KETIKA IBU MERTUA LEBIH KEJAM DARI IBU KOTA

KETIKA IBU MERTUA LEBIH KEJAM DARI IBU KOTA
Bab 3 - Jatah bulanan


__ADS_3

Paginya lala bangun jam lima , setelah berdoa dan membersihkan diri. lala bersiap siap ke warung membeli beberapa bahan masakan. lala tidak membeli banyak, hanya membeli khusus hari ini saja karena belajar dari pengalaman tadi malam


Pulang dari warung , lala memasak nasi goreng dua porsi besar untuknya dan suaminya. lalu membuatkan secangkir kopi dan dibawanya ke kamar


"Mas bangun yuk. kita sarapan dulu. nanti baru tidur lagi" panggil lala lembut


perlahan martib bangkit, dan membersihkan diri. usai mandi hatinya hangat melihat kopi dan pakaiannya telah disediakan oleh istri kecilnya. tak lama ia bergabung dan sarapan bersama istrinya.


"Nasi gorengnya enak sekali, imbang dengan hotel bintang lima" puji martin dan segera menghabiskan makanan yang disuguhkan istrinya dengan lahap


baru saja mereka selesai sarapan , bel rumah sudah kembali berbunyi. "Mas yang buka" ucap martin , lala segera membersihkan meja makan dan dapur


"Loh mana sarapan kami?" tanya gilda saat tiba di ruang makan


"Sarapan apa ma?" tanya lala bingung


"Sayang.. buatin keluarga kita sarapan ya. nasi goreng seperti tadi saja. enak sekali" pinta martin


"Bukan lala ga mau mas, tapi bahannya ga ada. kalau ada bahannya pasti lala buatin" jawab lala santai


"Sayang bukannya tadi sudah belanja ke warung?" tanya martin. lala mengangguk "uda mas. tadi lala belanja tapi secukupnya supaya bahan makanan tetap segar seperti kata mama mas" Martin langsung terdiam


"Dasar adik ipar pembangkang, jadi bagaimana? kami sarapan apa? lalu bagaimana makan siang kami?" tanya martha . lala menatap martin yang terdiam


"Ya sudah.. semua sudah lapar. kita masak di rumah mama saja mas. sklian makan siang bersama" ajak lala dan menyeret lengan suaminya keluar rumah dan langsung menyebrang


tiga wanita itu mengikuti dari belakang dengan bingung. sampai di rumah gilda lala langsung ke dapur


"Ma ijin masak ya" ucap lala sopan, ia segera membuka kulkas dan menyiapkan bahan masakan . karena sudah jam sembilan, lala memasak udang tauco, ayam goreng, sawi cah jamur porsi besar


keluarga martin berada di ruang tamu menonton televisi. setelah selesai memasak lala memindahkan sebagian lauk ke kotak bekal lalu memasukkan ke plastik


baru lala menyajikan masakannya di meja makan. "Ma masakan sudah terhidang, Mas lala duluan ya, lala sakit perut sepertinya mau kedapetan tamu bulanan" pamit lala


"Sayang duluan ya, mas sebentar lagi menyusul" lala mengangguk dan segera pulang. gilda dan anak anaknya masuk kedapur, mata mereka berbinar binar melihat lauk lezat dihadapan mata. mereka segera mengambil nasi dan makan dengan lahap


"martin enak sekali ayo ikutan makan" ajak gilda "maria ambilkan kakakmu nasi" perintah gilda lagi . maria mengambilkan piring dan nasi buat martin. martin ikut makan lagi karena tergoda dengan makanan didepan matanya


setelah makan, gilda membawa piring kotor ke dapur, dia langsung berteriak


"Martiiiiin... kesini.. lihat perbuatan istrimu" pekik gilda melihat dapurnya berantakan , alat memasak masih kotor semua "lekas panggil istrimu membereskan ini semua" bentaknya


"Astaga bahan makanan tadi malam habis semua" pekik martha "bahkan stock kita juga berkurang banyak"


"Ma.. lala tadi lekas pulang karena sakit. martin ga tega memanggil lala , lagipula lala sudah cape memasak. biarlah kak martha mengurus dapur.. martin duluan ma"


martin segera pulang ke rumahnya , ia masuk kekamar melihat istrinya berbaring "Kenapa sayang? sakit perut?" tanyanya lembut memeluk perut istrinya

__ADS_1


"Ngga mas.. sudah mendingan sedikit sudah lala taruh minyak kayu putih" jawab lala


"Istirahatlah sayang" ucap martin sambil mengelus sayang kepala lala sampai lala memejamkan matanya


jam satu siang lala terbangun, ia melihat martin masih tidur, ia bergegas mengeluarkan makanan yang tadi dia masak di rumah mertuanya dan memanaskan dengan microwave lalu mengambil nasi yang dia masak sebelum tidur tadi dan menyajikan dimeja makan


"Mas ayo bangun. kita makan dulu ya" panggil lala lembut. martin bangkit, membasuh wajahnya lalu bergegas ke ruang makan


"masaknya banyak ya sayang"


"iya supaya cukup buat mama dan saudari kita mas" jawab lala. martin tersenyum


lagi lagi baru makan beberapa suap bell rumah kembali berbunyi.


"Biar mas yang buka" martin segera keluar membuka pintu, benar saja tiga wanita itu kembali masuk ke ruang makan seperti kemarin malam


bedanya sudah ada tiga piring nasi untuk mereka disediakan oleh lala. martin melanjutkan makannya


mereka terbelalak melihat lauk dimeja makan, dua ekor ikan nilla besar di goreng asam manis, dua porsi besar cumi sambel balado, dua porsi besar bayam tumis udang.


