
Beberapa minggu kemudian...
Pada pagi hari nan cerah, Miya yang sudah terbangun sedang menata kembali tempat tidurnya. Tidak lama kemudian, ia pun beranjak keluar kamar dan bergegas menuju ke ruang dapur untuk membantu Bi Yati yang sedang membuat sarapan pagi..
“Pagi Bi,” sapa riang Miya kepada wanita paruh baya yang sedang memasak nasi goreng saat itu.
“Eh! Pagi juga Non,” sahut Bi Yati.
“Kemana Ibu Bi?” tanya Miya, “Saya kok gak melihat Tante Mirna di ruang makan,” sambungnya keheranan, saat melihat rumah tampak sepi..
“Oh ... Ibu sedang joging Non,” jawab wanita di depannya sambil menaruh masakannya ke piring besar.
Mendengar hal itu Miya menggelengkan kepalanya, dalam hatinya makin kagum akan aktivitas yang dilakukan oleh adik kandung ayahnya itu. Walaupun sudah berumur namun beliau tetap menjaga kesehatannya.
Tidak lama kemudian Miya ingin beranjak kembali ke kamarnya, sebab hari itu ia harus berangkat ke Universitas untuk mengikuti perkenalan kampus
“Nanti bila Ibu tanya, saya mandi ya Bi,” pinta gadis itu.
“Baik Non,” jawabnya.
Tidak lama berselang setelah gadis itu telah masuk ke dalam kamar, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah dapur. Ternyata itu Tante Mirna yang sudah pulang setelah lari pagi, dan ia melihat sekitar tidak melihat keponakannya di tempat itu.
“Bi ... Apa Miya sudah bangun?” tanya wanita yang baru saja tiba di ruangan itu.
“Sudah Bu ... Non Miya saat sedang mandi,” ungkap Bi Yati.
“Oooh ... Bila Miya sudah keluar, bilang tunggu saya sebelum ia ingin pergi ya Bi,” pinta wanita itu dan bergegas menaiki tangga menuju kamarnya.
Bi Yati hanya menjawab mengangguk sambil melihat majikannya beranjak ke kamarnya.
Satu jam kemudian.. Miya keluar dari kamarnya memakai kemeja putih dengan celana panjang hitam dengan sepatu hitam. Saat ia berjalan menuju ke ruang meja makan, terdengar suara wanita menegurnya dari belakang dan ia pun menghentikan langkahnya. Saat ia berpaling ke arah sumber suara tersebut ternyata dirinya melihat Bi Yati yang sedang berjalan mendekatinya..
“Non! Tunggu sebentar Non” tegur Bi Yati dari kejauhan..
“Iya Bi,” sahut Miya sambil menunggu kedatangan wanita paruh baya itu..
“Non ... disuruh tunggu Ibu sebelum pergi,” ujar wanita itu memberikan pesan majikannya ke gadis di depannya.
__ADS_1
“Baiklah.” Jawabnya, “Apa tanteku masih di dalam kamarnya?” tanya gadis itu.
“Belum Non, mungkin sebentar lagi” jawab wanita paruh baya itu.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara langkah menuruni tangga. Tidak lama kemudian terlihatlah wanita yang telah berdadan cantik sedang berjalan menuju ke ruang meja makan. Wanita itu melihat keponakannya sedang berada di tempat itu.
Miya yang sudah melihat adik kandung ayahnya menuruni tangga, ia langsung berdiri menyambut tantenya sampai di tempat itu.
“Pagi tante,” sapa sopan gadis itu.
“Pagi juga ponakanku yang cantik,” sahut wanita itu, “Kamu ingin ke kampus kan?” tanyanya ke gadis yang berdiri di depannya.
“Iya tante,” jawab gadis itu.
“Kalo gitu kita bareng ya,” ucapnya, “Tante ingin melihat kampusmu,” ujarnya lagi.
“Oooh! Ayo tan,” sahut Miya antusias, mendengar tantenya ingin pergi bersamanya.
Akhirnya mereka pergi menuju Kampus tempat Miya melanjutkan akademiknya. Universitas RR terdapat 3 fakultas di dalamnya. Pertama fakultas Management Industri, kedua fakultas Hubungan Masyarakat dan terakhir fakultas Tehnik.
