
"Sayang jangan begini.." mohon martin
"Aku tak akan mengulangi ucapanku" tegas lala menatap tajam suaminya lalu mengambil ponsel
"Aku ada masalah disini, suamiku di jebak dengan obat perangsang. pastikan semua orang terkait mendapat hukuman seberat beratnya. jika ada yang membantu langsung hancurkan karirnya dan keluarganya. dan busukkan dipenjara. tolong periksa Nanindah Corp. Aku mau hari ini juga perusahaan Nanindah bangkrut" perintah lala tegas membuat semua orang tercengang
"Hahaha apa kau sudah gila? mau membuat perusahaan papaku bangkrut? memangnya kau siapa? kau mimpi. nanindah adalah naungan VR Corp. kau tau siapa VR Corp kan? sebesar apa perusahaan itu" ledek lusi sambil tertawa "besok aku akan jalan jalan dengan tante gilda dan melewati depan rumahmu karena papaku akan membebaskanku"
"Siapa yang akan membebaskanmu? Fredy nanindah?" sebuah suara berat masuk ke ruangan membuat semua mata menatapnya.
pria gagah dan tampan berusia paruh baya dengan setelah jas hitam, aura pemimpinnya membuat semua orang bergidik. dibelakangnya ada freddy nanindah yang mereka bicarakan
"Daddy" lala memeluk ayahnya dengan manja sekali , louis langsung memeluknya dan menciumi kening anak semata wayangnya
"Sudah jadi mama masih manja" ledek louis
"Sudah jadi opa jangan lupain anak kesayangan" balas lala , keduanya terbahak bahak
PLAAAAKKKK PLAAAAKKKKK
dua tamparan mendarat dipipi lusi, semua orang kembali shock kecuali louis dan lala. sudut bibir lusi berdarah
"Tak ada orang yang bisa kau singgung lagi kah sampai menyinggung nona besar richardo hah"
"Nona besar kumohon maafkan aku, aku tak ada sangkut paut dengan putriku. silahkan menghukumnya tapi jangan bangkrutkan perusahaanku" freddy berlutut didepan lala
"Bangun dan bicara baik baik. jangan seperti ini" tegas lala
"sayang siapa menjebak suamimu?" wanda berlari lari masuk ke ruangan dan menyambar tubuh putrinya
"Dua wanita itu yang menjebak martin, bukti saksi sudah lengkap. aku akan membuat mereka busuk dipenjara. siapa ikut campur aku akan langsung menghancurkannya karena ini menyangkut masa depan cucuku" tegas louis
"Sa.. sayang.. ada apa sebenernya?" tanya martin mewakili seluruh ruangan
"Viola richardo adalah putri tunggal sekaligus pewaris tunggal dari tuan besar louis richardo dengan nyonya wanda richardo. pemilik VR Group. dua orang ini akan membusuk dipenjara" Calvin aspri louis yang menjawab
"Dan untuk anda, tanda tangani surat cerai ini agar tidak menjadi masalah dikemudian hari" ucap calvin sambil menyerahkan sebuah map pada martin
seisi ruangan langsung shock mendengar kejadian ini.
