Kesayangan Ceo Tampan

Kesayangan Ceo Tampan
Pria Asing


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Lily seperti biasa menjalani harinya dengan melakukan pekerjaannya di kantor.


Dan sesaat Chris menatap heran dengan sikap Lily yang setiap bertemu dengannya selalu bersikap dingin.Baginya sikap Lily berbeda dengan sebelumnya.


Bahkan saat Lily mengantarkan berkas padanya,Lily juga enggan melihatnya.


Saat Lily akan meninggalkan ruangannya,Chris dengan cepat menahan tangan Lily.


"Aku perlu bicara dengan mu." ujar Chris pada Lily saat ia menoleh kearahnya.


Lily pun langsung menepis tangan Chris dengan pelan.


"Maaf pak,ini masih jam kerja.Saya masih banyak pekerjaan.Permisi." jawab Lily menolak ucapan Chris dan langsung meninggalkan ruangan Chris.


Chris hanya bisa memandangi Lily dengan perasaan bingung.


Lily dengan cepat kembali ke meja kerjanya agar bisa menghindari Chris.Tiba di meja kerjanya,Lily langsung menghempaskan tubuhnya di kursi sembari menarik nafas panjangnya.


Sesaat Radit pun sayang menghampiri Lily.


"Syut.." shaut Radit sembari bersiul.


Lily pun langsung melirik ke arah Radit.


"Kenapa?" tanya Lily.

__ADS_1


"Sebentar lagi kita mau meeting,pak manager menyuruh mu membeli kopi di cafe dekat kantor kita." ujar Radit memberitahu.


"Aku??" tanya Lily sambil menunjuk dirinya.


"Iya beb." jawab Radit.


Lily pun kembali menghela nafasnya.


"Oke..Mana uangnya." jawab Lily langsung menerima perintah Manager melalui Radit.


"Tapi aku tidak bisa menemani mu,karena aku masih banyak pekerjaan..Tidak apa-apa kan?" ujar Radit yang merasa tidak enak hati pada Lily.Sembari memberikan uangnya pada Lily.


Lily pun melirik datar ke arah Radit.


"Memangnya aku minta kau menemani ku..Ck." ujar Lily beranjak bangkit dan meninggalkan ruangannya.


Setelah membelinya,Lily berjalan kembali kekantor.Tapi,saat akan menyebrang jalan tanpa sadar sebuah mobil tiba-tiba melaju kencang ke arah Lily.Tanpa sempat Lily menghindar,seseorang justru menarik tangan Lily dan dapat menghindari mobil tersebut yang hampir menabrak dirinya.


"Kau tidak apa-apa?" tanya seorang pria tampan yang telah menolong dirinya.



Lily pun seketika tersentak memandang pria tersebut.


"Ah..Iya..Bisakah anda melepaskan saya?" jawab Lily yang sesaat masih syok dan meminta pria itu untuk melepaskan dirinya dari dekapannya.


"Oh..Maaf," ujar pria itu langsung melepaskan tubuh Lily.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menolongku." sahut Lily sambil menunduk dan langsung pergi.


Pria itu hanya memandang heran sambil tersenyum.


Saat si pria itu akan pergi,tanpa sengaja ia melihat sebuah dompet yang berada tepat didekat sepatunya.


Si pria itu pun langsung memungutnya dan melihat isi dompet tersebut.


"Lily." seru si pria saat melihat sebuah kartu identitas milik Lily.


Lily tak menyadari jika ia telah menjatuhkan dompetnya saat si pria itu menolongnya.


Si pria itu pun langsung tersenyum dan menyimpannya.


*


*


Setelah jam kerja usai,Lily bergegas meninggalkan kantor.Ia lega tidak harus lembur untuk hari ini.Ia pun dengan cepat memasuki lift untuk turun ke lantai dasar.


Namun,siapa sangka jika ia harus satu lift dengan Chris.


Lily pun hanya menunduk seraya memberi hormat pada Chris dan membelakangi Chris.


Sesaat Chris masih menatap heran dengan sikap Lily yang tidak bicara sepatah kata pun.Bahkan disaat mereka sedang berdua didalam lift.


"Lily." panggil Chris.

__ADS_1


__ADS_2