KETIKA IBU MERTUA LEBIH KEJAM DARI IBU KOTA

KETIKA IBU MERTUA LEBIH KEJAM DARI IBU KOTA
Bab 2 - Benalu beraksi


__ADS_3

Rumah kontrakan Lala sebelumnya hanya berisi kasur, lemari, meja kerja dan sebuah kursi di kamar. Untuk bagian dapur hanya ada kompor gas mini, tabung gas kecil, sebuah panci kecil, rice cooker, dispenser mini dan galon. dengan alasan hanya itu yang di butuhkan lala selama ini


Setelah menikah, mereka belum mengisi apapun untuk rumah kontrakan tersebut.


Tapi karena ini hari pertama menikah. maka martin hanya memindahkan koper, buku dan perlengkapan kerjanya ke rumah kontrakan mereka itu


Dan malam itu mereka melewatkan malam pengantin di rumah kontrakan dengan perasaan bahagia


Esok paginya martin memesan makanan online sebagai sarapan mereka


"Masih sakit sayang?" bisik martin sambil memeluk istri kecilnya . wajah lala merona karena malu . "Ayo sarapan, mas sudah memesan online"


lala membuka kemasan makanan yang di bawa masuk oleh martin barusan lalu menghidangkannya. mereka makan di meja kerja lala karena memang tidak ada meja lainnya disana


"Rumah ini belum ada perabotan, setelah ini kita belanja ya sayang" ucap martin setelah mereka selesai sarapan


"Lala sudah memasukkan apa apa yang kita butuhkan ke keranjang di aplikasi Shozee. tinggal mas pilih saja yang mau kita beli dulu akan langsung diantar karena lala pilih yang di kota ini" lapor lala sambil menunjukkan ipadnya


martin memeriksa keranjang pesanan lala.


■ sofa


■ meja tamu


■ meja makan set


■ kulkas kecil


■ buffet


■ Led Tv 32 inc


■ lemari makan


■ Microwave


■ peralatan dapur set

__ADS_1


■ Mesin cuci


Martin segera mencentang semua karena harga yang dipilih istrinya adalah cukup murah dengan kualitas lumayan bagus dan mengambil ponselnya untuk mentransfer pembelian tersebut sebesar dua puluh satu juta rupiah


"Sekalian uang belanja mas biar lala bisa belanja" rengek lala meminta hak nya. martin langsung mengirim dana ke rekening lala sebesar sembilan juta rupiah, meskipun tabungannya sangat minim karena itu tanggung jawabnya dan hari pertama menikah. maka martin memilih menunaikan apa yang telah mereka sepakati


martin melihat saldonya sisa lima juta rupiah "Semoga cukup hingga sampai gajian seminggu lagi" batinnya dan memeluk istrinya


siang hari kurir shozze berdatangan mengantarkan belanjaan martin dan lala, lala mengatur semua belanjaan ke posisi yang seharusnya .


Dari seberang mama gilda, martha kakak martin, Maria dan Mazda menatap kegiatan dirumah kakak mereka dengan aneka rasa dihati mereka


Karena penasaran akhirnya mama gilda, martha, maria berjalan kesebarang mengunjungi rumah kontrakan martin . mazda yang tak suka banyak masalah memilih masuk kekamarnya


"Hei baru menikah sudah menghabiskan uang putraku, perempuan kampung!!!" hardik gilda


"Mama.. jangan seperti ini ma" tegur martin


"Ma.. sudah datang.. masuk dan duduklah" ucap lala tenang dan sopan dan mengambil air putih di dapur


"Apa? mau belanja lagi? berapa lagi mau kamu habiskan uang anakku hah? maria dan mazda masih membutuhkan biaya kuliah dari martin" tanya gilda dengan intonasi tinggi tapi lala hanya diam dan mengambil posisi duduk disamping martin.


"Sudah kewajiban martin memenuhi kebutuhan lala sebagai istri martin ma. mama jangan seperti ini"


"Bela saja istrimu, baru menikah malah mengabaikan keluargamu demi istrimu" omel kak martha menatap sinis pada lala


"Sayang.. masuklah dulu kekamar" perintah martin pada istrinya


"Ma.. kak martha.. maria.. maaf lala pamit dulu" ijin lala sambil masuk kekamar.