__ADS_1
"Sampai kapanpun saya tidak akan menceraikan lala" tegas martin
"Kalau begitu tanda tangani dokumen kedua, anda sudah siap mengijinkan prosedur hukum berjalan tanpa protes dan bantahan apalagi merengek rengek pada nona besar kami agar dua wanita tak beretika ini dibebaskan" ejek calvin. martin langsung diam
"Martin aku mamamu, apa kamu tega membiarkan mamamu dipenjara?" tanya gilda dengan suara tinggi "aku yang melahirkan mu dan membesarkanmu, sedari kamu kecil kita tak ada uang. mama mengambil sepiring nasi menyuapi kalian berempat meski mama yang tak makan nak"
martin diam tak bergeming . ia menangis
"Tanda tangani mas, jangan korbankan anak istrimu. mama bersalah dan harus menjalani hukumannya. mama akan segera keluar setelah masa hukumannya berakhir , lagipula jika mas memilih mama, mama tidak akan bisa lepas dari cengkraman VR Group. dan mas sudah kehilangan segalanya. tidak ada tempat lagi untuk mas didunia ini" ucap mazda
"Benar kata mazda , tanda tangani jangan korbankan anak istrimu" ucap rudy
"Turuti mazda mas" timpal reza
"Gadis pintar, siapa namamu? kelak datanglah ke VR ada bangku untuk orang cerdas" puji louis
"Mazda mahendra dad" lala yang menjawab
"Calvin hafal nama itu" perintah louis
"Baik Tuan Besar"
"Siap salah Tuan Besar, Maafkan saya tidak mengenali nona besar" ucap rudy menunduk
"Dan kamu reza, sinetron dengan VR enakan sinetron ya?" sindir louis
"Siap salah Tuan Besar , maaf juga tidak mengenali nona besar" reza menunduk
"Jaga anak istri kalian baik baik, itu aset berharga sekalligus nyawa kalian" pesan louis
"Siap Tuan Besar" jawab keduanya
"Cepat tanda tangani, kami sibuk" tegas calvij pada martin
"bagaimana dengan nanindah Tuan besar, saya tidak bersalah"
"Tergantung putriku" jawab louis
"Bebasin nanindah dad, yang salah lusi bukan papanya atau nanindah"
__ADS_1
"Kau selamat" ledek louis pada freddy
"Terima kasih nona besar dan Tuan Besar" ucap freddy menunduk
martin menandatangani map kedua sambil menangis, gilda langsung pingsan. martin dan saudarinya segera mengangkat tubuh sang mama .
"calvin busukkan keduanya dipenjara" tegas louis, "siapa yang membantu langsung hancurkan"
"Siap Tuan"
"Untung saja kau memilih putriku dan cucuku, kalau tidak ibumu tetap akan membusuk dipenjara dan kaupun akan hancur beserta seluruh keluargamu" ucap louis pada martin
"Dan kamu sayang, jalan jalan mencari cinta sejati sudah? sudah waktunya pulang?" tanya louis menatap datar putrinya. lala langsung memeluknya
"Dad, lala sudah nyaman dengan suami lala. biar lala berdikari sendiri ya" rengek lala manja. louis mengangguk
"Sayang jaga kesehatan" ucap wanda mengecup kening putrinya . lala mengangguk
"Mulai detik ini jangan bahas dua wanita ini lagi, jangan buang buang waktu... dan bersikaplah biasa... jangan mebuat outriku tak nyaman" louis wanda segera keluar ruangan diikuti freddy dan calvin
tak lama gilda siuman "teganya kamu nak" ucap gilda pada martin
"mama lebih tega, untung saja mas martin memilih istrinya kalau tidak sekeluarga kita akan dihabisi VR Corp ma" teriak mazda "Mama jangan egois. jalani masa hukuman mama dan bertobatlah, mazda malu ternyata mama sejahat ini demi sebuah tas"
akhirnya keluarga itu kembali dengan pikiran masing masing . tak ada yang bersuara sama sekali . semua larut dalam pikiran masing masing . martin mengajak mereka singgah di rumah makan , mereka memesan makanan dan makan tanpa suara
"Kamu baik baik saja martin?" tanya rudy. martin menggeleng
"Sudahlah, semua sudah terjadi. dulu mama juga mau mencarikan jodoh untuk martha dan maria disaat mereka bersuami. aku hanya bersabar sampai memiliki kesempatan membawa istriku pergi. dan reza sandiwara juga karena mau membawa istrinya pergi. anggap saja mama mendapat pelajaran"
semua terkejut mendengar ucapan rudy dan saling menatap. reza mengangguk pada maria dan tersenyum . akhirnya reza memeluk maria
"Baiklah semoga hukuman mama tidak lama" tutup martin, batinnya sungguh tersiksa tapi tak mampu berbuat apa apa
Sebulan kemudian putusan hakim jatuh pada lusi hukuman 12 tahun penjara sebagai pelaku langsung dan gilda enam tahun penjara membantu menjebak seseorang dengan obat terlarang
lusi berteriak histeris . tidak ada yang berani menjadi pengacara keduanya jadi mereka menerima hukuman sesuai putusan hakim dengan tanpa daya
martin menangis sedih sekali saat hakim mengetukkan palunya , lalu pulang bersama istri dan keluarganya tanpa bicara apapun, sampai di rumah ia juga mendiamkan istrinya juga tak mengajak anaknya bermain seperti biasanya
__ADS_1