
Mansion Richardo
"Lala.. yakin mau lanjutin S2 dan keluar rumah sendirian di kota orang nak?" tanya daddy louis terkejut
"Yakin donk dad.. biar aja lala di surabaya, nanti lala sewa kontrakan, buka warung didepan rumah, lalu cari pria bertanggung jawab yang mau terima lala apa adanya" jawab lala tenang
"Biar lala hidup sendirian di luar sana, berjuang meraih cita citanya. dalam lima tahun dia harus pulang melanjutkan usaha keluarga" mami wanda mendukung keputusan lala
"Kalau menikah?" tanya daddy louis
"Kalau menikah mendapat suami baik segera bawa pulang, kalau dapat suami jahat silahkan ceraikan dan menikah dengan pilihan kita.. hidup penuh resiko jadi lala harus menyikapinya dengan bijak" jawab mami wanda
"Baiklah dad setuju. dad akan beli mansion di surabaya untukmu, sekalian mobil dan perabotan" putus daddy louis
"No.. lala akan mengontrak rumah sederhana dengan halaman luas supaya bs buka warung, beli motor matic. uda gitu aja dad"
"Apaaaaa??" teriak daddy louis
"Kabulin aja kenapa dad"
"Daddy sediakan rumah, mobil atau tidak sama sekali" tegas louis dengan nada tinggi membuat kedua wanitanya diam seketika
"Boleh tapi rumah sederhana, depannya halaman luas ya dad" rengek lala sambil memeluk dan menciumi sang papa
"Baik" louis tak tega menolak rengekan anak semata wayangnya
♡♡♡♡♡♡
Seminggu kemudian
"La.. sore ini kita ke surabaya..daddy sudah menemukan tempat tinggal dan kendaraan untukmu"
"Ok dad"
Supir menaikkan barang barang lala yang sudah lama dia persiapkan dan koper daddy mami lala ke dalam bagasi.
sore itu mereka berangkat melalui jalur darat sesuai kemauan lala yang ingin family time dan menikmati kuliner sepanjang perjalanan
Sampai esoknya mereka tiba di surabaya, mobil berhenti disebuah ruko gandeng. sudah terparkir satu unit mobil fortuner berwarna putih keluaran terbaru
ruko tiga lantai berukuran 8 x 32 Meter itu memiliki empat buah kamar di lantai tiga.
__ADS_1
"Kamu bisa membuka cafe disini, letaknya hanya 30 meter dari kampusmu , sayang. daddy sudah meminta orang mengurusnya tinggal kamu mengelolanya"
"Baik dad"
"Kelak kami tak akan mengunjungimu lagi, selama lima tahun. tinggal bagaimana kamu atur waktu pulang ke rumah saja kelak. pegang black card ini. pinnya ulang tahun mami. karena kamu memilih mandiri dan lari dari tanggung jawab mengurus perusahaan, kartu ini hanya boleh digunakan dalam situasi mendesak. Dilarang keras menggunakan untuk kepentingan orang lain baik itu pacar, suami atau keluarga pasanganmu"
"Baik Dad" jawab lala sambil memeluk sang daddy. tak lama lala menyimpan kartu itu dalam tapak sepatu yang dia simpan di atas lemarinya karena memang lala akan meninggalkan hidup mewahnya sesuai kemauannya
"Ingat pesan Daddy, dunia ini kejam, banyak serial di Televisi suami dan keluarga suami kejam, itu bukan hanya sekedar tayangan tapi terinspirasi dari kisah nyata. jadi kelak apapun ceritanya semua yang kamu beli dengan keringatmu, pergunakanlah nama mami-mu. Karena kamu putri semata wayang kami, kelak semua akan kembali padamu"
"Tenang saja dad, lala tak akan mau menjadi budak benalu, biar lala yang menjadikan mereka budak kalau mereka benalu"
"Asetmu nak" tegur louis
"Pasti.. semua akan lala beli dengan nama mami kok"
"Buat perjanjian pra nikah juga sebelum menikah. kalau ada perselingkuhan, poligami, KDRT, tindak kriminal. maka semua hutang di tanggung suami. harta dan hak asuh anak di terima istri" tegas wanda
"Mami juga begitu?" tanya lala, wanda dan louis mengangguk "Cari aman" jawabnya ringan
"Kalau daddymu jahat tinggal depak saja dan biarkan menjadi gembel. tega tidak tega harus tega sebab daddy saja tega. itupun kalau terjadi" tegas wanda
Esoknya Orangtua lala pulang kembali ke jakarta dengan jet peribadi, karena mobil yang mereka gunakan ditinggalkan di surabaya di mansion daddy louis untuk akomodasi kalau kalau daddy louis ada urusan bisnis di surabaya
♡♡♡♡♡
siang ini sepulang kuliah, lala memarkirkan motornya di depan VR Cafe. Cafe sangat penuh sekali. para pelayan tampak kewalahan. Lala melemparkan tas ke ruangannya lalu segera turun tangan membantu cafe
"Mbak.. tolong order" panggil seorang pria berwajah tampan pada lala, didepannya ada seorang wanita berpakaian kurang bahan dengan dandanan sangat tebal
"Sebentar Mas" tak lama lala kembali membawakan nota meja nomor 28 "Totalnya 212 ribu mas"
"Ah ini uangnya .. ambil saja kembaliannya" ujar pria itu. lala segera mengangguk sopan mengucapkan terima kasih.
