
Menceritakan sebuah kisah fiktif mengenai romansa seorang pria yang bersahabat dengan seorang wanita yang terjalin sejak mereka kecil. Walaupun cerita ini fiktif, namun kisah ini tidak menutup kemungkinan terjadi di kehidupan nyata. Saya sebagai author meminta maaf bila tempat, nama, kisah maupun waktu yang terjadi mempunyai kesamaan, maka itu hanya sebuah kejadian kebetulan semata.
Sebelum kisah ini dimulai, mari kita untuk mengenal main karakter dalam kisah ini. Di awal tahun 1990 di sebuah kota ( sebut saja kota M ), tepatnya di desa ( sebut saja desa S ). Ada dua keluarga yang tinggal di desa tersebut, mereka merupakan keluarga yang cukup harmonis dan secara kebetulan dua keluarga ini tinggal cukup berdekatan. Keluarga satu sebut saja pasangan Bapak Ramdhan dan Ibu Laksmi, mereka ini merupakan keluarga mempunyai ekonomi yang cukup di desa itu..
Pasangan ini hanya memiliki satu-satunya anak perempuan yang bernama Miya. Sedangkan keluarga kedua, mereka merupakan pasangan suami-istri merupakan keluarga sederhana yang bernama bapak Tino dan ibu Rumi, mereka ini mempunyai tiga orang anak, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan. Anak pertama bernama Ragha, sang anak kedua bernama Lyla dan terakhir bernama Nissa.
Di Desa S ini, merupakan desa yang cukup makmur dan masyarakatnya juga cukup bersahabat dan saling menghormati. Dan di sinilah awal kisah ini dimulai, dimana Ragha mengenal Miya yang tinggal dekat rumahnya, Ragha pun tau Miya hanya anak tunggal. Sebagai anak laki-laki yang mempunyai dua adik perempuan, dia ingin menjaga Miya sebagai orang penting yang ia lindungi.
Kisah yang beralur romansa modern ini, akan menuturkan perjuangan cinta seorang pria kepada seorang wanita. Bagaimana kisah perjalanan cinta dan persahabatan mereka? Apakah akan berakhir bahagia atau berakhir dengan kesedihan?
Maka inilah awal pertemuan mereka...................
Chapter: Pertemuan Ragha Dan Miya
Pada suatu sore hari, di Desa S yang cukup ramai kedatangan sebuah keluarga dari Kota ( sebut saja kota J ) yang ingin tinggal untuk menghindari hingar-bingarnya Kota. Mereka adalah Bapak Ramadhan dan Ibu Laksmi.
Bapak Ramadhan seorang dokter umum, sedangkan Ibu Laksmi merupakan ibu rumah tangga yang mempunyai usaha restoran kecil di kota J, yang kini dikelola orang kepercayaan Ibu Laksmi.
Pasutri ini mempunyai seorang anak perempuan berumur 7 (tujuh) tahun yang bernama Miya. Miya walaupun sebagai anak tunggal, ia mempunyai sifat cukup mandiri, tomboi dan sedikit manja dengan Ibunya. Miya pun tidak pernah mengeluhkan harus tinggal jauh dari kota dan menetap di desa bersama orangtuanya.
Pindahnya Bapak Ramadhan dan Ibu Laksmi ini dibantu oleh masyarakat setempat, terutama oleh Bapak Tino yang merupakan orang kepercayaan Lurah setempat. Secara kebetulan, rumah yang akan dihuni Bapak Ramadhan dan keluarga cukup dekat dengan rumah Bapak Tino. Sebelum maghrib, semua perabotan keluarga Ramadhan sudah tersusun rapi di dalam rumah.
”Terima kasih bapak-bapak, atas bantuannya.....
Bila tanpa bantuan bapak-bapak, saya tidak bisa menyelesaikan pindahan ini dengan waktu yang cepat” ujar Pak Ramadhan dengan nada syukur.
“Ya.. sama-sama Pak, ini juga disebabkan Pak Tino yang mengkoordinir kami bisa membantu menyelesaikan pindahan bapak ke rumah ini!” sahut salah satu dari mereka ramah.
“Oh ya! perkenalkan saya bernama Ramadhan dan panggil saya Pak Rama,” ujar Ramadhan memperkenalkan diri.
“ Saya seorang dokter umum, saya harap keahlian ini, bisa sedikit membantu masyarakat disini,“ lanjutnya.
Semua warga tersenyum sumringah mendengar jika ada seorang dokter hadir di desa mereka.
“Wah itu pasti Pak, semoga Pak Rama bisa betah dan ikut membantu desa ini!” ujar salah satu warga.
Dan tidak lama kemudian masyarakat yang membantunya satu persatu pamit pulang ke rumah masing-masing. Dan tinggallah hanya Bapak Tino seorang diri yang tersenyum dan memperkenalkan dirinya...
