
Beberapa bulan kemudian...
Setelah para mahasiswa dan mahasiswi Universitas RR sudah mengikuti mata pelajarannya, persahabatan antara Miya, Rani, Santi, Lana dan Mona semakin dekat. Terutama Miya dan Mona yang tempat tinggalnya cukup berdekatan. Terkadang Miya sering beberapa kali menginap di rumah Mona, begitu juga sebaliknya. Walaupun Rani, Santi dan Lana tinggal cukup jauh, namun itu tidak membuat mereka menjadi halangan untuk menjalin persahabatan.
Begitu juga perasaan yang telah dialami oleh mereka terutama Rani, Miya dan Mona. Sedangkan Lana dan Santi sudah mempunyai pasangan, walaupun kekasih mereka kuliah di kampus yang berbeda. Kepada pria manakah yang disukai oleh ketiga gadis ini?
Miya yang sudah sangat dekat dengan Mona, dimana dirinya telah mengetahui perasaan Mona terhadap Jhon. Begitu juga perasaan Miya kepada Marwan yang juga diketahui oleh Mona. Selama perkenalan pertama kali dan menjadi sahabat, kedua gadis itu sudah saling terbuka dengan perasaan mereka masing-masing.
Namun mereka tidak mengetahui tentang perasaan sahabat mereka yakni Rani juga memilik rasa suka diantara kedua pria tersebut. Sedangkan kedua pria itu sudah menaruh hati kepada Miya saat mereka pertama perjumpa. Apalagi Jhon yang telah mengenal Miya lebih dulu, dirinya telah merasa jatuh hati kepada gadis yang baru ia ketemui. Inilah kisah kala cinta itu tiba diantara mereka?
Pada suatu hari di area kantin kampus, kelima gadis itu sedang duduk bersama. Mereka baru saja menyelesaikan mata kuliah mereka di hari itu, dan memutuskan untuk kumpul bersama sebelum mereka pulang.
“Teman-teman, malam minggu ini kalian ada acara?” tanya Lana kepada keempat sahabatnya yang duduk bersamanya.
“Memang kenapa Lan,” jawab salah satu gadis yang duduk bersama Lana.
“Bagaimana kita berlima nonton bareng bersama pasangan masing-masing?” ajak Lana.
“Wah boleh tuh!” jawab Santi antusias.
“Gak ah! Aku belum ada pasangan,” tolak Rani.
“Iya aku dan Mi juga belum punya pasangan,” ucap Mona, “Kalian berdua enak sudah punya pasangan,” ujar kembali gadis itu.
“Kalo hanya kita berlima, aku mau,” ujar Miya kepada gadis yang duduk di sebelahnya.
“Di kampus ini kan banyak cowok keren-keren ... masa belum ada yang nyatol sih,” goda Santi kepada ketiga sahabatnya yang saat ini masih jomblo tersebut.
Ketiga gadis itu hanya menjawab dengan tersenyum getir..
Beberapa menit kemudian saat kelima gadis ini sedang bersenda gurau, datanglah kedua pria yang menghampiri mereka. Kedua pria itu Jhon dan Marwan.
“Selamat siang nona-nona,” sapa Marwan yang datang bersama dengan Jhon ke tempat kelima gadis itu.
“Siang juga Awan,” sahut Rani dengan memberikan senyum kepada pria yang menyapa mereka.
__ADS_1
“Gabung boleh?” pinta pria itu kembali.
“Boleh kok,” sahut Rani antusias.
Melihat pria yang disukai oleh sahabatnya, Miya berdiri dan pindah di sisi paling ujung meja tempat mereka duduk. Saat melihat itu, Jhon duduk di samping Mona, sedangkan Rani juga berdiri dan duduk dekat Marwan yang duduk di antara mereka.
“Kalian malam minggu ini ada acara apa?” tanya Marwan sambil pencuri pandang ke arah Miya yang duduk paling ujung.
“Memang kenapa Awan?” tanya Lana ke pria itu, “Kamu mau ajak kami berlima?” goda gadis itu.
“Oh ... bila kalian gak ada acara, saya ada 10 tiket nonton nih,” ajak pria itu lagi.
