Kesayangan Ceo Tampan

Kesayangan Ceo Tampan
Bersandar Di Bahu


__ADS_3

"Ya sudah,kita cuma bisa menunggu sampai besok pagi." ujar Christian.


"Hah??besok??jadi kita harus bermalam disini pak??" tanya Lily yang kaget.


"Iya,terpaksa..Karena kita tidak bisa minta bantuan dari teknisi." ujar Christian menjelaskan.


Lily pun langsung menghela nafas dengan wajah cemberut.


Lily pun memilih duduk di pojok,karena terlalu pegal untuk berdiri.Sementara Christian memilih tetap berdiri didepan Lily dengan jarak beberapa senti agar membuat Lily merasa nyaman.


"Hatchi..Hatchi.." seru Lily yang tiba-tiba bersin.


Christian pun langsung menoleh.


"Kau sakit??"tanya Christian.


"Tidak pak." jawab Lily singkat.


Christian pun langsung membuka jasnya dan memakaikannya pada Lily.


"Apa yang bapak lakukan??" tanya Lily.


"Ini pengaruh dingin,jadinya kau tidak kuat.Pakai saja jas ku supaya kau tetap hangat." jawab Christian.


Bukan menerima,Lily justru melepas jas itu dan di kembalikan pada Christian.

__ADS_1


"Tidak usah pak,aku baik-baik saja." jawab Lily menolak kebaikan Christian.


Christian pun langsung menghela nafas dengan kesal.


"Selama masih berada di kantor ku,tolong turuti saja.Jangan kaitkan masalah pribadi dengan situasi di kantor." ujar Christian dengan tegas dan memaksa balik memakaikan jas nya pada Lily.


Lily pun langsung menatap ketus pada Christian.Dan tak bisa menolak paksaan Christian karena memandang ia sebagai CEO nya.


Malam semakin larut,Lily pun mulai mengantuk dan berulang kali menguap.Rasa kantuk yang tak tertahankan,akhirnya membuat ia tertidur dengan duduk bersandar di dinding lift.


Christian yang tanpa sengaja menoleh kearah Lily,langsung mendekati Lily.


"Dia tertidur??" ujarnya.


Christian pun ikut duduk di samping Lily,dan mencoba menggeser kan kepala Lily secara perlahan di atas bahunya.


*


*


Esok harinya..


Lily mulai membuka matanya karena sudah terbangun.Ia langsung menoleh terkejut saat kepalanya bersandar di atas bahu Christian.


Bagaimana bisa aku bersandar disampingnya??' tanya Lily dalam hatinya yang bingung.

__ADS_1


Dan secara bersamaan Christian pun terbangun,begitu juga dengan pintu lift yang terbuka.Terlihat beberapa staff sudah berdiri di depan lift yang akan memasuki lift.


Lily pun langsung bangkit dengan keadaan yang sedikit panik,karena ia menjadi pusat perhatian para staff yang melihat.Diikuti juga dengan Christian yang ikut bangkit.


Seorang pria paruh baya yang sebagai manager pun dengan cepat menghampiri Cristian.


"Pak CEO,apakah bapak baik-baik saja.Maafkan kami atas kesalahan teknis di lift ini." ujar pria itu yang meminta maaf.


Sesaat Christian pun menoleh kearah Lily yang tertunduk.


"Kau pulang lah,aku ijinkan kau hari ini untuk libur." ujar Christian yang beranjak pergi.


Lily pun menoleh kaget.Dan bersamaan Vera datang menghampiri Lily.


"Lily,ku dengar kau terjebak di lift semalaman??apa benar??" tanya Vera yang langsung mencemaskan Lily.


Lily pun hanya tersenyum tipis.


"Aku akan siap-siap dulu untuk rapat nanti." ujar Lily bergegas meninggalkan Lift dan menuju toilet.


"Tapi bukannya pak CEO menyuruh mu untuk libur??" tanya Vera yang sempat mendengar perintah Christian.


"Tidak apa-apa..Rapat presentasi ini menentukan posisi ku aman atau tidak Ver..Aku sudah berjuang lembur semalaman,tidak mungkin aku tidak hadir dalam rapat ini." jelas Lily.


"Tapi kau yakin kau baik-baik saja??apa tubuh mu tidak lelah??" tanya Vera masih mencemaskan Lily.

__ADS_1


Lily kembali tersenyum.


"Aku bukan perempuan lemah Ver.." jawab Lily.


__ADS_2