
Jumat pagi, lala minta bantuan rudy untuk datang ke cafe tentunya seijin martin karena lala tidak ada jadwal kuliah
Jam sepuluh pagi rudy sudah tiba diruangan lala "Ada apa adik ipar? ada yang bisa saya bantu?" tanya rudy.
"Mas.. panggil lala saja ya. Lala mau minta tolong dengan mas rudy. tapi maafkan lala kalau nantinya lala lancang"
"Gapapa jangan sungkan la. langsung ke poinnya saja" rudy orang yang flexible dan tak suka bertele tele . tegas langsung pasti. lala suka sistemasi rudy
"Lala mau buka kios sambako di depan rumah lala, tapi lala sedang hamil jadi tidak bisa banyak berbuat apa apa. kalau lala buka, apa mas rudy berkenan bekerja menjaga kios itu dengan gaji 100 ribu per hari, jam kerja 12 jam" tanya lala
"Mau.. pasti mau. dekat rumah tidak perlu ongkos dan penghasilan juga pasti diterima"
"Baiklah kalau mas rudy bersedia, tapi dengan tegas lala bicara dulu. ini urusan lala dengan mas rudy bukan dengan keluarga mas martin"
"Pasti la.. pasti"
"Baca dulu dokumen ini" lala menyerahkan sebuah map. rudy membaca teliti. matanya berkaca kaca
"Mau la.. terima kasih la"
"Baiklah.. jadi kios ini akan segera kita buka. gaji mas rudy 100 ribu per hari. sampai labanya cukup mengembalikan modal tiga puluh juta. maka kios itu milik mas rudy. mas rudy lanjutin kontrakannya satu juta sebulan"
"dan lagi. demi kebaikan semua orang. katakan pemodal adalah bos lala disini mba silvia. jadi yang lain ga berani semena mena. nanti akan ada surat perjanjian palsu yang harus ditandatangani kak martha, mama, mas martin"
"Mau la.. terima kasih.."
"Berjuanglah. semakin laris semakin cepat mas memiliki kios itu"
__ADS_1
"ini ada uang lima juta, dan ini kunci kios tolong mas belikan rak dan lainnya untuk kebutuhan kios. kalau ditanya katakan ini uang silvia kakak sepupu lala demi keamanan" rudy mengangguk
keluar dari cafe , rudy membeli barang barang untuk persiapan rak kios , kulkas , meja , gantungan dan beberapa keperluan lainnya lalu mulai menyiapkan kiosnya
martha, maria dan gilda heran melihat aktifitas rudy di halaman martin "ngapain kamu mas?" tanya martha
"Tadi mas dipanggil mbak silvia , bos cafe lala bekerja. mbak silvia mau buka kios sembako disini. jadi mas di minta siapin rak dan isi kios"
"Dibayar gak gajinya?"
"Dibayar seratus ribu sehari, lusa harus selesai sayang" jawab rudy
"Baguslah supaya kamu ga jadi benalu setiap hari" sindir gilda, rudy mengabaikannya. dia fokus pada kios ukuran 4x 8 itu
hari ketiga kios sudah selesai, spanduk juga sudah dipasang. "Kios Sylvia" tertera nomor telepon delivery juga disana. Rudy ke kantor menemui lala
"La semua sudah selesai tinggal masuk barang saja sekarang. lalu mas masukin stock dan programnya"
"mas punya teman grosir sembako partai besar nanti mas hubungi supaya dapat harga murah"
"Mas coba lihat di ol* ada jualan becak barang bekas dengan kondisi baik untuk pengantaran barang"
rudy melihat layar ipad dan mulai meneliti satu persatu akhirnya mereka menemukan apa yang mereka mau
"lima juta, tahun tinggi dokumen lengkap la"
"kemarin lala sudah beri lima juta, di ATM ini ada 45 juta, mas gunakan untuk kebutuhan kios, buat pembukuan rapi. program akan diajarkan sore ini oleh programer yang datang ke kios. jangan kecewakan lala mas"
__ADS_1
"ini semua nota belanjaan kemarin la" rudy menyerahkan data rapi beserta nota
"mas masukin laporan pengeluaran saja dan email rutin ke lala. tiap hari potongkan seratus ribu sebagai gaji mas. semangat mas"
♡♡♡♡♡♡
seminggu kemudian martha, gilda, rudy hadir di ruangan lala. lala menyerahkan dokumen di meja berisi peraturan peraturan dari siylvia untuk rudy ada konsekuensi jerat hukum untuk pembelian tanpa bayaran dan kehilangan.
setelah semua jelas mereka menandatangani surat tersebut dimana gilda dan martha menjadi saksi.
Esoknya kios sudah beroperasi. rudy amat bersemangat sekali mempromosikan kiosnya itu. seisi komplex membeli bahan kebutuhan rumah tangga pada rudy bahkan komplex sekitaran juga memesan pada rudy
dalam tiga bulan, rudy menemui lala di ruangannya dan menyerahkan laporan laba rugi yang mencapai laba bersih enam puluh juta rupiah.
"ini ATM kemarin la. didalam ada 60 juta laba bersih kios"
"Hahaha mas rudy memang hebat, jawara" puji lala melihat kemampuan bisnis rudy
"mas rudy.. untuk 60 jutanya mas pakai saja buat nambahin perputaran modal tambahan. dua tahun lagi baru mas kembalikan ke lala 50 juta. lala doain laris jadi bisa sewa ruko dan buka grosiran besar" ucap lala mengembalikan ATM itu "Jangan lupa bayar kontrakan, air, listrik, iuran sampah, Lkmd bulanan mas"
"Amin la.. Terima kasih. tenang saja tiap bulan mas akan bayar iuran bulanan ke lala empat juta. lala lagi hamil pasti butuh banyak uang karena gaji martin di rongrong oleh martha dan mamanya" ucap rudy lesu dan prihatin
"Terima kasih mas, seikhlasnya saja untuk iuran bulanan asal jangan buat lala nombokin" ucap lala tertawa
"oh ya la. jangan bilang martin dan keluarganya kalau kios sudah punya mas. biar saja mereka anggap mas tetap kerja. jadi laba bisa mas tabung buat buka ruko sembako daripada habis ditangan martha mas ga bisa berkembang"
"Baik mas.. tenang saja. selamat sudah jadi bos" puji lala tulus
__ADS_1
"Semua berkat kamu. mas ga akan mengecewakan kamu la. kamu masih muda dan baik hati. sekali lagi terima kasih" rudy membungkukkan tubuhnya dan keluar ruangan
*****