
kehamilan lala sudah menginjak 20 minggu, dan hari ini jadwal check up rutin kandungan
J sejak pagi sudah tak sabaran ingin mengantar sang mama ke dokter , dia terus mondar mandir di ruang tamu
"J mama pusink melihatmu mondar mandir, bisakah duduk dulu. papa belum turun lho" tegur lala
"Tidak bisa, J mau tau kelamin dede" tegas J . lala memijat pelipisnya
tak sampai 15 menit martin turun dengan sebuah tas ukuran sedang
"Apa itu pa?" tanya J heran
"Tas penyimpan dingin, isinya makanan kesukaan mama" jawab martin
"ayo cepat berangkat. J tak sabar lagi"
martin menatapnya datar , bahkan sebagai papa dia tidak seheboh J.
Dalam waktu 90 menit mereka bertiga sudah dihadapan sang dokter
"Usia kandungan genap 20 minggu, jantungnya sehat, ukurannya pas. organnya lengkap. dan kelaminnya kita lihat.. ehmm... mau tau aja atau mau tau banget" goda sang dokter melihat wajah tegang tiga orang didepannya
"Banget" jawab mereka serempak. dokter imelda terbahak bahak "Selamat babynya perempuan"
"Yes.. hore" pekik J .
"Puji Tuhan" ucap martin bahagia
"Jasmine.. Princess jasmine namanya Princess J" tegas J . lala dan martin menatapnya datar
"Hmm kakak tampan yang protective"
"Mama harus hati hati, dan makan yang banyak supaya princess J sehat selalu" tegas J lagi lagi menbuat sang dokter tertawa
"Berikan banyak vitamin buat mama supaya dede sehat ya dokter" pintanya, dokter hanya mengangguk
setelah berbicara dengan dokter, membayar administrasi dan mengambil obat di apotik. mereka kembali ke mobil dan berangkat makan siang lalu kembali ke kantor
"Papa.. ini villa J. hadiah buat princess J. Tolong minta designer untuk mengubah kamar kamar di villa seperti ini ya. budget 2 Milliar" J menyerahkan sebuah kartu hitam pada sang papa "pasw ultah mama"
martin mengamati semua design sang putra , ternyata design kamar buat mereka berempat .
"Baik sayang. apapun maumu" jawab martin tersenyum
"Sekalian belikan ferrari pink buat dede juga boleh pa"
"Adikmu masih kecil, belum bisa mengemudi. tunggu 18 tahun lagi" tegur lala jengah. martin terbahak bahak. J tersipu malu
"Papa.. sebaiknya papa buka pabrik saja. pabrik elektronik dan chipset. jadi bisa mendukung pekerjaan J. nanti kalau sudah banyak uang. belikan jet peribadi princess untuk Princes J" saran J
"Setuju" sambar lala
"apapun kemauan kalian papa turuti. kemarin sempat terpikir tapi pekerjaan kalian berdua terlalu banyak yang papa tangani. papa susun ulang dulu managemennya ya" keduanya mengangguk
******
4 bulan kemudian
"J.. hubungi papa.. perut mama sakit" rengek lala
"Papa tadi ke lobby membeli makan siang, sebentar J hubungi"
__ADS_1
setelah bicara dengan sang papa J meminta asprinya mengambil kursi roda dan mendudukkan sang mama disana. sembari menunggu sang papa. tak lupa menghubungi supir menunggu sang mama di loby
martin menggendong lala menuju lobby dan bergegas ke rumah sakit "J hubungi opa oma" titah martin yang kesakitan karena tangannya di cakar lala selama perjalanan
akhirnya tibalah mereka di IGD . martin dan J menunggu di luar sampai louis dan wanda tiba
"Bagaimana lala , martin" tanya wanda
Krekkk dokter keluar dari IGD "Ketuban sudah pecah, kita lakukan tindakan sekarang"
"Lakukan yang terbaik dokt, saya urus adm nya" pinta martin. dokter mengangguk dan masuk kembali
****
"Keluarga ibu violla richardo"
"Saya suaminya dokter"
"Selamat putri kalian sudah lahir beratnya 2,5 kg, panjang 46cm dengan keadaan sehat dan lengkap. golongan darah O resus positive
"Puji Tuhan.. Terima kasih Tuhan.. Terima kasih dokter.. bagaimana istri saya?" tanya martin
"Pasien baik baik saja tapi masih tidur efek anastesy. akan segera kami antar ke ruang rawat inap setelah ini. silahkan menunggu disana"
"Puji Tuhan, terima kasih Tuhan. Terima kasih dokter"
*****
Sebulan usia Princess J membuat banyak anggota keluarga yang antusias.
Dari keluarga martin tak memiliki keponakan perempuan, apalagi keluarga lala. ya hanya anak lala keturunan richardo. Masing masing anggota keluarga mengexpresikan perasaan mereka pada princess J yang wujudnya sama dengan martin dan jericho versi perempuan
"Cantik sekali jasmine ya dad" puji wanda , louis hanya mengangguk
"Opa oma ga berminat membeli jet pribadi design princess buat princess J?" tanya J dengan wajah datar.
"Kenapa bukan kakak J yang beli? kenapa opa?" tanya louis
"Karena opa sudah tua, jadi uangnya sudah banyak" jawabnya singkat membuat louis tertawa
"Baiklah. kapan kita beli jet pribadi?"
