
Beberapa hari kemudian..
Lily akhirnya berperang dingin pada Chris.Dia benar-benar tidak mau bicara sedikit pun pada Chris.Selain ia masih berada didalam kantor.Itu pun jika ada sesuatu yang penting menyangkut pekerjaannya.
Selebihnya Lily berusaha menghindar dari Chris.Supaya Chris berhenti mendekatinya dan mempersulit hidupnya.
Karena bagi Lily,ia masih dihantui dengan sosok Alena yang terkadang suka muncul dihadapannya.
Setelah jam kerja usai,Lily bergegas pulang ke rumah.Tapi siapa sangka,baru saja ia keluar dari kantor.Fandy tiba-tiba datang dan menjemputnya.
Ingin sekali rasanya Lily ingin menghindari Fandy.Karena saat ini ia benar-benar tidak ingin didekati oleh pria mana pun.
"Hai." sapa Fandy sambil menunjukkan senyumannya yang ramah.
Lily hanya bisa tersenyum kaku.
"Kau mau pulang?ayo aku akan mengantarmu." ujar Fandy menawarkan diri untuk mengantar Lily.
"Tidak usah,aku bisa pulang sendiri.Terima kasih untuk tawarannya." jawab Lily menolak tawaran Fandy.
__ADS_1
"Kenapa?Apa kau merasa tidak nyaman dengan ku?"tanya Fandy.
"Ah tidak..Aku cuma tidak mau merepotkan mu." jawab Lily sambil melambaikan kedua tangannya.
"Berarti tidak masalah jika aku mengantar mu pulang.Ayo." ujarnya yang langsung menarik tangan Lily meninggalkan kantornya.
Lily pun hanya bisa mengikuti karena tidak sempat menolak ajakan Fandy.
Dan hal itu pun dilihat langsung oleh Alena.
Alena pun langsung memanfaatkan keadaan dengan merekam kebersamaan Lily dengan pria asing yang tidak ia kenal.
Setelah Lily dan Fandy pergi,Alena kembali menemui Chris yang masih berada di kantornya.
Dan terlihat Chris masih tengah sibuk dengan pekerjaannya.
"Halo sayang.." sapa Alena dengan nada yang manja sambil berjalan ke arah Chris.
Tanpa menjawab,Chris hanya melirik tajam ke arah Alena.
__ADS_1
"Kenapa kau masih berada disini?Bagaimana jika kita pergi makan malam?" ajak Alena memberi saran untuk pergi makan malam.
Chris masih diam dan tidak menanggapi ajakan Alena.
"Hei..Kenapa kau masih mengabaikan ku?Aku datang kesini dengan niat yang baik Chris.Tidak bisakah kau menerima ajakan ku?" tanya Alena sembari merangkul kan tangannya di atas bahu Chris.
Chris pun langsung melirik tajam ke arah tangan Alena dan langsung menghempaskan nya secara kasar.
"Keluar.!" pekik Chris menyuruh Alena keluar dari ruangannya.
"Kenapa Chris?Aku hanya ingin mengajak mu makan malam.Ini demi hubungan baik kita.Kita akan segera tunangan dan menikah Chris." ucap Alena mengungkitnya dengan percaya diri.
Sesaat Chris menghentikan pekerjaannya dan menatap sinis pada Alena.
"Kau masih saja terlalu percaya diri,kalau kita akan benar-benar tunangan dan menikah?" sahut Chris mulai buka suara.
Alena hanya memandang bingung.
"Sebelum mimpi mu berakhir sia-sia,lebih baik kau sadar dan menjauh lah dari kehidupan ku.Karena sudah berulang kali ku bilang padamu,khayalan mu itu tidak akan pernah terjadi.Jadi berhenti lah mengusik ku.!!" sentak Chris mulai kesal.
__ADS_1
"Aku tidak bermimpi Chris,memang kenyataannya kita akan segera bertunangan dan menikah.!Orang tua kita sudah mendukung dan merestuinya.Jadi kau tidak bisa menolak perjodohan ini.!" jawab Alena dengan tegas dan mengingatkan Chris.
"Tapi sepertinya itu cuma dari pihak orang tua ku.Karena ibu ku justru menginginkan wanita yang sesuai pilihan ku.Bukan wanita seperti mu!" tukas Chris yang membalasnya dengan tegas.