
Saat martin keluar kamar, ia melihat lala sedang menyeret sebuah koper kecil dan berusaha membuka pintu kamar yang dia kunci
"Mau kemana?" tanya martin dingin . lala tak menjawab "aku bertanya padamu" martin menarik lengan istrinya
"Kuharap kita segera bercerai, kamu bisa mengambil hak asuh j sesuai kemauanmu" ucap lala dingin. hati martin serasa nyeri mendengar ucapan lala.
"Tak ada perceraian"
"Lihat saja nanti. sekarang buka pintunya"
martin segera memeluk wanitanya, dia sadar dengan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah mereka. lala meronta melepaskan diri. martin sama sekali tak berniat melepasnya
"Maafkan aku, maafkan aku yang terlalu mencintaimu" bisik martin . lala langsung diam dan berhenti meronta.
"Maafkan aku sayang" bisik martin lagi sambil memagut bibir tipis itu. lala mendorongnya tapi kalah tenaga. sampai akhirnya lala larut dalam permainan suaminya dan berakhir di ranjang panas mereka
*****
"J mau makan apa?" tanya martin
"Hmmm bebas" jawabnya dengan wajah datar
"papa akan memasak spaghety beef untukmu"
"Hummm"
"Mama sedang tidur dan kelelahan, biarkan mamamu istirahat" pinta papa
"Kalian sudah selesai bertengkar?" tanya J dengan tatapan intimidasi
"J kami tidak bertengkar, papa bahkan baru saja membuat mama bahagia sekarang sudah tidur pulas" jawab martin.
"Hummm"
akhirnya martin keluar dan memasak spaghetty tiga porsi untuknya , istrinya dan putranya
"Saat mama bangun, papa akan menghangatkannya, jadi habiskan makan malammu dan istirahatlah, besok kita banyak kerjaan"
"hummm" jawab J dan menghabiskan makanannya tanpa suara
♡♡♡♡
Sebulan sudah martin di jakarta , tender untuk J semakin banyak dan nilai juga makin besar. semua berkat kinerja martin
tapi pagi itu, lala merasa tak enak badan, dia bahkan tak mampu mengangkat tubuhnya bangkit dari ranjang
__ADS_1
"Sayang.. kenapa? sayang sakit?" tanya martin. lala hanya diam saja.
sejak pertemuan kembali dengan martin. memang lala tak pernah mau bicara dengan martin, dia hanya bicara seperlunya dengan sikap dinginnya. tapi martin selalu gigih mengambil hati lala dan putranya
akhirnya martin memanggil dokter untuk memeriksa lala setelah memundurkan jadwal pertemuan sang putra dengan kliennya.
"Selamat, nyonya muda sedang mengandung. untuk lebih jelasnya silahkan ke dokter obgyn. saya tidak berani merespkan obat karena bukan bidang saya. saya permisi dulu" pamit dokter
martin sangat bahagia mendengar ucapan dokter. dia langsung bersiap siap membuat janji pertemuan dengan dokter obgyn secara online. dua jam kemudian martin bersama J sudah berada di ruangan dokter obgyn bersama lala
"kandungannya empat minggu. tapi tensi nyonya muda sangat rendah. hal ini tidak baik bagi janin. saya akan membukakan resep vitamin, penguat kandungan dan penambah darah. ada obat mual yang bisa diminum hanya saat dibutuhkan saja"
"pastikan suasana hati selalu baik, jangan stres dan jangan kelelahan agar kandungan sehat selalu"
"Puji Tuhan. Terima kasih dokter" ucap martin dengan bahagia
"Saya ingin aborsi dokter" pinta lala dingin membuat senyuman martin hilang seketika dan menatap tajam pada istrinya
"Nyonya muda. bayinya tidak salah. jangan mengambil hak nya untuk hidup. banyak orang menginginkan keturunan tapi tidak mendapat anugerah ini" tegur dokter
"Abaikan ucapan istri saya, ia hanya shock saja karena terlalu tiba tiba dokter"
"ini buku pemeriksaan, baca bacalah. agar tau apa yang harus dihindari dan dikonsumsi bumil" ucap dokter pada martin
"Sebentar lagi J akan jadi kakak, kita harus menjaga mama dengan baik supaya dede bayi lahir dengan sehat. kelak mama dan dede bayi akan menjadi tanggung jawab kita berdua sayang" ucap martin
"Kapan dede bayi hadir?" tanya J antusias "J akan jaga mama dan dede bayi. kalau ada yang menyakiti maka J akan menghancurkannya"
"delapan bulan lagi" jawab martin
martin membawa anak istrinya ke restoran thailand dan memesan sop tomyam dan rujak buah untuk lala . lalu menu lain buat putranya. lala langsung menghabiskan sup tomyamnya dan rujak asamnya
"Mau lagi sayang? makanlah yang banyak supaya debay sehat" ucap martin. lala hanya diam saja
usai makan siang. mereka kembali ke kantor . J minta ruangannya dipindah ke ruangan mamanya agar mudah mengawasi Debaynya. martin langsung memenuhi kemauan sang putra
"Dede lekaslah lahir. kakak akan membelikan banyak baju princes untukmu nanti" ucap J sambil mencium perut lala. lala menatapnya datar
"Bagaimana kalau laki laki?"
