
Saat tiba untuk rapat dan beberapa staff bagian sudah berkumpul termasuk Lily.Tak berapa lama Christian pun memasuki ruang rapat untuk mengikuti rapat presentasi mereka.
Namun,sebelum ia menduduki kursi sesaat pandangannya beralih ke arah Lily.
"Kau,kenapa masih disini??" tegur Christian bertanya pada Lily.
Para staff yang menghadiri rapat itu pun ikut mengalihkan perhatiannya ke arah Lily.
Lily pun seakan langsung memasang wajah bingung.
"Euh..Karena saya ikut turut dalam rapat ini pak." jawab Lily.
"Bukankah aku sudah menyuruh mu untuk pulang dan beristirahat??" tanya Christian mengungkit perintahnya yang sebelumnya menyuruh Lily untuk beristirahat.
"I..Iya benar pak.Tapi saya tidak apa-apa..Saya baik-baik saja." jawab Lily mencoba menjelaskan.
"Keluar.." perintah Christian dengan nada dingin.
Lily pun terkejut saat Christian menyuruhnya keluar
"Tapi pak..-" seru Lily yang langsung bersikap panik.
"Keluar dan pulang.." timpal Christian lagi.
__ADS_1
Lily pun langsung merasa bingung,dengan perintah Christian.Sebab ia memikirkan pekerjaan yang sudah susah payah ia selesaikan dalam semalaman dan sampai harus lembut.
"Lily,apa kau tidak dengar perintah ku??" tegur Christian dengan tegas.
"Sudah Ly,lebih baik turuti saja perintah pak CEO kita.Daripada nanti mempersulit posisi mu." bisik salah satu teman kerja Lily yang duduk di sampingnya.
Lily pun langsung menarik nafas panjangnya dengan kesal.Ia pun langsung beranjak bangkit dan memberi hormat pada Christian.
"Permisi pak." ucap Lily langsung pergi meninggalkan ruang rapat.
Christian pun hanya melirik tanpa menjawab.
Lily dengan perasaan kesal langsung membereskan barang-barang nya sebelum pulang.
"Hei.,bukannya kau akan rapat hari ini??kenapa kau membereskan barang mu??" tanya Radit penasaran.
"Aku disuruh pulang sama CEO kita yang menyebalkan itu." jawab Lily dengan nada ketus.
"Suruh pulang??tumben?kenapa?" tanya Radit yang masih tidak tahu jika Christian menyuruh Lily pulang,karena untuk disuruh istirahat di rumah.Akibat ia terjebak di dalam lift bersamanya.
"Mau ku antar??" tanya Radit menawarkan dirinya.
"Tidak usah Dit,terima kasih..Aku pulang dulu." jawab Lily menolak tawaran Radit dan ia pun langsung meninggalkan kantornya.
__ADS_1
Selesai rapat,Christian meninggalkan ruang rapat.Saat ia akan kembali ke ruangan kerjanya,sesaat ia melirik kearah meja kerja Lily.Christian pun langsung tersenyum,karena ternyata Lily sudah pulang dan sengaja membiarkan Lily agar bisa beristirahat dirumahnya.
*
*
Tiba di rumah, Lily langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya sambil memandangi atas dindingnya.
"Kenapa pria itu jadi bersikap kejam padaku??baru semalam dia perhatian padaku.Tapi hari ini??Ah sudah lah..Seorang atasan selalu saja bersikap semau nya tanpa menghargai bagaimana aku sudah susah mengerjakan presentasi ku..Huuua.." rengek Lily sambil menutup wajahnya dengan bantal.
Tak berapa lama,terdengar suara ketukan pintu dari rumahnya.Lily pun langsung bangkit dan bingung.
"Siapa yang datang??" tanya Lily pada dirinya sendiri.
Lily langsung segera membuka pintu dan melihat seseorang yang datang.Dan ia pun dikejutkan dengan kedatangan Christian.
"Pak..Pak CEO." seru Lily yang kaget dengan kedatangan Christian tiba-tiba.
"Kau sibuk?" tanya Christian.
"Euh itu..Ya,aku sangat sibuk." jawab Lily dengan gugup dan berbohong.
"Tapi sepertinya kau tidak sibuk,ayo ikut aku." ujar Christian langsung menarik tangan Lily untuk pergi.
__ADS_1
"Tapi..-" seru Lily yang belum sempat mengatakan apa pun pada Christian.