersenyum hangat.


" syukurlah putri ku tidak apa-apa " ucap tuan Li dan nyonya Li


( di sini author panggil orang tua yuan Li sebagai tuan dan nyonya Li biar gak ribet ).


" bagaimana kondisi mu yu'er sayang " ucap ny. Li sendu ( ny : nyonya. tn.: tuan )

__ADS_1


" aku baik baik saja ibu jangan terlalu khawatir " ucap yuan Li , yang sekarang di tempati oleh jiwa yuan si


~ Nex ~


__ADS_2