“Wow! Banyak amat Awan ... kamu dapat dari mana?” tanya Santi penasaran.
“Kebetulan saya sambil kerja part time di bioskop,” jawab Marwan, “Jadi saya kadang-kadang dapat tiket gratis dari Boss,” sambungnya.
“Wah keren dong,” ucap Rani dengan kagum.
“Kalian mau gak?” ajak Marwan kepada teman-temannya yang duduk bersama di meja tersebut.
“Boleh bawa pasangan gak?” tanya Santi tiba-tiba...
“Boleh kok kalian bawa pasangan masing-masing,” ungkap Marwan dengan perasaan tidak menentu, dengan berharap gadis yang disukainya belum mempunyai pasangan.
“Kalo kamu mau ikut Jhon?” tanya Mona dengan nada keraguan, didalam hati ia berharap pemuda itu mau menerima ajakan tersebut.
“Iya saya ikut, bila kalian juga ikut,” jawab Jhon dengan tegas, sambil melihat ke arah Miya yang sedang minum minumannya.
“Ok! Nanti sabtu setelah isya aku tunggu di bioskop K ya,” pinta Marwan sambil memberikan tiket kepada mereka berenam..
Tidak lama kemudian..
“Hari sudah menjelang siang nih! Sepertinya aku sudah dijemput oleh supir tanteku,” ucap Miya, lalu ia berdiri ingin beranjak dari tempat itu.
“Ayo Mona ... kita bareng,” ajak gadis itu kepada sahabatnya.
__ADS_1
“Yuk,” sahut gadis itu dan ikut berdiri...
Melihat hal itu, Jhon juga ikut berdiri dan memberikan ruang agar kedua gadis itu bisa beranjak keluar dari tempat mereka duduk.
“Aku juga ingin pulang,” ucap Lana, “San ... Ran ... kalian mau bareng gak?” ajak gadis itu kepada kedua gadis itu yang duduk bersamanya.
“Iya dong,” sahut salah satu dari mereka dengan antusias...
“Awan ... Jhon ... kalian mau bareng?” ajak Santi sambil menatap kedua pria yang ikut berdiri di depannya..
“Oh! Terima kasih ... aku bawa motor kok,” jawab Marwan, “Lagipula arahku berbeda dengan kalian kan,” Sambungnya.
“Kalo saya mau jemput ibuku di Salon dulu,” jawab Jhon...
Dan mereka akhirnya berjalan bersama menuju lorong ke arah area parkir kampus. Tidak lama kemudian sesampainya area parkir, ada sebuah mobil sedan putih baru tiba di tempat mereka mereka berdiri.
“Non Miya ... Non Mona,” sapa pria dari dalam yang telah membuka kaca mobil tersebut..
Kedua gadis itu membuka pintu belakang mobil dan beranjak masuk ke dalamnya..
“Kami duluan ya teman-teman,” pamit Miya kepada teman-temannya yang berdiri di tempat itu, “Was salam alaikum,” salam gadis itu.
“Waalaikumsalam,” sahut salah satu dari mereka.
Dan tidak lama setelah mobil itu pergi menjauh, mereka berlima pun berpisah menuju kendaraan masing-masing di area parkir kampus tersebut.
“Kami duluan ya,” salah dari ketiga gadis itu kepada kedua pria yang berjalan bersama, tepat saat mereka tiba di mobil sedan abu-abu milik Lana yang terparkir.
Tidak jauh dari tempat terdapat kendaraan Jhon terpakir, dirinya pun pamit kepada Marwan..
“Makasih ya Awan sudah temani saya sampai tempat parkiran mobil saya,” ucap Jhon
“Iya sama-sama bro,” sahut Marwan tersenyum..
Dan akhirnya, sisa Marwan seorang diri yang sedikit jauh menuju kendaraannya, dengan perasaannya yang makin tidak menentu saat itu. di dalam hatinya bertanya-tanya apakah perasaannya akan tersampaikan?, atau akan bertepuk sebelah tangan?
__ADS_1
Apalagi dia sadar, bahwa dirinya mempunyai rival yang menyukai gadis yang sama ia sukai. Hal itu ia mengetahui itu dari gelagat rivalnya saat melihat Miya.... bersambung.