Kerajaan Yuan Si

Kerajaan Yuan Si
18. keterkejutan


__ADS_3

' mei ' berlari keluar dari kamar sambil berteriak , saat melihat nonanya sedang berkumpul bersama keluarga nya, mei langsung menghampiri " nona ...nona pergi ke mana aku khawatir pada nona .... saat melihat nona sudah tidak ada di kamar aku......" katanya terhenti saat melihat wajah mereka sangat tidak enak dilihat.


" mei kau mengganggu " ucap jhang Li dengan wajah datar, karena kebersamaan nya dengan adiknya terganggu.


" eh ...ma.. maaf " ucapnya gugup karena dia telah melakukan kebodohan.


yuan si hanya tersenyum geli melihat tingkah mei itu, ya mei pelayan yang setia walaupun dia tahu yang sebenarnya, " sudahlah mei aku baik baik saja, kenapa kau berteriak seperti itu " ucap yuan si menengahi.


" eh aku ...aku...." ucapnya tak bisa melanjutkannya


" sudahlah , oh ya yuan'er apa yang kau lakukan tadi aku melihat mu sedang berlari tapi kau tidak maju sedikit pun " tanya Jing hu ( ayah yuan si )


" oh. .. aku sedang berlari di treadmill " kata yuan si penuh semangat


" tr tre apa " jawab jhang Li penuh dengan rasa penasaran


" treadmill.... baiklah akan aku jelaskan " ucap yuan si sambil menjelaskan alat alat yang ada di ruang itu, semua tampak antusias dengan alat alat itu, namun tidak dengan tiga wanita yang sedari tadi fokus pada sesuatu.


" yuan'er apa ini " tanya nyonya yun ruo ( ibu ) sambil menunjuk ke arah sebuah cermin yang ada di ruang itu.


" itu cermin ibu " ucapnya yuan si mendekati mereka yang tengah asyik bermain main dengan bayangan mereka di cermin itu.


" cermin ...? cermin ini sangat bagus yuan'er apa ibu boleh memiliki nya " ucap nyonya yun ruo, dengan mata berbinar.


yuan si tersenyum dan berkata " aku sudah menyiapkan di meja rias ibu di dalam kamar, ibu bisa menyimpan nya " jelas yuan si, membuat Yun ruo tersenyum bahagia dan langsung memeluk erat yuan si " terima kasih yuan'er " jawabnya.


" nona apa aku juga boleh " tanya mei dan di angguki oleh meili, " ya kalian juga " ucap yuan si, sedangkan ke empat laki laki itu tengah asik dengan alat alat itu.


" baiklah ibu yuan'er kembali ke kamar dulu " ucap yuan si , " ya baiklah ibu juga akan kembali ke kamar " ucapnya, lalu mereka berjalan bersama karena kamar mereka berdua berada di lantai dua.


Yuan si memasuki kamarnya di ikuti oleh mei di belakang nya, " mei aku ingin mandi " ucap yuan si


" baiklah nona akan ku siapkan air nya " ucap mei


tak lama kemudian mei keluar dari kamar mandi " nona air nya sudah siap " ucap mei


" baik terima kasih mei " ucap yuan si

__ADS_1


" ya nona " ucapnya, " nona apa perlu ku bantu " sambung nya


" tidak perlu mei , oh ya mei apa ada kota di dekat sini " tanya yuan si


" ada nona kota terdekat berjarak tiga jam perjalanan menggunakan kuda nona itupun jika tidak ada gangguan " ucap mei.


" baiklah mei temani aku nanti setelah sarapan " ucap yuan si.


" baik nona aku akan menyiapkan makan nya " ucap mei " tunggu mei " ucap yuan si menghentikan langkah mei.


" ya nona " jawab mei


" ini tolong kau bagikan satu orang satu " ucap yuan si memberikan beberapa cincin penyimpanan pada Mei


" eh ini nona bukannya ini cincin penyimpanan " tanya mei wajah nya sangat terkejut, karena cincin penyimpanan adalah barang yang tidak semua orang punya karena harganya cukup mahal,.


" iya tolong bantu bagikan " ucap yuan si


" baik nona akan ku bagikan emm nona apa aku juga dapat " mei juga berharap nonanya juga memberikan cincin, walaupun dia tidak bisa berharap.


" ya bukannya aku katakan satu orang satu " ucap yuan si datar.


ucap mei dengan wajah berseri-seri, terlihat dia sangat senang dengan cincin itu


mei keluar dari kamarnya, yuan si pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri nya, setelah selesai yuan si memakai hanfu biru putih nya, ( hanfu , bukan hantu ya 🤣 ), namun tiba-tiba ada yang masuk kamarnya dan berteriak " yuan'er .....!!!!!!"


yuan si berbalik dan melihat mereka semua berdiri di depan nya sambil memegang beberapa botol pil di tangan mereka dengan raut muka sulit di jelaskan.


" yuan'er pil ini ..." ucap Li jing hu, dengan wajah penuh tanya, yuan si tersenyum manis dan menjawab " ya itu untuk kalian "


" tapi yuan'er pil ini sangat berharga kenapa kau memberikan pada kami lebih baik kau gunakan sendiri " ucap nyonya yun ruo


" ibu, ayah, aku tidak butuh pil pil itu kalian lebih membutuhkan nya dari pada aku " ucapnya ringan


" apa maksudnya yuan'er kau " tanya jhang Li yang masih tidak mengerti.


" ya aku sudah tidak butuh jika pun butuh aku perlu pil yang lebih tinggi dari itu, " jeda sejenak " karena aku sudah berada di tingkat langit ahir " jawab yuan si

__ADS_1


1...


2...


3...krik krik krik


" APA.......!!!!!!!!! " teriak mereka bersamaan


" auwww bisakah kalian tidak berteriak " ucap yuan si menutupi ke dua telinga karena teriakan mereka yang keras.


" yuan'er kau apa.... itu...." ucap jhang Li tak mampu lagi bicara.


yuan si tahu mereka tidak percaya yuan si pun mengeluarkan aura nya, seketika mereka semua terduduk di lantai karena tidak kuat menahan aura yang di keluarkan yuan si, yuan si langsung menarik kembali aura nya, dan mereka langsung bernapas lega.


" yuan'er.......!!!" ucap mereka langsung memeluk yuan si bahagia, yuan si hanya pasrah menerima pelukan mereka.


" yuan'er kau sangat hebat ayah bangga padamu " ucap Li jing hu bangga


" putri ku kau benar benar jenius yang terlahir seratus tahun sekali " ucap nyonya yun ruo


" nona kau sungguh hebat " mei


" benar nona " meili


" nona muda sungguh luar biasa " ucap luo, Liu , ( kedua pengawal )


" ya terima kasih " ucap yuan si dengan senyuman manis nya membuat siapapun yang melihatnya ingin mencubit pipinya.


" oh ya yuan'er dari mana kau dapat pil tingkat tinggi ini, apalagi tingkat kemurnian nya mencapai 90 % " ucap Li jing hu yang baru tersadar untuk apa mereka ke sini.


" ohh. itu aku yang membuat nya " jawabnya singkat


"apa.....!!!!!" mereka


" yuan'er apa kau bisa membuat pil , apa kau seorang alkemis " tanya nyonya yun ruo , kaget


" ya ........

__ADS_1


~ **di tunggu update nya lagi


~ Nex** ~


__ADS_2