Kesayangan Ceo Tampan

Kesayangan Ceo Tampan
Alena Yang Tidak Terima


__ADS_3

Setelah perdebatannya dengan Chris,Alena langsung pergi menemui Lauren.


Raut wajahnya begitu kesal dan tidak terima dengan semua ucapan Chris.Terlebih saya mengetahui jika Lauren tidak menerima dirinya sebagai pilihan Chris.


Alena langsung menemui Lauren di kediamannya.Saat bertemu ia melihat Lauren tengah bersantai di ruang makan sambil menikmati teh hangat.


"Tante,apa maksud Chris kalau kau tidak menerima perjodohan kami??kau mendukung Chris dengan pilihannya sendiri??kenapa kau jadi labil seperti ini?" tanya Alena yang protes dengan kesal.


Lauren dengan sikap tenang,sesaat menoleh ke arah Alena.


"Karena aku ingin Chris bahagia dengan pilihannya,bukan dengan wanita yang tidak bisa membuatnya bahagia."jawab Lauren masih dengan sikap tenangnya.


"Tapi bukankah kau mendukung perjodohan kami?kenapa kau jadi berubah pikiran tante.!" protes Alena lagi.


"Sebenarnya aku sama sekali tidak mendukung perjodohan kalian.Ini hanya untuk bisnis dan bukan keinginan ku,melainkan orang tua mu yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kami.Dan menawarkan dirimu untuk dijodohkan dengan Chris."jawab Lauren menjelaskan dengan tegas.


Membuat Alena pun langsung kaget.


"Kalau kau tidak terima silakan mundur,agar mempermudah hubungan Chris dan pilihannya sesuai keinginannya." kata Lauren menyarankan.


Semakin membuat Alena semakin syok.


"Kau sungguh keterlaluan tante.Aku tidak terima dengan semua ini.Aku akan membuat kalian menyesal.!" ucap Alena langsung pergi meninggalkan Lauren begitu saja.


Sang asisten pribadi Lauren pun mendatangi Lauren.


"Awasi wanita itu,jangan sampai dia mengusik hubungan Chris." ucap Lauren memberi perintah pada sang asisten pribadinya.


Sang asisten pribadi langsung mengangguk mengerti.

__ADS_1


...****************...


Fandy akhirnya mengantar Lily pulang ke rumah.


Tiba didepan rumah,Lily bergegas turun dari mobil Fandy dan berpamitan.


Tapi Fandy justru ikut turun dan menghampiri Lily.


"Lily." panggil Fandy.


Lily pun langsung menoleh ke arah Fandy.


"Bagaimana dengan kata-kata ku kemarin?" tanya Fandy yang penasaran.


Membuat Lily sedikit bingung.


"Kata-kata yang mana?" tanya Lily.


"Oh,soal itu..Maaf,sepertinya aku belum berminat untuk menjalin hubungan dengan siapa pun." jawab Lily yang langsung menolak.


"Kenapa??Apa karena Chris?" tanya Fandy menyinggung Chris.


Membuat Lily seketika terdiam.


"Bukankah kalian hanya sebatas staff dan atasan,seharusnya tidak masalah jika kita berkencan bukan?" ujar Fandy.


"Bukan soal itu,tapi aku belum ingin menjalin hubungan dengan siapa pun.Maaf." jawab Lily yang tetap menolak dan langsung meninggalkan Fandy.


Fandy pun langsung menghela nafas panjangnya.Karena harus menerima penolakan dari Lily yang sudah membuatnya jatuh hati.

__ADS_1


Kenapa gadis ini sulit untuk meluluhkan hatinya.' batin Fandy yang masih merasa kecewa.


...****************...


Keesokan harinya..


Saat Lily akan berangkat ke kantor,ia langsung dikejutkan dengan kedatangan sebuah mobil putih yang berhenti tepat di hadapannya.


Lily pun langsung memandang dengan mobil tersebut.Dan tiba-tiba seseorang pun menurunkan kaca mobilnya yang langsung menyapa ramah ke arah Lily.


"Selamat pagi Lily." sapa Lauren yang ternyata sengaja datang menjemput Lily.


Seketika membuat Lily terkejut dengan kedatangan Lauren.Lily hanya bisa tersenyum kaku saat Lauren menyapa dirinya dengan sangat ramah.


"Masuk lah,aku akan mengantar mu." ujar Lauren menyuruh Lily untuk masuk ke mobil.


Lily pun langsung menuruti ajakan Lauren,karena merasa tidak enak hati jika menolak permintaan ibu Chris.


Dan mobil pun langsung melaju meninggalkan kediaman Lily.


Sebelum mengantar Lily ke kantor,ternyata Lauren mengajak Lily untuk sarapan disebuah cafe dekat kantornya.


"Lily,maaf kalau aku meminta mu untuk menemani ku sarapan dulu." ujar Lauren.


"Tidak apa-apa nyonya.Saya justru merasa sangat senang karena saya bisa menemani nyonya sarapan dan berbincang dengan anda." jawab Lily tersenyum tipis.


Lauren pun ikut tersenyum.


"Sebenarnya aku bukan hanya ingin meminta mu menemani ku sarapan saja.Tapi,ada sesuatu yang ingin ku minta dari mu." ujar Lauren saat menyeruput minuman yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Lily pun langsung memandang bingung.


__ADS_2