"Hah kenapa sebanyak dan semewah ini?" tanya gilda


"Ayo makan ma.. enak sekali.. mama cobain dhe " ajak martin sambil memindahkan seekor nila besar ke piringnya dan mengupas untuk istrinya


akhirnya mereka makan dengan tenang dan menghabiskan makanan mereka dengan lahap


"maaf ma.. lala ini sebenernya alergi detergen. makanya disini lala pakai alat pencuci piring" jawab lala jujur


"halah orang kampung sok alergi segala. bilang aja kalau malas" bentak martha


"Bukan kak.. kalau lala alergi biasa lama dan susah sembuh. kan sayang uang mas martin di pakai ke dokter kulit. tau sendiri biaya mahal. lebih baik uang kak martin di pakai untuk bulanan kan" jawab lala tenang


"memang istri yang pengertian, beruntung mas punya istri sepertimu" ucap martin sambil mengecup pipi lala membuat wajah lala merona


"oh ya ma.. nanti malam mau makan apa? biar lala masakin lagi. nanti jam lima lala ke rumah mama"


"Tidak usah, kamu masak disini saja. kamu masak boros sekali. hampir habis isi kulkasku kamu pakai sekali masak hah"


"Tapi disini ga ada bahan masakan ma, kan semua sudah dibawa mama. adanya cuma dua potong ayam, ga cukup buat kita semua ma"


"Mas.. lala masak dirumah mama saja ya" rengek lala. martin tersenyum mengangguk "anything for you honey"


sikap martin membuat gilda dan martha mau muntah. mereka segera bergegas pulang ke rumah mereka


Benar saja jam lima lala sudah muncul di rumah mertuanya "Ma.. lala ijin masak ya" gilda hanya mengangguk pasrah


lala segera ke dapur memeriksa isi kulkas dan memasak porsi besar, setelah masakannya selesai, dia membagi masing masing dua piring besar untuk lauknya lalu mengambil nasi untuk sekeluarga suaminya

__ADS_1


malam ini lala memasak udang goreng tepung, pindang sapi, brokoli cah bawang putih dengan porsi sangat besar


gilda pias melihat banyaknya bahan kulkas terkuras tapi tak mampu berkata apa apa, dia hanya menghabiskan makanannya dalam diam


setelah makan, lala segera pulang ke rumahnya . sisa martin yang masih berada di ruang tamu rumah mamanya


"Tin.. isi kulkas sudah habis, istrimu boros sekali. kamu beri mama uang belanja tambahan dulu. transfer sekarang ya sejuta" perintah gilda. akhirnya martin dengan pasrah mentransfer satu juta ke rekening sang mama


♡♡♡♡♡


Tanggal satu


martin dan lala sudah kembali beraktifitas seperti biasa. saat berangkat kerja tadi, lala meminta martin singgah dulu di cafe sepulang kerja


"Mas.. sudah transfer uang bulanan lala? transfer sekarang ya. lala mau bayar bulanan"


martin mengeluarkan ponselnya dan mentransfer ke rekening istrinya sembilan juta rupiah dengan pasrah.


tadi baru saja dia menerima gaji pokoknya dan bonus lembur 3,5 juta. dan bonus lemburnya sudah langsung dia pergunakan membayar cicilan inova putihnya.


martin adalah pekerja keras dan rajin demi bisa lembur karena bonus lembur setiap bulan , ia senang diminta meng inval rekannya sesama dosen , uang lemburnya digunakan martin untuk membayar cicilan mobil nya 3,5 juta tanpa mengganggu gaji pokoknya


"setelah ini mas mau kemana?" tanya caca


"pulang sayang. mau memberi uang bulanan mama sekalian antar mama belanja, rutinitas tanggal satu"


"ya sudah mas hati hati di jalan ya" pesan lala. martin segera beranjak keluar cafe menuju rumah mamanya


"Ma.. sudah martin transfer tiga juta ke rekening mama buat uang bulanan mama, untuk mazda juga 1,5 juta" lapor martin


"Apa? tiga juta mana cukup. istrimu yang boros itu kalau memasak tidak berpikir ulang ulang. kirim lima juta ke mama pokoknya" bentak gilda


"Ma.. saldo martin hanya ada lima juta, 1,5 juta untuk bbm mobil rutin , sisa 3,5 juta mau ditabung dipakai bayar kuliah mazda nanti bulan september" jawab martin


"loh kemana semua gajimu. biasa juga banyak. kenapa sisa segini" tanya gilda


"Martin sudah transfer ke rekening lala buat bayar bulanan di rumah ma. bayar kontrakan dan lainnya"


"Loh istrimu kan bekerja. dia punya gaji sendiri kenapa kamu masih beri dia uang?"


"ma.. uang lala itu setiap bulan langsung di kirim ke kampung untuk membantu renovasi rumah orangtuanya dan menabung untuk bisa beli rumah. kita sudah ada kesepakatan sebelum menikah"


"apa bodoh sekali kamu buat kesepakatan seperti itu. tidak bisa begitu pokoknya mama minta kamu ambil kembali setengahnya"


"mama.. sudah ya" ucap martin tegas dengan intonasi tinggi membuat gilda langsung diam dan mengalah


"mama jadi belanja?" tanya martin

__ADS_1


"jadi. kamu antar mama ya" martin mengangguk dan mengantar sang mama ke toko sembako dimana dia belanja biasanya dengan sang mama dan juga istrinya


__ADS_2