Saat tiba di kampus, Miya dan Tante Mirna sedang berjalan menuju lobby. Di tempat itu terdapat banyak siswa-siswi yang memakai almamater maupun memakai kemeja yang sama seperti Miya saat itu.
“Hai,” sapa salah satu gadis itu.
“Hai juga,” jawab Miya sambil tersenyum..
“Aku Lana,” ucap gadis perkenalkan diri, yang berdiri diantara ketiga gadis yang bersamanya.
“Kalo Aku Sani,” sambar gadis kedua di sebelah kiri gadis yang pertama perkenalkan diri..
“Kalo Aku Rani,” ujar gadis ketiga yang berdiri di sebelah kanan..
“Kalo Aku Mona,” ujar gadis keempat yang berdiri yang paling kiri dari mereka bertiga.
“Aku Miya ... salam kenal,” sambut Miya dengan menjabat tangan satu-persatu ketiga gadis yang berdiri di depannya.
“Oh iya ... Ini tanteku.. Tante Mirna,” ungkapnya kembali sambil perkenalkan tantenya keempat gadis itu..
__ADS_1
"Salam kenal tante," ucap salam mereka serempak.
“Salam kembali nona-nona cantik,” sahut Tante Mirna..
“Miya, berhubung kamu ada yang menemani ... tante pergi dulu ya,” pamitnya ke ponakannya itu.
“Iya tan,” sahut gadis itu..
Tidak lama Tante Mirna pergi, mereka berlima pun berbincang-bincang di lobby itu..
“Miya ambil fakultas apa?” tanya salah satu gadis.
“Saya ambil Humas,” jawab Miya ramah.
“Sama dong dengan kita,” ujar salah satu gadis itu dengan antusias..
Mereka berlima berbincang-bincang tentang diri mereka masing-masing, suasanapun semakin akrab oleh mereka berlima. Seakan mereka telah lama menjalin persahabatan saat itu.
“Miy, kita tukaran no kontak dong.” Pinta Lana kepada gadis di depannya..
“Boleh juga tuh!” sambar ketiga secara bersamaan...
“Boleh ... berapa no kontak kalian semua?” tanya Miya kepada keempat gadis itu.
“Ini no ku Miy, 081XXXXXXX,” ucap Rani antusias, “Miss call aku,” sambungnya....
Dan kelima gadis itu saling tukar no kontak masing-masing..
Beberapa menit kemudian di saat mereka sedang asyik berbincang... Datang sepuluh Mahasiswa-Mahasiswi senior berdiri di depan para calon mahasiswa-mahasiswi baru. Mereka terdiri 4 mahasiswi dan 6 mahasiswa yang akan menjadi panitia perkenalan kampus. Tiba-tiba salah satu dari mereka memberikan komando yang cukup lantang, hingga membuat suasana yang ramai menjadi hening seketika....
“Semua calon mahasiswa-mahasiswi Dengarkan!” perintah lantang salah satu mahasiswa senior tersebut.
“Bentuk kelompok sesuai dengan fakultas yang kalian ambil!” perintahnya kembali..
“Ayo segera laksanakan! Perkenalan kampus akan kita mulai!” perintah salah satu mahasiswi senior tersebut...
“Yang lama akan ada sanksi buat kalian yang lambat untuk membentuk kelompok,” ungkap salah satu mahasiswa yang paling ujung.
__ADS_1
Di lobby tersebut ada sekitar seratus calon mahasiswa-mahasiswi baru itu langsung bergerak dan sedang membentuk kelompok sesuai fakultasnya. Miya dan keempat sahabat barunya berkumpul dengan 35 siswa berdiri paling kiri. Tidak jauh dari tempat itu, terlihat ada dua pemuda yang sedang melihat Miya yang sedang berdiri bersama keempat gadis disebelahnya.
Salah satu pemuda itu bernama Jhon, yang telah berkenalan dengan Miya saat pendaftaran beberapa minggu lalu. Sedangkan pemuda satunya telah melihat Miya saat berjalan ke lobby kampus bersama Tante Mirna. Siapakah pemuda yang sedang berdiri bersama kelompok fakultas Tehnik itu?... bersambung.