
"Sayang.. mas minta maaf sayang" pinta martin memelas
"Ceritakan semua dengan jujur baru kita bicara maaf" tegas lala dengan tatapan intimidasi "jangan ada kebohongan atau rasakan akibatnya"
"Mas pulang kerja sering ditelepon mama, rupanya sudah ada lusi. mas diminta membayar makanan lusi dan belanjaan mama. hanya itu sungguh" lala melihat kejujuran di mata martin "sayang sedang hamil, mas tidak bisa bawa sayang kesana karena takut sayang emosi dan terjadi sesuatu dengan bayi kita. tapi mas janji kelak kalau terulang mas akan bawa sayang menemui mereka"
"Lala pegang janji mas" tutup lala setelah melihat kejujuran dimata suaminya
"Pasti sayang. mas mencintai kalian. mas tak akan menghianatimu. kelak mas akan bawa kamu kemanapun disuruh mama"
akhirnya keduanya berbaikan dan suasana tenang kembali seperti sedia kala. tapi lala sudah punya rencana buat menghadapi mertuanya yang lebih kejam dari ibu kota itu kalau masih berulah
Rudy senang melihat kedua adik iparnya akur kembali setelah kena drama mertua jahatnya
****
"Mas rudy bisa mengontrak bulanan mas, biayanya 10 juta perbulan dua ruko di tahun pertama dan 12 juta di tahun kedua"
"Mau.. mas setuju la.. cuma bisakah bantu mengangkat martha di jadikan tenaga adm biar tidak selalu di rumah mama gilda"
"Lala coba mas, ini dokumennya tanda tangani dulu ya" ucap lala . rudy membaca teliti dan menandatangani segera
"Besok bawa kak martha ke kantor mas. biar dikasih perjanjian aspal"
"Ok la.. ini struk transfer lima puluh juta modal awal dulu. jangan di tolak. nanti kalau butuh mas pinjam lagi" lala pun menerima uang tersebut dari tangan rudy
rudy bersiap siap pulang mengurus ruko dan pindahan kiosnya . martha memperhatikan kegiatan suaminya selama beberapa hari ini. jujur saja dia ada rasa iba pada suami yang biasa kerja kantoran tiba tiba jadi kerja kasar dan tak jarang mengangkat beras, tepung hingga begitu banyak. tapi kesalahan suaminya membuatnya menekan rasa ibanya
"Kios tutup mas?" tanya martha
"Iya sayang. nanti mas mau bicara dengan sayang tapi agak malam ya, biar mas selesaikan tanggung jawab mas sampai akhir" ucap rudy ambigu
ada perasaan takut suaminya di pecat dihati martha karena biaya hidup anaknya harus berjalan. dan selama suaminya bekerja. kalau lembur tak jarang suaminya mendapat uang lebih . dan semua uang itu di simpan martha dengan baik.
Malamnya seusai makan malam dan sarapan, rudy mengajak istrinya bicara
"Sayang. kak sylvia sudah beli ruko di samping cafe VR mau di jadikan grosir sembako jadi kios di tutup sayang"
"Kak sylvia ga ajak mas kerja disana?" tanya martha hati hati
"Ada tapi dia memberi syarat. kalau mau kerja harus berdua dengan sayang. sayang bagian kasir , adm pembukuan dan penerimaan orderan. mas yang mengelola penjualan dan pengantaran. gaji mas akan naik 200 rb gaji sayang 100 rb. tapi kalau sayang tidak mau. kak sylvia akan menggunakan tenaga lain suami istri disana"
__ADS_1
"kemarin saat mas antar barang disini, beberapa kali kehilangan jadi selisih stock. mas diminta ganti rugi makanya bonus mas agak sedikit tapi itu sudah mengurangi kepercayaan kak sylvia sama kinerja mas. kalau ada sayang . minimal saat mas pergi uang dan barang tidak akan hilang"
"Mau mas. aku mau. 9 juta sebulan lebih dari cukup buat kita. tapi kita tinggal dimana?"
