
Tiba di suatu mansion megah,Chris menuntun Lily untuk turun dari mobil.
Sesaat Lily menatap bingung dan heran,melihat sebuah tempat yang belum pernah ia datangi.
"Apakah disini tempatnya pak?"tanya Lily sebelum mengikuti Chris.
"Iyah..Dan ini bukan di jam kantor,tolong jangan memanggil ku dengan sebutan bapak Lily." ujar Chris menegur Lily.
Lily pun tak menanggapi teguran Chris dan hanya memalingkan wajahnya.
"Ayo kita masuk." kata Chris langsung mencoba menggenggam tangan Lily.
Namun,Lily justru menghindar dan memilih mengikuti Chris berjalan dibelakangnya.Chris hanya bisa menghela nafas dengan penolak kan Lily.
Saat memasuki mansion tersebut,mereka pun langsung disambut oleh Lauren.
Yang seketika membuat Lily kaget dan tercengang.Ia hanya bisa membulatkan kedua matanya,karena ia kembali bertemu dengan wanita yang sebelumnya bertemu dengannya.
Bukankah dia,' batin Lily.
"Selamat datang Lily,senang kamu bisa datang ke kediaman saya." sapa Lauren pada Lily dengan nada yang sangat ramah.
__ADS_1
"Ah,iya terima kasih atas undangan nyonya.Saya merasa sangat terhormat bisa diundang langsung oleh nyonya." jawab Lily sambil tersenyum mengangguk.
"Mari,kita langsung ke ruang makan untuk mulai makan malamnya." ucap Lauren mengajak Lily menuju ruang makannya.
Lily hanya mengangguk dan mengikuti arahannya.
Tiba diruang makan,Chris dengan sigap langsung menggeser kan kursi untuk Lily duduk.Tapi Lily justru memilih menarik kursi disebelahnya.Melihat itu,Chris kembali menghela nafas.
Mereka pun akhirnya menikmati makan malam bersama.Dan disela menikmati makan malam,sesaat Lauren menoleh ke arah Lily.
"Lily,bagaimana dengan latar belakang keluarga mu??Apakah aku boleh mengetahui tentang diri mu?" tanya Lauren sambil tersenyum.
"Ma,kurasa tidak sopan jika mama bertanya seperti itu pada Lily." sahut Chris menegur ibunya.
Sesaat Lily menoleh ke arah Chris.Ia tampak bingung,karena entah apa tujuan Chris mengajak dirinya menemui Lauren tanpa memberitahu sebelumnya.Yang sekarang Lauren seakan sedang menginterogasi dirinya.
"Itu." sahut Lily sesaat bingung.
"Tenang saja,pertanyaan ku ini hanya ingin tahu,tidak bermaksud apa pun." ujar Lauren menjelaskan.
"Oh.." sahut Lily singkat.
__ADS_1
Lily pun langsung menarik nafas panjangnya.
"Saya hanya terlahir dari keluarga sederhana.Dan kedua orang tua saya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.Saya juga hidup sendiri dan untuk menghidupi diri saya,saya bekerja di kantor tuan Chris sebagai staffnya." jawab Lily apa adanya.
"Oh begitu..Baik lah,aku mengerti." ujar Lauren hanya menanggapinya dengan tersenyum.
Sementara Lily masih melanjutkan makan malamnya.
Selesai makan malam,Lauren pun mengajak Chris dan Lily bersantai di ruang keluarga.Lily pun masih menuruti dan mengikuti ajakan Lauren.
Sembari disuguhkan dengan teh hangat,Lauren kini memperhatikan Lily.
"Lily,bagaimana dengan makan malamnya??Apakah kamu menyukainya?" tanya Lauren membuka topik obrolan lagi.
"Saya sangat terkesan nyonya.Makanan yang dihidangkan sangat enak." jawab Lily memuji makanan yang dihidangkan Lauren.
"Syukur lah kalau kamu menyukainya.Dan lain kali aku ingin mencoba masakan mu..Apa kamu bersedia?" ujar Lauren dan bertanya pada Lily.
Lily pun langsung kaget dan heran dengan ucapan Lauren.
"I..Iya nyonya..saya bersedia." jawab Lily mengangguk reflek.
__ADS_1
"Bagus lah..Kalau begitu,tentukan saja secepatnya untuk meresmikan hubungan kalian." ungkap Lauren.