KETIKA IBU MERTUA LEBIH KEJAM DARI IBU KOTA

KETIKA IBU MERTUA LEBIH KEJAM DARI IBU KOTA
Bab 15 - Perpisahan


__ADS_3

Sabtu sore louis dan wanda berkunjung ke rumah lala dan martin


keduanya meminta ijin martin untuk membawa cucu mereka jalan jalan ke jakarta kerumah mereka selama beberapa waktu. martin mengijinkan


tinggallah keduanya di rumah tersebut. tiap pagi dia sarapan dan berangkat kerja, sore hari dia pulang kerja dan mengurung diri di ruang kerja sampai jam makan malam tiba. dia akan kembali ke ruang kerja sampai larut malam


berulang kali lala mengajaknya bicara tapi dia mengabaikan istrinya. kegiatan seperti itu sudah berlangsung selama satu bulan lamanya. dia juga tidak menanyakan kabar anaknya yang tak kunjung pulang


hingga puncaknya lala sudah lelah dengan sikap martin yang tidak dewasa dan seolah menghukumnya, lala memilih menghindari martin juga. pagi dia berangkat setelah menyiapkan sarapan dan masuk kekamar setelah menyediakan makan malam


Siang itu lala merasa kepalanya pusink. perutnya bergejolak, akhirnya martha kakak iparnya yang bersebelahan dengannya segera membawa lala ke rumah sakit untuk diperiksa


dokter menyatakan lala mengandung, usia kandungannya tujuh minggu. lala meminta martha merahasiakan karena lala akan memberi kejutan pada martin. itu hanya akal akalan lala saja karena dia tak berniat memberitau suaminya


dua bulan berlalu lala menjalani masa ngidamnya sendiri di temani oleh martha dan rudy. lala pun sudah menghindari martin yang sama sekali tidak menyadari kehamilan istrinya sampai lala sudah merasa lelah dengan suaminya ia mengirimkan pesan chat


"Mas lala ijin kerumah mama sekalian menjenguk jericho ya"


"Ok" balasan singkat dari martin


sejak itu lala sudah tidak pernah pulang lagi ke rumahnya , dia menginap di ruko nya. martin yang sudah larut dalam dunianya sendiri juga seolah melupakan anak istrinya


"La.. wajahmu pucat, kita ke dokter ya" ajak martha saat mengantarkan rujak mangga muda pada lala


"Perut lala sakit sejak pagi kak, semakin siang semakin sakit" ucapnya


"Kita ke dokter sekarang ya" desak martha akhirnya lala mengangguk. dia menyerahkan kunci fortuner pada martha . martha langsung membawanya ke rumah sakit


"Maaf, apakah anda ada terjatuh?" tanya dokter. lala mengangguk dengan jujur


"Bayinya sudah tidak memiliki detak jantung, kita harus segera melakukan tindakan"


lala merasa disambar petir, martha juga begitu "lakukan yang terbaik dokter"

__ADS_1


"Minta suami melakukan persetujuan tindakan" ucap dokter "Suster persiapkan semua" dokter segera keluar ruangan


martha segera mengirim pesan pada martin, tak sampai 30 menit martin pun tiba di rumah sakit dengan wajah datar


"Ada apa kak?"


plakkk plakkkk


dua tamparan mendarat di pipi martin "bayimu meninggal dalam kandungan, apa yang kau lakukan selama ini?" bentak martha. martin langsung shock mendengar ucapan sang kakak


"segera tanda tangani surat ijin operasi" bentak martha lagi.


martin menemui istrinya , lala membuang muka. "Keluarlah, aku ingin sendiri" usir lala


"Sayang..." panggil martin penuh penyesalan


"Pergi kataku" teriak lala . rudy langsung menyeret martin keluar ruangan


BUGHH BUGHHH


♡♡♡♡♡♡


Setelah tiga hari, lala diijinkan pulang. dia kembali ke cafe. martin mengikutinya


"Sebaiknya kita cukup sampai disini, raihlah bahagiamu. minggu depan aku usahakan keluarkan gilda" ucap lala dingin


"Tidak sayang.. aku tak mau.. maafkan aku.. biarlah mama didalam.. aku tak mau kuta berpisah"


"Pintu maaf sudah tiada. keluarlah sebelum aku marah dan menghancurkanmu" ucap lala dengan suara dingin. auranya sangat menyeramkan


"Keluarlah dulu. Dia sudah bukan lala yang kita kenal, terlalu dalam luka yang kamu torehkan , satu nyawa melayang karena ulahmu" tegur rudy menyayangkan perbuatan martin


"Mas lihat lala bener bener duplikasi louis, matanya dan auranya sangat menyeramkan"

__ADS_1


Seminggu kemudian, gilda benar sudah berada di rumah. tak ada yang menjemputnya. rumah sepi seperti kuburan, semua tengah berduka karena perubahan lala dan perginya calon bayinya


"Ada apa ini? kalian tidak senang mama pulang?" tanya gilda heran


"Lala hamil enam bulan, calon bayinya meninggal dunia dalam perut dan sudah di operasi. mama keluar secepat ini bayarannya adalah perceraian mas martin dengan lala"


"Tidak.. tidak mungkin.. cucu mama.. mama banyak bersalah pada lala.. lebih baik mama kembali ke penjara.. mama tidak mau mereka bercerai" raung gilda yang merosot ke lantai.


mazda dan maria hanya menatap gilda dingin . lalu masuk kekamar masing masing meninggalkan gilda sendirian


Beberapa saat kemudian, martin pulang kerumah dalam keadaan kusut. "mama.. mama sudah pulang? kenapa dilantai? mama bangun ya" martin memapah gilda untuk duduk di kursi


"Cucu mama meninggal dalam kandungan ya martin?" tanya gilda. martin mengangguk . airmata kembali menetes.


"Putri martin sudah ga ada ma. dia cantik sekali. hidungnya mancung. lala juga ga mau maafin martin" martin menangis dan meraung mengingat kesalahannya pada lala. martin menangis dalam pelukan sang ibu. pelukan paling nyaman di dunia


"Bawa mama menemui lala ya, kalau perlu mama berlutut minta maaf pada lala supaya lala mau memaafkanmu nak" ucap gilda yang tengah mengelus kepala anaknya


"Tak perlu, lala tidak akan menerima maaf dari bajingan seperti dia. jangan buang tenaga. kau akan menyesal setelah melihat istrimu bersanding dengan pria lain" bentak martha yang baru saja masuk


"Dan ini semua karena mama. mama sudah puas kan? demi kemauan mama semua hancur" teriak martha. rudy langsung memeluknya


"Kita semua bisa seperti sekarang karena lala. kami punya toko sebesar itu karena lala. reza punya usaha sebesar itu semua pemberian lala. kalian sadar atau tidak menyakiti orang sebaik itu?" bentak martha.


"benar, bahkan uang kuliah mazda sampai S2 sudah di lunaskan kak lala. semua uang mas martin dipakai membayar kuliah mazda. tak ada satu rupiahpun dia pakai sendiri" teriak mazda


gilda dan martin langsung diam. tak mampu bicara apapun lagi . tersisa penyesalan di hati martin dan gilda


esoknya martin dan gilda ke cafe menemui lala, sayang sekali kata kapten lala sudah tidak disana. cafe pun sudah dimanage oleh anak buah calvin


sorenya berbekal alamat dari manager baru. martin dan gilda berangkat ke jakarta ke mansion louis. sayangnya tidak ada siapapun disana


"Tuan dan Nyonya besar mengantarkan nona besar dan cucunya study di luar negeri. silahkan datang kembali lain waktu" jawab pengurus mansion datar

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2