Jujur saja lala merasa sesak mendengar ucapan mertua dan kakak iparnya tapi apa mau dikata. memang seharusnya sejak awal dia siap mental karena pesan daddy maminya juga banyaknya novel yang dia baca


lala memilih menyeka airmatanya dan membasuh wajahnya dengan air dingin di wastafel kamarnya. setelah itu lala menukar pakaiannya dan bersiap siap membeli barang kebutuhan rumah nya bersamaan martin masuk kekamar


"Mas.. mama sudah pulang?"


"Sudah .. maafin mereka ya sayang. sebenarnya mama baik tapi kadang bicaranya tak bisa disaring. sayang jangan masukin ke hati ya" ucap martin

__ADS_1


"Gapapa mas.. oh ya mas lala ijin ke toko sembako sebentar ya, lala mau belanja"


"Mas antar ya"


akhirnya martin mengantar istrinya belanja kebutuhan rumah seperti beras, sabun, shampo, rinso , molto, super pell, sunlight, odol, dan kebutuhan lainnya


martin mengangkat belanjaan istrinya ke mobil setelah sang istri membayar dengan ATMnya .


"Mas singgah ke warung komplex sebelah ya, lala mau beli beberapa kebutuhan masakan" martin mengangguk dan memenuhi permintaan istrinya


sampai di rumah, lala segera membereskan belanjaannya, dan mulai memasak. setelah memasak lala masuk kekamar membersihkan diri dan mengajak sang suami makan malam.


tepat saat mereka baru makan beberapa sendok, bell rumah berbunyi "Biar mas yang buka" martin bangkit membuka pintu rumahnya . tak sampai tiga menit, gilda maria dan martha masuk ke ruang makan dan ikut duduk . air liur mereka menetes melihat rendang ayam, telur balado, capcai seafood dimeja makan


"Masih bengong? dasar perempuan kampung. cepat ambilkan piring nasi dan alat makan buat kami" Lala menatap mereka bingung , akhirnya dia menatap martin


"Ambilkan makanan mama dan kak martha ya sayang" perintah martin, lala segera memenuhi permintaan suaminya


baru saja lala duduk, dia semakin bingung karena semua lauk sudah kosong berpindah ke piring sang mertua, kakak ipar dan adik iparnya. mereka makan dengan rakus sekali. lala yang kehabisan lauk segera bangkit dan menggoreng sebutir telur untuk melanjutkan makannya dalam diam


"Hah mama kenyang sekali" ucap gilda


"Iya ma, masakannya kakak ipar enak sekali, mulai besok kita makan disini saja ya" pinta maria


"Bener.. mulai besok kamu masak yang banyak ya la" perintah martha. lala menatap martin . martin hanya mengangguk . tapi lala memilih diam dan membereskan piring kotor lalu mencucinya


mama gilda membuka kulkas dan melihat isi kulkas, ia segera mengambil plastik dan memindahkan seluruh isi kulkas ke dalam plastik "Maria bawa pulang dan masukin ke kulkas di rumah. disini stock kebanyakan, ga baik stock makanan terlalu lama , nanti tidak segar lagi"


lala hanya menatap mereka datar, hilang sudah belanjaannya untuk seminggu yang barusan dia beli di warung


"Martin kami pulang dulu ya" pamit gilda lalu pulang ke rumahnya bersama martha


sisa lala menatap suaminya datar "Maafkan mama, nanti mas ganti uang belanjanya supaya bisa belanja lagi ya sayang" ucap martin


"Iya gapapa mas, besok lala belanja lagi. tadi kena 600 ribu belanjaannya, mas transfer dulu ya supaya besok pagi pagi lala bisa naik motor ke warung buat masak sarapan"


martin tertegun sejenak "Ayo mas.. biar kita istirahat" rengek lala sambil memeluk pinggang suaminya. martin mengeluarkan ponsel dan mengirim uang yang diminta ke rekening lala . wajah istrinya kembali bahagia

__ADS_1


__ADS_2