“Perkenalkan, Saya Tino!” ucapnya, sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
__ADS_1
“Salam kenal Pak Tino, saya Rama!” ujar Ramadhan sambil menyambut uluran tangan Tino.
.
“Saya tinggal di dekat sini, hanya berbeda dua rumah dari rumah Pak Rama,” ujar Tino.
“Bila Bapak Rama ingin bantuan, jangan segan-segan untuk meminta bantuan ke saya dan saya dengan tulus akan membantu bapak semampu saya,” ucap Tino kembali.
“Oh.. tentu Pak, saya pasti kabari ke Bapak Tino, jika butuh bantuan!” sahut Rama antusias.
Tidak lama kemudian, istri Rama dan anak perempuannya keluar dari dalam rumah, mereka bertemu dengan Pak Tino yang berada di teras.
“Oh ya ... Pak Tino, ini perkenalkan istri dan anak perempuan saya,“ ucap Rama kepada Tino.
“Assalamualaikum Pak, perkenalkan saya Laksmi dan ini anak perempuan kami Miya,“ ujar istri Rama sambil tangannya bersikap untuk menyatakan hormat ke Tino
.
Tino pun membalas dengan cara yang sama dan mengucapkan “ Wassalamu'alaikum, salam kenal kembali Ibu Laksmi dan Neng Miya“
“Bapak Tino mau mampir untuk minum teh?” ajak Rama dengan sikap untuk mempersilahkan Tino untuk masuk ke rumah mereka.
Rama pun tersenyum mendengar jawaban menolak dari pria tetangganya itu.
“Ya itu pasti Pak, saya harap Pak Tino bersama keluarga berkenan berkunjung ke rumah kami,’ ucapnya sopan.
“Baiklah ... di lain waktu, saya pastikan akan perkenalkan keluarga saya ke Pak Rama,” pamit Tino lalu mengangguk hormat. “Waktu sudah mulai gelap, saya pamit dulu Pak Rama ... wassalamu'alaikum.”
“Wassalamu'alaikum! “ ucap Rama sambil melepas kepergian Tino.
.
“Ayo masuk Yah ... sebentar lagi mau maghrib,“ ajak anak perempuannya.
“Ayo!” sahut Rama sambil mengandeng tangan mungil Miya untuk masuk ke rumah.
Tiga bulan berlalu, keluarga Ramadhan tinggal di Desa S, kini mereka kedatangan tamu.
“Assalamualaikum! “ terdengar suara laki-laki dari teras rumah.
__ADS_1
“Wa'alaikumsalam!” jawab Rama sambil membuka pintu.
Ia tersenyum melihat kedatang Tino membawa istri dan tiga anaknya.
“Ayo masuk Pak Tino!” ajaknya sambil mempersilahkan Tino dan keluarga untuk masuk.
“Bunda, lihat siapa nih yang datang!” ujar Rama yang memanggil istrinya.
“Ya Mas, sebentar!” ucap Laksmi sambil keluar dari bilik kamarnya dan melihat suaminya bersama Pak Tino dan keluarganya berkunjung.
“Oh ... Pak Tino dan keluarga. Silahkan duduk pak!” ucapnya sambil mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tengah.
“Terima kasih Bu,” ucap Tino itu, sambil duduk yang di kursi ruang tamu.
“Oh! Ini perkenalkan istri dan tiga anak kami,” ucap ramah pria baya itu.
“Saya Rumi,” sahut istri pria itu.
“Oh! Salam kenal Bu Rumi, saya Laksmi” sahut istri Rama.
“Salam kembali Bu, oh ya! Ini putra kami Ragha, lalu ini Lyla dan Nissa,” ucap wanita berparas cukup cantik itu memperkenalkan ketiga anaknya ke wanita di depannya.
Dan ketiga anak itu tersenyum dan memberi salam ke pasutri di depannya.
“Bunda! Mana Miya?” tanya Rama kepada istrinya.
“Oh! Sebentar ya Ayah, saya akan panggilkan,” jawab istrinya, lalu beranjak pergi dari ruang tengah tersebut.
Tidak lama berselang, keluar istri Rama bersama anak perempuannya membawa dipan dengan beberapa gelas teh, serta beberapa makanan ringan diatasnya.
“Silahkan diminum Pak!” ucap gadis kecil itu sambil menyuguhkan teh di atas meja.
“Terima kasih ... Neng siapa namanya” tanya istri Tino dengan antusias, sambil menatap wajah gadis itu.
“Saya Miya Bu!” sahutnya dengan memberikan salam kedua pasangan yang didepannya.
Kala itu, Ragha yang duduk di samping ibunya, menatap wajah manis gadis itu. Diwaktu bersamaan gadis itu juga menatap pria sawo matang dengan berperawakan cukup tegap, di depannya. Disaat itu, mereka pun saling curi pandang di sela-sela perbincangan kedua keluarga bahagia tersebut.
.
__ADS_1
Pertemuan Ragha dan Miya ini merupakan awal perjalanan kisah romansa mereka... bersambung.