"Terserah opa saja" jawab jericho
"Bagaimana kalau besok" tanya wanda. jericho mengangguk setuju
"J kasih hadiah apa buat dede?" tanya louis
"J buat game baru , namanya Princess J, hasil penjualan akan J berikan jadi deposito princess J" jawab J tegas. menuai pujian banyak orang
"Mama kasih apa buat princess J, sayang?" tanya wanda
"Mama sudah susah payah melahirkan dede J, jadi mama tidak usah" jawab jericho membuat wanda tertawa
"Martin.. Putrimu sangat cantik sekali" puji martha
"Iya kak.. anak yang baik budi, jarang sekali menangis. selalu tenang bawaannya" terang martin bangga
***
lima tahun berlalu
__ADS_1
"Jasmine, Jangan lari lari, nanti jatuh" ucap martin sambil mengejar putrinya yang berlari mengejar kupu kupu di taman bunga halaman belakang mansionnya
"Sekarang bersiaplah. kita harus segera kesekolah"
"J ga mau cekola pa" tolaknya
"Kenapa ga mau sekolah sayang?" tanya martin
"J cuda bisa tapi di sulu sulu telus cama miss" jawabnya kesal
lala menyerahkan sebuah amplop pada martin lalu melanjutkan fokusnya pada ipadnya
"apa ini?"
"surat panggilan orangtua jasmine tidak mau menulis dan belajar selain pelajaran melukis dan piano" jawab lala tanpa mengalihkan tatapannya
lala selalu menyikapi dengan santai . sejak dia menginginkan aborsi saat hamil jasmine, martin membuat komitmen pada lala , martinlah yang akan mengurus lala sampai dewasa. jadi lala tak mau ambil pusink dengan prilaku jasmine , hanya memantau dan melihat saja.
bukan berarti lala tak peduli, lala sangat peduli tapi melihat martin dan jericho sangat memanjakan sang putri membuat dia berdiri di posisi diam supaya putrinya tidak terlalu over manja dan salah jalur
"Ayo kita ke sekolah Jasmine" ajak martin, lala pun bersiap siap mengikuti suaminya ke mobil
setengah jam kemudian mereka tiba di sekolah, martin menggendong putrinya sambil merengkuh pinggang istrinya menuju ruang kepala sekolah
"Pagi saya datang memenuhi panggilan untuk putri saya Jasmine mahendra" sapa martin sopan . kepala sekolah yang masih muda menatap takjub pada pria bertinggi 188 cm, hidung mancung, kulit coklat eksotis, alis tebal dan mata elang itu
"Miss.." tegur martin membuyarkan lamunan sang kepala sekolah
"Pagi.. Tuan Nyonya muda mahendra silahkan duduk dulu. saya mau membahas perihal jasmine yang selalu menangis minta keluar kelas saat jam pelajaran. tidak bersedia menulis dan belajar di kelas. jasmine hanya mau mengikuti pelajaran piano dan melukis"
"Jasmine selalu mengatakan sudah bisa dan tidak mau stay di kelas"
"Benar begitu sayang?" tanya martin menatap putrinya , jasmine mengangguk dengan mimik polos "J cuda bisa, J bocan pa" jawabnya
martin memberikan kertas dan pensil pada putrinya "Tuliskan nama J, papa, mama , disini"
jasmine memenuhi permintaannya, ditambah nama guri wali kelas dan beberapa nama temannya, J menulis dengan rapi sekali. lala menahan tawa.
Martin dan kepala sekolah tak mampu berbuat apapun. akhirnya martin berpamitan "Saya permisi dulu, saya akan menelusuri alasan sikap putri saya dan memberi laporan pada Miss setelah saya memahami situasi. Terima kasih. Maaf sudah mengganggu waktunya"
setelah meninggalkan kantor kepala sekolah , martin memijat pelipisnya di mobil. "Sayang , mas harus bagaimana?" tanya martin pada lala
"Naikkan kelasnya. coba dulu level berapa Jasmine mau. mulai kelas 5 SD dulu" martin melotot pada istrinya
"Kenapa? J juga begitu dulu, makanya usia 9 tahun sudah lulus S1" tukas lala santai
akhirnya dengan berat hati, martin memindahkan jasmine ke kelas 5 SD , martin merasa jasmine kehilangan masa kecilnya di taman kanak kanak. meskipun putrinya jadi mau sekolah kembali
sayangnya itu hanya berlangsung tiga bulan saja. setelah tiga bulan jasmine sudah menguasai pelajarannya, ia mulai merasa bosan dan kembali mogok sekolah.
dengan sejumlah drama akhirnya jasmine dipindahkan ke kelas 2 SMP. jasmine sudah mulai mau sekolah seperti biasa dan terkesan sangat serius
"Bagaimana usia lima tahun, bicara juga belum jelas bisa kelas 2 SMP" martin memijat pelipisnya . lala bahkan meminta penjahit untuk menempahkan baju seragam SMP buat putri kecilnya
Sorenya Jasmine menghubungi opa omanya melalui panggilan video call ingin memamerkan seragamnya. Wanda terbahak bahak melihat baju SMP mungil yang dikenakan cucunya
"Cucu oma menggemaskan sekali, sama seperti kakak Jericho. kecil kecil sudah pintar. dulu kakak J malah sudah SMA" ucap wanda tak berhenti tertawa. jasmine mengangguk bangga
"Kalau begitu Jasmine becok naik SMA saja" ucap jasmine
"No.. mama ga punya uang membeli seragam lagi, satu minggu ganti seragam sudah dua kali loh" protes lala, jasmine mengerucutkan bibirnya . louis yang disamping wanda terbahak bahak
__ADS_1