"Jadikan asisten saja. laki laki jangan manja" jawabnya tegas. lala hampir tertawa melihat reaksi anaknya
Pulang kerja, martin singgah di mini market membeli makanan yang taste asam. mulai mangga muda, strawberry, asinan mangga, yoghurt dan masih banyak lainnya. ia juga memesan kulkas kecil secara online untuk diletakkan di kamarnya.
*****
__ADS_1
"Pa.. kita beli kulkas kecil untuk dikantor juga. supaya mama bisa langsung makan kalau butuh" pinta J. martin mengangguk . dia menambah satu pesanan kulkas mini untuk ruangan lala dan menambah makanan asam
Sementara lala hanya duduk diam di food court menikmati pesanan suaminya sambil menunggu dua pria nya belanja
"Hei kamu disini sayang?" tegur wanda yang kebetulan lewat dengan temannya pada lala
"Iya mi.. nunggu martin dan J belanja. dua pria itu lama sekali" lala langsung bangkit memeluk sang mami
wanda melirik mangga muda dimeja putrinya "kamu hamil sayang?" bisik wanda
"iya mi, empat minggu. tadi siang baru tau dan sudah ke dokter" jawab lala
"selamat ya, jaga cucu mama baik baik dan jaga kesehatan" lala hanya mengangguk datar
"mami duluan ya, ada arisan di Sonata resto dengan teman mami. salam buat J tampan dan suamimu" ucap wanda
"mami hati hati dijalan" ucap lala sambil mencium pipi sang mami
setengah jam kemudian martin dan J kembali dengan dua buah trolly . lala menatap keduanya datar
"Buat apa belanja sebanyak ini, apartemen sempit" tegur lala
"pindah ke pent house J saja kalau sempit" jawabnya santai "ini semua makanan buat debay, dua trolly lain di suruh papa antar ke kantor besok sekalian kulkasnya
"sudahlah ayo pulang" ajak martin. mereka pun segera kembali ke mobil tapi begitu mobil tiba di apartemen
"Beli sate kambing bumbu kecap dulu" kata lala
"Ayo" ajak martin
"No.. mama tidak bisa makan kambing" tegas J protective
"Tapi sayang" ucap martin
"Sekali no tetap no" tegas J
"sedikit saja sayang" rengek lala . J menatap sang mama tajam.
"Baiklah papa beli bubur saja. kalian turunlah dulu , temani mama istirahat ya" pinta martin.
"Humm" jawab J
J bener bener sangat protective pada sang mama, sekarang martin yang dilema karena serba salah. ia takut istrinya dan bayinya ngambek demo karena permintaan tidak dipenuhi tapi juga bingung menghadapi putranya
akhirnya martin membeli dua tusuk dan menyembunyinya saat membawa pulang. tiba dikamar dia membuka satenya dan memberi makan pada sang istri. habis setusuk dia segera menghentikan istrinya
__ADS_1