"Diatas ruko ada kamar sayang. iuran listrik air gas ditanggung. kita hanya bayar makan saja. makan kita bisa catering kalau sayang malas memasak"
"Ga mas .. kita masak aja. lebih hemat. sisanya bisa beli emas. nanti arya besar punya modal usaha"
"Iya sayang. besok mas laporan dengan kak sylvia dulu ya"
sebulan berlalu akhirnya rudy berhasil pindah dengan martha ke ruko kontrakan itu. martha adalah tipikal wanita yang sangat teliti dan perhitungan tentang uang. tiap bulan semua laporan laba rugi , stock , penjualan sangat rapi saat mengajukan laporan pada lala . wakil sylvia di surabaya
"mas kita tutup jam lima sepertinya kecepatan, masih banyak orderan di whatsapp. bisa agak malaman tutupnya?" tanya martha yang sibuk dengan komputernya
"Nanti sayang kelelahan. sudahlah begitu saja" jawab rudy singkat
"Ngga.. kerja harus pakai hati. sayang omsetnya. mana gau gaji dinaikin kalau omset naik" ucap martha. rudy tertawa
"Sudah ayo istirahat" ajak rudy "Sekalian buat adik untuk arya
"No mas.. kita besarin arya saja. lalu nikmati hari tua kita"
"martin jemput mama di VR Mall ya. mama menunggu di restoran permata seafood"
martin yang membaca pesan itu langsung menghembuskan nafas berat. dia langsung menelpon sang istri
"Sayang di cafe? bersiaplah mas jemput. kita jemput mama di VR Mall" pinta martin di sambungan telepon. setelah sang istri menyetujui martin bergegas menjemput sang istri dan melajukan mobilnya ke mall
tiba di mall , martin langsung menuju ke restoran yang di minta sang mama sambil memeluk pinggang istrinya
Gilda dan Lusi melotot melihat kedatangan martin berpelukan dengan lala
"Hi ma.. lusi.. lagi santai ya jalan jalan disini" sapa lala sopan
"Ah.. lusi ga tau lala ikut datang jadi ga memesan makanan untuk lala. lusi hanya memesan steak kesukaan martin" ucap gilda sinis
"Gapapa, kita bisa sepiring berdua. lebih romantis ma" ucap lala membuat keduanya semakin berang.
martin duduk disamping gilda, lala disamping lusi. martin mulai memotong steak mahal itu dan menyuapi istrinya. kedua wanita itu amat kesal melihat interaksi mereka
setelah makan lala memanggil pelayan "mba tolong bill nya ya"
__ADS_1
"Baik bu" jawab pelayan sopan
"Mas ayo temani lala ke toilet. lala sesak pipis" lala menarik lengan suaminya. martin segera bangkit bersamaan dengan pelayan datang membawa bill
"Serahin bill kepada yang mesan ya mbak. kami tadi tidak memesan hanya di undang" lala menarik martin keluar restoran dan bergegas kekamar mandi
gilda pias melihat nota steak dua jutaan itu. lusi mengepalkan tangannya karena marah. saat pelayan meletakkan nota gilda segera bangkit "Tante ke toilet sebentar ya sayang. nanti susul saja tante ke hypermart" pamit gilda cepat meninggalkan lusi.
terpaksa lusi membayar nota itu "Kurang aj*r aku yang membayar makanan mereka. malah dia bawa istrinya" gumam lusi marah
lala membawa beberapa bungkusan belanjaan, isinya pakaian baby J . ponsel martin berbunyi
"Ya ma.. baik martin kesana" ucap martin memutuskan sambungan lalu mengajak lala ke sogo menemui sang mama yang sudah siap dengan sekeranjang baju bersama lusi yang bisa di taksir harganya lima jutaan
hingga akhirnya mereka menuju kasir lala langsung menarik lengan sang suami "Mas.. tadi kaus kaki baby J ketinggalan. aduh bisanya lupa. ayo kita ambil" lala menarik lengan suaminya
"Mah nanti kalau sudah bayaran tunggu saja di loby ya. lala dan martin ambil kaos kaki sekalian ambil mobil"
"Martin.." panggil gilda tapi martin sudah menjauh .
setelah membayar kaus kaki baby J senilai 15 ribu, lala mengajak suaminya mengambil mobil dan menjemput sang mertua di loby. muka mertuanya sangat masam sekali. ada lusi disampingnya dengan wajah tak kalah garang
"Sayang.. suster bilang baby J rewel, kita langsung pulang ya" ajak lala . martin mengangguk dan waktu mobil berhenti.
"Martin kita sekalian antar lusi pulang ya" pinta gilda
"Ga bisa ma. lusi biar pakai taxol saja karena baby J rewel, suster baru saja menelpon"
akhirnya lusi ditinggal di loby dengan penuh amarah oleh martin, lala dan gilda . tak ada percakapan antara ketiganya sampai mobil memasuki halaman rumah . lala segera turun menghampiri anaknya
"Kenapa sih kamu ajak dia?"
"Martin ga mau ada kesalahpahaman dengan lala ma"
"Mama malu sekali tadi lusi yang membayar steak dua jutaan dan belanjaan mama dua jutaan"
"Gapapa donk ma. dia yang ajak mama seharusnya yang mengajak yang membayarkan? sudahlah ma sudah berlalu buat apa dibahas lagi. semoga jadi pelajaran kelak jangan memanfaatkan mama mengajak suami orang keluar. mau jadi pelakor?" jawab martin santai sambil turun dari mobil
"Lusi bukan pelakor martin, dia tulus sama kamu"
"dia bukan tulus ma. tapi murahan. laki orang diembat juga. mama bayangkan mas rudy di goda pelakor gimana perasaan kak martha. masa pelakornya tulus? itu namanya murahan" lala yang menjawab sambil membuka pintu mobil mengambil ponselnya yang tertinggal dan kembali masuk ke rumah. martin pun menyusul istrinya
__ADS_1