
saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju panti asuhan, seperti biasa aku selalu membawa banyak barang yang akan ku bagikan pada anak-anak
aku selalu menyempatkan waktu untuk datang setiap bulannya, bukan apa . mereka keluarga ku satu satunya di sini
- panti asuhan -
tin....tinnnn.....( klakson mobil ) segera penjaga gerbang membukakan pintu
" ah... akhirnya sampai " gumam ku , segera membuka pintu kemudian aku memanggil beberapa orang untuk membawa semua barang-barang
" Lina kak David bantu aku sebentar " kataku... mereka adalah teman dekat ku sebenarnya kita senasib
" yuan er ' kau datang " kata mereka bersamaan , mereka saling berpandangan
" kau....!!!" bersamaan
aku terkekeh geli melihat tingkah laku mereka, sebenarnya aku sudah tau kalau mereka saling suka,
aku bisa tahu karena aku bisa membaca pikiran orang lain 'tian' bilang ini kemampuan sepesial ku .
aku memiliki beberapa kemampuan di luar kultivasi
kemampuan mengendalikan angin, melihat dalam gelap , melihat tembus pandang, membaca pikiran
aku ahli semua elemen, tapi aku bisa mengendalikan angin tanpa energi Qi , bahkan membuat sebuah badai tornado yang besar dan mengendalikan nya , Tian bilang itu garis keturunan ' aku penasaran siapa sebenarnya orang tuaku.
back to story'...
" sudah.... apa kalian tidak merindukan ku " ucap ku sambil menghampiri mereka yang masih beradu argument
" tentu saja aku merindukan mu " ucap lina yang langsung memeluk ku dengan erat, aku hanya tersenyum dan membalas pelukan nya
" hei kau tidak merindukan ku " ucap David sambil tersenyum mendekat
__ADS_1
" ha...untuk apa aku merindukan mu " ucap ku sengaja meledek nya
" dengarlah... hahaha hahaha...." ucap lina sambil tertawa terbahak-bahak
dan benar saja dia langsung cemberut, aku pun langsung menarik tangan nya dan kami pun berpelukan melepaskan rindu
" sampai kapan kita berpelukan " ucap ku menyadarkan mereka
" biar sebentar lagi kami masih rindu " ucap mereka berdua, yang membuat ku merasakan kehangatan keluarga
" baik baik cukup " ucapku sambil melepaskan pelukannya
" yu er kapan kau kembali dari Eropa " tanya david sambil menurunkan kotak kardus dari mobil
" kemarin begitu sampai aku langsung menuju perusahaan karena ada rapat mendadak dan baru hari ini aku kesini " ucapku sambil tersenyum
" yuan apa isi kotak kotak ini " tanya lina
" hanya baju aku ingin membagikan pada anak-anak" jeda " oya di mana ibu wei " tanya ku
ucap lina
" kalian pindahkan semua nya ke dalam dan bagikan " teriak ku sambil berlari menuju dapur
mereka melihatnya sambil menggelengkan kepalanya sambil berkata " tidak pernah berubah " dalam hati
aku pun langsung masuk ke dalam dan mengedarkan pandanganku , terlihat seorang perempuan berusia sekitar empat puluh lima tahun tapi masih terlihat cantik dan terawat seperti masih tiga puluh tahunan.
aku pun berlari dan memeluk nya dari belakang , tentu yang di peluk pun merasa kaget
" ehh.... yu'er kapan kau kembali " ucapnya kaget
" kemarin ibu aku merindukan ibu " ucapku sambi memeluknya erat
__ADS_1
" ya aku juga kembalilah ke kamarmu kau pasti lelah kan " ucapnya sambil mengelus rambut ku
" tidak aku tidak lelah aku masih mau di sini " ucap ku dengan nada manja
" baik lah kau ini sudah besar kenapa sikapmu tidak berubah " kata nya sambil melihatku
" memangnya aku Ultraman berubah " dengus ku kesal tentu saja dengan nada manja, aku tidak tau aku selalu bersikap manja pada ibu
tentu saja apa yang aku lakukan menjadi perhatian orang-orang di ruangan itu, dan mereka tertawa terbahak-bahak melihat tingkah ku
' apa ini masih tuanku sikapnya berbeda sekali dia selalu bersikap dingin dan kejam terhadap musuh nya'
batin Tian di ruang dimensi
long ,Ling , yin ,yang , hanya menggeleng kepala melihatnya tentunya dari ruang dimensi, karena mereka melihatnya melalui monitor besar yang sudah di berikan sihir oleh tian , dan tentu saja monitor itu hasil ulah yuan apalagi kalau bukan hasil curiannya
Lina dan David yang melihat hanya bisa saling memandang apa yang di lakukan yuan
' ya ampun tingkahnya sama sekali tidak berubah ' batin David dan lina
" apa kau tidak bisah merubah sikap kekanakan mu itu
kau seorang ceo dan bos " ucap lina sambi berjalan ke arah ku
" memangnya kenapa aku menyayangi ibu " kata ku yang masih menempel pada ibu
" apa kau sudah selesai membagikan nya " tanya ku sambil melepaskan pelukan pada ibu
" aku sudah membagikan semuanya " ucapnya
" apa yang kau bagikan yuan'er " tanya ibu dengan raut wajah bingung
" ooh hanya membagikan baju pada anak-anak" kata ku sambil tersenyum
__ADS_1
" baiklah kalian istirahatlah aku akan menyiapkan makan malam " ucapnya lalu kami pun pergi meninggalkan tempat itu.
...Nex.......