Kesayangan Ceo Tampan

Kesayangan Ceo Tampan
Bertemu Karen


__ADS_3

Chris pun langsung menatap bingung.


"Memangnya kenapa??" tanya Chris.


"Karena ini masalah saya dan saya tidak mau melibatkan tuan dalam urusan saya." jawab Lily.


Chris pun langsung bangkit dan menghampiri Lily.


"Kenapa kau bilang begitu??Apa kau meragukan ku?Kau tidak percaya padaku?" tanya Chris ingin tahu.


"Tidak pak,saya cuma tidak mau melibatkan bapak.Karena tidak ada yang harus dibicarakan lagi,saya permisi pak." jawab Lily dengan nada dingin dan langsung meminta ijin untuk keluar dari ruangannya.


Namun,Chris justru mendekap tubuh Lily dari belakang dengan erat.Bahkan menyandarkan dagunya tepat diatas bahu Lily.


Yang seketika membuat Lily pun kaget dengan tindakan Chris.


"A..apa yang bapak lakukan?" tanya Lily yang mencoba melepaskan dirinya dari dekapan Chris

__ADS_1


Tapi Chris justru semakin mendekap tubuh Lily.


"Please,hanya sebentar saja.Rasanya aku tidak bisa jauh dari harum tubuh mu Lily." ungkap Chris dengan nafas yang begitu berat.Lily pun dapat merasakan nafas Chris dan bau parfum yang khas yang dipakai Chris saat ini.


"Maaf pak tapi ini di kantor dan tidak sepantasnya bapak melakukan nya dengan bawahan seperti saya." ucap Lily dengan tegas dan langsung meninggalkan Chris begitu saja.


Chris hanya bisa menghela nafas panjangnya.


...****************...


Lauren pergi menemui seseorang yang mengajak dirinya untuk bertemu.


Lauren pun langsung menghampiri wanita itu yang bernama Karen.


"Nyonya Karen." sapa Lauren tanpa menunjukkan senyuman yang ramah.


"Ah,akhirnya kau datang juga nyonya Lauren." ujar Karen sambil meletakkan gelas tersebut diatas meja.

__ADS_1


Lauren pun langsung duduk tepat dihadapan Karen.


"Katakan saja apa mau ,karena aku tidak memiliki banyak waktu." ucap Lauren dengan nada serius.


"Wah,kenapa sikap mu seketika berubah setelah kau membatalkan kerja sama kita dan pertunangan kedua anak kita??" tanya Karen mengungkitnya.


Karen ternyata Karen adalah ibu kandung Alena.Yang sejak mengetahui pertunangan Alena dan Chris batal.Membuat Karen seakan tidak bisa tinggal diam begitu saja.


"Nyonya Karen,aku saat ini tidak memiliki banyak waktu.Katakan saja apa mau dan setelah ini anggap saja pertemuan kita untuk yang terakhir kalinya." tukas Lauren dengan tegas.


"Nyonya Lauren,sepertinya kau tidak jauh berbeda dengan anak mu.Mudah sekali memutuskan hubungan begitu saja yang sebenarnya sudah lama kita jalin.Apa gadis miskin itu benar-benar berarti untuk kalian??Anak mu membuang sebuah berlian hanya untuk memungut sampah di jalanan.Sungguh aneh sekali kalian ini." sindir Karen dengan bersikap santai tanpa emosi.Walaupun sebenarnya hatinya saat ini sedang menahan amarah karena sikap Lauren yang ternyata sangat datar dan tidak seperti diawal ia mengenal.


"Aku hanya ingin Chris hidup bahagia dengan pilihannya.Bagaimana bisa kita sebagai orang tua membiarkan anak kita tidak bahagia hanya karena hidup tidak bersama orang yang sesuai pilihannya.Apakah menurut mu itu tidak egois nyonya Karen?" jawab Lauren menyindir balik Karen.


Karen pun langsung menatap tajam ke arah Lauren.


"Tapi kau tidak bisa membatalkan kerja sama kita hanya karena anak mu sudah membatalkan pertunangannya.Yang sebenarnya egois adalah kau sendiri nyonya Lauren.!" hardik Karen dengan nada yang lantang.

__ADS_1


"Lebih baik kau terima saja nyonya Karen.Karena sebenarnya aku tidak pernah berniat ingin bekerja sama dengan perusahaan mu.Aku menerima kerja sama itu,semata-mata karena orang tua ku yang yang pernah mengenal orang tua mu.Permisi." jawab Lauren langsung pergi.


__ADS_2