Kerajaan Yuan Si

Kerajaan Yuan Si
24. cerita yuan Li ( 2 )


__ADS_3

" masih flash back " .......


saat ini yuan Li dan keluarga sudah duduk di bangku yang sudah di sediakan, tak lama setelah mereka duduk, seorang penjaga mengumumkan kedatangan raja, permaisuri, para selir, dan juga pangeran dan putri kerajaan.


" yang mulia raja dan permaisuri dan para selir memasuki aula "


" putra mahkota, pangeran ke dua, dan para putri memasuki aula "


seluruh tamu undangan berdiri dan memberi hormat dengan sedikit membungkuk, raja dan keluarganya duduk di tempatnya masing-masing.


" baiklah untuk semua undangan sebelum acara dimulai, saya akan mengumumkan sesuatu " ucap raja Xie hozu , menyeringai , jendral Li tentu menyadarinya, juga yuan Li yang sedari tadi bingung dengan apa yang terjadi padanya.


" aku benar-benar bisa, mendengar isi pikiran mereka apa yang terjadi padaku " batin yuan Li


yuan Li juga tahu apa yang di rencanakan oleh keluarga kerajaan, Kasim pun mengumumkan sebuah dekrit


" dekrit kerajaan, untuk nona keluarga jendral Li nona yuan Li silahkan maju kedepan " ucap Kasim itu yuan Li maju karena dia sudah tahu apa yang akan terjadi.


jendral Li dan juga sudah tahu untuk apa dia di undang.


sedangkan para tamu hanya bisa menerka nerka apa yang akan terjadi


yuan Li berlutut di depan aula Kasim pun membacakan dekrit itu


" yang mulia putra mahkota kerajaan angin ' xie hazu ' sangat mengagumi kecantikan dan juga bakat yang di miliki oleh nona yuan Li, dengan itu telah di putuskan nona yuan Li dari keluarga jendral Li, akan menjadi selir putra mahkota " ucap Kasim itu menghentikan ucapannya.


seluruh tamu sedang berbisik bisik setelah mengetahui rencana raja dan putra mahkota, sedangkan para putra bangsawan terlihat sangat kesal karena impian mereka untuk mendapatkan yuan Li kandas, sedangkan para putri juga kesal dan iri juga marah, karena keberuntungan yuan Li yang menjadi selir putra mahkota

__ADS_1


sedangkan yuan Li wajah nya sudah pucat, bukan karena sakit, tapi karena dia mendengar rencana yang di buat oleh raja dan putra mahkota.


" hehehe... sebentar lagi kau akan masuk perangkap ku jendral Li , dengan ini aku bisa menggunakan putri mu untuk mendapatkan seluruh pasukan mu " batin raja dengan seringai nya licik


" cantik aku akan mendapatkan mu setelah rencana ku dan ayah selesai malam ini, aku akan menghabisi seluruh keluarga mu , tapi kau tidak usah cemas kau akan menyusul mereka jika aku sudah bosan hehehe......" batin putra mahkota tersenyum licik


sedangkan jendral Li wajah nya memerah menahan amarahnya, juga jhang Li, sudah sangat geram ingin sekali dia mengobrak Abrik aula itu namun dia tahan, adik kesayangannya di jadikan selir dan masuk kandang singa.


" nona yuan Li terima dekrit ini " ucap Kasim itu


yuan Li bingung ingin menolak atau menerima, karena keduanya berujung Kematian, menolak berarti jadi penghianat dan hukuman mati, menerima juga mati


" apa yang harus aku lakukan ...." batin yuan Li


namun jendral Li mengangkat bicara


" jendral Li apa kau tahu artinya ini " ucap raja menyeringai senang rencananya akan segera di mulai


" ya yang mulia hamba mengerti, namun mohon berikan kami keringanan " ucap jendral Li


" baiklah karena aku akan memberikan keringanan , karena yang di rugikan di sini adalah putra mahkota maka biarkan dia yang memutuskan " ucap raja melirik putra mahkota, sedangkan yuan Li menunduk karena tidak bisa melakukan apapun


" baiklah jendral Li, bagaimana kalau memberikan setengah pasukan mu padaku sebagai kompensasi atas hal ini " ucap putra mahkota senang


jendral Li geram setengah pasukan, atau putri nya yang harus dia pilih namun


" baiklah aku akan memberikan setengah pasukan ku untuk kompensasi " ucap jendral Li '' putri ku lebih berharga dari pasukan ku, walaupun harus menyerahkan nyawa ku akan ku lakukan " batin jendral Li

__ADS_1


yuan Li lega mendengar itu karena putra mahkota hanya menginginkan pasukan ayahnya, namun itu hanya sebentar.


" nona yuan Li silahkan kembali ke tempat mu " ucap raja


" baiklah kita mulai saja perjamuan ini " ucap raja kembali


namun baru selangkah yuan Li mendengar rencana yang di lakukan oleh putra mahkota, " hehehe aku sudah menaruh racun di teh itu kalian akan mati besok pagi " batin putra mahkota menyeringai


yuan Li pun melihat keluarga nya yang sedang menuangkan teh itu ke dalam gelas, yuan Li tidak tahu harus berbuat apa jika langsung melarang dia akan di curigai, jika harus menunggu nya sampai tempat duduk tidak akan sempat , dan akhirnya


brukkkk.....!!??


yuan Li tersungkur di tengah langkah nya membuat seluruh tamu dan juga keluarga nya juga keluarga kerajaan menatap nya, mereka hanya mengira yuan Li hanya tersandung, namun yuan Li tidak juga kunjung bangun, membuat keluarga nya menjadi khawatir dan mengurung kan meminum teh nya


" yuan'er ......!!!! " teriak mereka berlari menghampiri yuan Li yang tengah tergeletak di lantai aula


" yuan'er .....! yuan'er.....!!!! apa yang terjadi padamu " ucap jendral Li, mengangkat nya ke pangkuannya


sedangkan nyonya yun ruo hanya bisa melihat putri nya khawatir juga jhang Li menatap nya khawatir


semua tamu undangan juga keluarga kerajaan hanya menunggu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.


" ayah .....ayo kita pulang . nanti akan ku ceritakan..." ucap yuan Li pelan, hanya di bisa di dengar oleh jendral Li, juga mengedipkan sebelah matanya


jendral Li yang mengerti putri nya hanya bersandiwara pun, tersenyum singkat dan melanjutkan yang sudah di mulai oleh putrinya itu.. karena dia juga sudah muak berada di sini, baginya aula ini adalah sebuah kandang singa...


~ Nex ~

__ADS_1


__ADS_2