
Lily pun sesaat melirik menoleh sedikit ke arah Chris.
"Ada apa dengan mu??Kau baik-baik saja?" tanya Chris yang penasaran.
Lily pun kembali membalikkan kepalanya menghadap pintu lift.
"Tidak apa-apa pak." jawab Lily dengan datar.
"Tapi..-" seru Chris belum sempat bicara dan menarik tangan Lily.Namun,ia gagal karena pintu lift sudah terbuka dan Lily bergegas meninggalkan Chris.
Chris cuma bisa menarik nafas panjang,melihat sikap Lily yang tiba-tiba dingin dan cuek padanya.
Saat Lily akan meninggalkan kantor,ia tiba-tiba dihadang oleh kemunculan pria asing.
"Hai." sapa pria asing itu.
Lily pun menatap bingung.
"Aku pria yang menolong mu tadi siang." ujar pria itu memberitahu.
"Ah ..Iya." jawab Lily tersenyum kaku.
"Ini..Tadi siang kau menjatuhkan dompet mu." ujar pria asing itu sembari memberikan dompet tersebut pada Lily.
"Oh ya??Aku sampai tidak tahu.Terima kasih tuan." ujar Lily langsung mengangguk dan berterima kasih pada pria asing itu.
"Jadi nama mu Lily?" tanya pria itu memastikan dulu.
"Iya tuan..Bagaimana tuan tahu?" jawab Lily dan bertanya.
__ADS_1
"Maaf,aku sempat melihat kartu identitas mu.Jadi ku pikir aku harus mengembalikan dompet mu." jawab pria itu menjelaskan.
"Oh begitu,sekali lagi terima kasih karena tuan sudah mengembalikan dompet saya." kata Lily.
"Sama-sama.."
"Kalau begitu saya permisi pulang."ucap Lily sembari berpamitan pada pria itu.
Namun,sesaat pria itu memanggil Lily.
"Tunggu.-"
Chris yang akan meninggalkan kantor,tanpa sengaja melihat kebersamaan Lily bersama pria asing.Hal itu membuatnya menatap curiga dan mengawasinya dari kejauhan.Terlebih saat Lily pergi bersama pria yang sama sekali tidak ia kenal.
"Siapa pria itu?"tanya Chris bicara sendiri.
"Chris?" sahut seorang wanita memanggil Chris.
"Kau..Kenapa kau disini?" tanya Chris dengan nada ketus.
"Aku disuruh ibu mu untuk menemui mu."jawab Alena.
"Ibu ku?" tanya Chris yang bingung.
"Yah,ibu mu menyuruh ku untuk menjemputmu.Dia ingin kita makan malam bersama.Karena dia juga ingin kita datang bersama,layaknya sepasang kekasih." ujar Alena menjelaskannya dengan percaya diri.
Chris pun seketika menatap dingin.
"Tapi sayang nya aku tidak tertarik." jawab Chris menolak mentah ajakan Alena.Dan beranjak pergi.
__ADS_1
Namun,Alena dengan cepat mengikuti Chris dari belakang dan menarik tangan Chris.
"Tunggu Chris..Kau tidak bisa menolak ajakan ibumu begitu saja." ujar Alena.
Chris pun langsung menepis tangan Alena dari tangannya.
"Memangnya kenapa?aku berhak melakukan apa pun yang ku ingin kan.Dan kau,berhenti mengejar ku terus.Berhenti berharap jika kita akan memenuhi keinginan orang tua kita.!!" sentak Chris mulai kesal.
"Kau menolak karena gadis itu kan?" tanya Alena langsung menyinggung Lily.
Chris pun menatap tajam ke arah Alena.
"Dengar Chris,kalau kau lebih memilih gadis miskin itu karir mu akan hancur.Dan aku juga tidak bisa membiarkan mu bersama gadis miskin itu.Dia tidak layak untuk mu." ujar Alena yang menghina Lily.
Membuat Chris pun semakin kesal.
"Sebelum kau mengatakan hal itu,sebaiknya kau berkaca saja.Apa kau layak untuk bersama ku.." ucap Chris dengan nada dingin dan langsung pergi meninggalkan Alena begitu saja.
Alena pun seketika kesal sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Gadis sialan,tidak akan ku biarkan dia terus didekat Chris." gerutunya bicara sendiri.
...****************...
Hai readers..😊😊
Terima kasih yang sudah mampir di karya othor..😉😉
Sambil nunggu kelanjutan bab "Kesayangan CEO Tampan"
__ADS_1
Yuk mampir ke karya baru othor..😉