setelah menyelesaikan orderan tamu, lala mengangkat piring gelas kosong meja dissamping dan meletakkannya di nampan untuk di bawa ke dapur
saat melewati kasir. lala menyerahkan uang pembayaran dan kembalian 88 ribu di masukkan lala ke sebuah kotak yang tertera nama Lala "Wah gede tipsnya" goda desy kasir .
"Lumayan, rezeki nomplok" jawab lala sambil tertawa dan melanjutkan pekerjaannya
****
__ADS_1
Esoknya Pria itu datang lagi ke cafe tapi tidak menemukan lala
"Pesan apa mas?" tanya waitres
"Saya ingin dilayani waitres kemarin" jawab pria itu dingin "Maksudnya siapa ya?" tanya dewi sang kapten . .
"Semalam saya dilayani seorang wanita, hidungnya mancung, kulitnya putih, rambut lurus sepunggung. bibirnya mungil, matanya lebar, alisnya tebal" jawab sang tamu
"Mungkin Ibu Lala, dia bukan waitres tapi manager. Bu Lala ringan tangan, mengerjakan hal yang bukan bagiannya. beliau sedang kuliah tapi biasanya 10 menit lagi sudah tiba" jawab dewi sambil melihat jam tangannya
"Baiklah saya tunggu dia yang melayani" dewi tak berdaya akhirnya pamit "Baiklah mas. kalau ada keperluan silahkan tekan bell atau panggil saya"
Tepat jam 1 siang lala tiba di cafe, setelah memarkirkan motor matic putih kesayangannya, lala bergegas masuk ke ruangannya untuk meletakkan barang bawaannya diruangannya dan membantu para pelayan yang kewalahan melayani tamu
"Bu lala tamu itu minta di layani bu lala.. nomor meja 28" lapor dewi
"Baik saya kesana" jawab lala membawa buku menu dan mesin orderan
"Maaf mas, ini menunya.. silahkan di pilih" ucap lala sopan, tamu itu melirik lala lalu memilih beberapa menu . lala bingung tapi tak membantah dan memasukkan orderan sang tamu
"Baik mas.. totalnya 317 ribu" ucap lala , pria itu mengeluarkan empat uang merah pada lala "Ambil saja kembaliannya"
"Terima kasih mas"
"Martin.. nama saya martin"
"Terima kasih mas martin" ucap lala lalu berpamitan menyiapkan orderan . tak lama lala mengantarkan orderan ke hadapan martin
"Temani saya makan" pinta martin
"Maaf ini masih jam kerja"
"Pelayanan manager cafe ini sungguh buruk"
terpaksa lala ikut menghabiskan makanan yang telah di pesan oleh martin . martin makan tanpa suara sampai selesai baru ia mengajukan pertanyaan
"Kuliah jurusan apa lala?"
"Managemen bisnis, menjalani S2 di Richardo university" jawab lala
"Kebetulan sekali saya menjadi dosen di Richardo University"
__ADS_1
mereka berbincang sejenak seputar pendidikan, martin bersedia membantu kalau ada yang mau di tanyakan karena dia juga menyandang gelar master dan mengajar mahasiswa S1 ekonomi
♡♡♡♡♡