
yuan si berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua, melewati beberapa lorong dan ruang kamar. tak lama dia berhenti di sebuah pintu kayu yang cukup besar, dia menghela nafasnya dan , kemudian membuka pintu kamar itu , dia masuk dan menutup pintu kemudian melihat sekeliling dia tersenyum karena tempat itu masih sama , tidak berubah sedikitpun , sebuah kamar besar dengan ranjang besar berwarna merah muda, dan meja rias dengan kaca besar , dia kemudian berjalan menuju kasur dan duduk di atasnya. itu adalah kamar yang dia tempati sejak kecil
dia tidak tidur melainkan masuk ke dalam dimensi nya dia melihat banyak bangunan besar dan indah , terdapat satu bangunan yang terbesar itu adalah tempat penyimpanan barang yang sudah di curi nya
dia memang sengaja memisahkan barang curiannya agar tidak tercampur dengan barang warisan orang tuanya, ya semua yang ada didalam sini termasuk ruang harta yang sudah seperti gunung emas
yuan si berjalan menuju gazebo dekat danau , di sana sudah ada yin, yang, Tian, long, dan Ling yang lagi bersantai sambil menikmati teh dan jus buah dan menonton film
yuan si langsung menghampiri mereka dan duduk di sebelah Ling dan langsung menyambar jus di tangan nya dan langsung meminumnya
" sisi itu minumanku " ucap ling kesal, dan mereka yang menyadari langsung tersenyum melihat itu
{ di sini mereka manggil yuan si sisi karena Yuan si gak mau di panggil tuan }
" sisi ada apa denganmu " ucap long khawatir
karena melihat tuannya tidak semangat , mereka yang mendengar itu langsung menatap sisi dengan tanda tanya
" aku tidak apa-apa " ucap ku sambil menaruh gelas jus di meja
" tidak mungkin kau tidak biasanya seperti ini " ucap ling yang tidak peduli dengan minuman lagi
" jika ada masalah kau bisa ceritakan pada kami " ucap long dengan wajah tampan nya berharap sisi akan memujinya
yah walaupun mereka tampan tapi sisi sama sekali tidak tertarik pada pada ketampanan mereka
" aku tidak apa-apa sungguh " ucap Yuan si sambil memandang mereka
__ADS_1
" kau tidak bisah membohongi kita sisi " ucap yin sambil menyeruput teh hijau
" iya sisi kau bisah cerita pada kami bukankah kita keluarga " ucap yang dengan lembut , dia adalah wanita dia bisah merasakan apa yang di rasakan sisi
ya di sini yin, long, tian, adalah pria dan ling, yang adalah wanita
" ya aku juga tidak tau kenapa ahir ahir aku merasa ada yang aneh pada diriku aku ingin menghabiskan waktu bersama mereka, aku merasa ada yang akan terjadi padaku tapi tidak tau apa " ucap ku dengan nada sedih
" memangnya apa yang bisa terjadi padamu kau orang terkuat di dunia ini " ucap Tian
" entah lah " jawabku singkat
" kau seorang Dewi yah walaupun belum sepenuhnya menjadi Dewi tidak ada yang bisa menghalangi mu di dunia ini " ucap yin
" apa maksudnya belum sepenuhnya bukannya aku sudah melewati ujian petir dewa " tanya ku bingung
" kenapa aku tidak bisa melalui semua " ucapku
" aku pikir karena yang kau lakukan di sini untuk menjadi Dewi kau harus melepaskan semua pikiran mu " ucap Tian
" begitu ya " ucap ku
" baik lah kalau begitu aku harus kembali " ucapku langsung menghilang dari tempat itu kembali ke kamar
setelah itu aku langsung melihat jam di tangan ku menunjukkan pukul 3:30 aku pun langsung merebahkan tubuh ku dan tidur
****
__ADS_1
jam menunjukkan pukul 6:00 aku pun bangun dan menyalakan lampu dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai bersiap aku turun menuju ruang makan yang ada di lantai satu
ku lihat mereka semua sudah berkumpul di meja makan, di sana sudah ada ibu asuh , Nina, David dan juga ada anak lainnya
" baiklah jika semua sudah berkumpul mari kita makanan " ucap ibu dan kamipun makan tanpa tanpa bicara , ini adalah kediaman pribadi untuk anak-anak yang lain , tinggal di bangunan berbeda di samping bangunan utama
selesai makan kamipun menuju ruang keluarga dan aku pun duduk di sofa sambil menonton tv dan sesekali berbincang dengan yang lain
" si sampai kapan kamu di sini " ucap ibu
" mungkin beberapa hari kedepan aku ingin tinggal di sini " ucapku sambil tersenyum
" ya cuma beberapa hari " ucap david dengan lesu
" hei dia itu sibuk bukan seperti mu " ucap Nina dengan nada mengejek
tak lama di tv menyiarkan berita tentang pencuri misterius
* pemirsa saya melaporkan bahwa telah terjadi pencurian di sebuah bank yang menyimpan sebuah berlian termahal di dunia yang di yakini adalah pencuri hantu *
seketika semua orang membicarakan tentang pencuri itu
" aku tidak tau di mana di menyimpan semua barang curiannya itu" ucap Nina
" dia adalah orang terkaya di dunia " ucap david
sedangkan yang di bicarakan hanya tersenyum seperti tidak tau apa-apa tapi seseorang menatap nya dengan serius.
__ADS_1
**Nex**