
Paginya lala bangun kesiangan, waktu sudah pukul enam, ia segera membersihkan diri, berpakaian rapi dan memimpin virtual meeting di ruang kerja martin.
Setelah virtual meeting yang berlangsung 40 menit, lala menemui putranya . ternyata martin dan J sudah menunggunya di meja makan dengan tatapan datar
"Maafkan mama tadi bangun kesiangan" ucap lala
"Makanlah" ucap martin karena sadar istrinya kesiangan karena ulahnya. mereka pun makan dengan tenang
setelah makan keduanya pergi ke makam gilda bersama para saudari martin . maria yang membayar nisan untuk gilda. setelah itu mereka pun makan siang bersama. martha yang membayarkan makan siang mereka
"Ma.. J ada meeting, kita harus segera kembali" ucap J sambil melirik jam mahal dipergelangan tangannya
"Baik kita kembali sekarang" martin yang menjawab . mereka pun bergegas kembali ke rumah gilda. sesampai di rumah gilda. ternyata ada dua asisten lala sudah menunggu.
lala naik kekamar diikuti oleh martin. ketika lala menyeret koper martin menahannya "Mau dibawa kemana? tidak ada yang boleh pergi. ini rumah J"
"Sudah cukup drama ini, minggir atau aku akan menggunakan kekerasan"
"Tak peduli mau memukulku atau menhajarku, anak istriku harus bersamaku. kamu mau bertengkar dihadapan J?" tanya martin
"Mau sampai pengadilan membawa J dan merusak mentalnya?"
lala diam tak bisa menjawab, "Dewasalah, J butuh ayah ibunya agar tidak sedingin es karena di buli temannya tak punya papa"
"Singkirkan ego kamu, lihat anak kita. beri aku kesempatan memperbaiki kesalahanku, tetaplah disisiku. besok aku akan mengantar J ke singapura. mungkin aku tak bisa menafkahi kalian secara maksimal karena seluruh gajiku tetap masuk rekeningmu selama 7 tahun ini, tapi aku akan berusaha agar mampu mencari tambahan" lagi lagi lala diam
martin turun dan mengusir asisten lala. akhirnya keduanya segera pergi supaya tak menimbulkan keributan yang bisa di dengar oleh J dan berpengaruh buruk pada mentalnya
****
jam makan malam , lala memesan makanan dari cafenya dan mengantarkan kepada J dan menungguinya makan . Tak lama lala bersiap siap keluar karena mau ke ATM mengembalikan semua uang gaji martin. dia tak mau ada keterkaitan uang dengan suaminya itu
"Mau kemana?" tanya martin melihat lala hendak keluar
"ATM"
"Aku antar" ucap martin lalu membuka pagar dan menghidupkan mesin mobilnya , sampai di atm lala memeriksa saldo rekeningnya yang digunakan penerimaan gaji, lala terkejut melihat jumlah saldo yang cukup banyak
"Bagaimana dia hidup selama ini" gumam lala
__ADS_1
"pulang mengajar, mas bawa taxol, lumayan buat makan dan sehari hari" martin seolah tau pikiran istrinya. "J sekolah diluar negeri pasti banyak membutuhkan biaya. mas tak berani menyentuhnya sama sekali"
lagi lagi lala hanya diam. dia memang benci suaminya dan mertuanya tapi tetap saja dia merasa tak enak hati menguasai semua uang penghasilan suaminya
"Ga usah merasa bersalah, itu tanggung jawab mas sebagai seorang ayah" ucap martin
"Pegang saja ATM ini, uangnya masih utuh" lala menyerahkan ATM yang berisi seluruh gaji martin selama 7 tahun
"Itu punya J, simpanlah" jawab martin
"Kalau begitu pegang ATM dari mama, buat modal usaha dan biaya mengurus J" lala menyerahkan ATM warisan mertuanya dengan paksa, mau tak mau martin menerimanya
tak terasa mobil sudah memasuki halaman rumah mereka . martin mulai packing pakaiannya untuk menemani putranya ke singapore esok pagi.
setelah memeriksa keadaan putranya, martin kembali kekamar untuk istirahat, tak lupa ia mengunci pintu kamar karena takit istrinya kabur esok pagi
♡♡♡♡♡♡
Dengan jet pribadi VR Group, martin membawa anak istrinya ke singapore untuk meeting dengan klien yang bekerjasama dengan perusahaan game putranya
Martin mendampingi putranya dengan profesional menemui kliennya. dia tak ingin membuat putranya malu dihadapan orang .
setelah berkeliling, mereka kembali ke bandara dan pulang ke surabaya dengan jet pribadi VR
"Lelah? mau dipijat?" tanya martin sambil memijat tengkuk istrinya yang tampak pucat. tapi lala hanya memejamkan matanya
dua minggu disurabaya, martin memilih resign, dia memilih menjadi manager putranya agar bisa selalu dekat dengan sang anak. merekapun berangkat ke jakarta dan menetap di jakarta
lala sendiri bekerja di perusahaannya sendiri, malam hari pulang kerja di apartemen baru mereka bertemu
♡♡♡♡♡
Siang itu martin menemani putranya bertemu dengan klien dari jepang di restoran Venus , saat keluar dari ruang vip dia melihat istrinya sedang duduk dan tertawa lepas bersama seorang pria. bahkan pria itu mengusap puncak kepala lala. hati martin merasa sangat panas sekali.
ia bersama sang putra segera menghampiri lala, lala langsung diam melihat kehadiran suaminya
"Tak berniat memperkenalkan kami?" tanya martin dingin
"Uncle Darren, senang bertemu anda disini" sapa J sopan sambil menganggukkan kepala
__ADS_1
"Hi boy, anda tampan sekali, habis meeting?" balas darren tertawa
"Dan hi.. saya darren, sahabat , relasi bisnis lala, relasi bisnis J "
"Saya martin, ayah J sekaligus suami lala"
"Ini suamimu yang bernama martin?" tanya darren pada lala, lala mengangguk "Senang bertemu denganmu disini"
"Sudah selesai semua ? ayo pulang" ucap martin dingin.
"Kembalilah duluan, aku akan kembali ke kantor dulu mas" jawab lala
"Kamu istriku, seharusnya aku yang mengantarmu bukan pria lain"
akhirnya lala merasa malu pun mengalah dan ikut bersama suaminya setelah pamit pada darren
"Ternyata meeting mu adalah kencan bersama laki laki lain" sindir martin saat mereka sudah masuk ke mobil. lala diam saja karena ada J di belakang dan dia tak mau bertengkar didepan anaknya
"Turunkan aku di kantor" pinta lala
"J acara sudah kosong, mau pulang?" tawar martin "Hmmm" jawab J . martin langsung memutar kemudi menuju arah pulang
"Turunkan aku dikantor, aku masih ada pekerjaan" pinta lala dingin tapi martin hanya diam sambil meremas setir kemudi
tiba di apartemen, setelah J masuk ke kamarnya, martin menyeret lala ke kamar
"Katakan apa maksudmu ha??" bentak martin sambil menghempaskan istrinya ke ranjang besar mereka
"Apanya?" tanya lala "Jangan kasar atau aku takkan memaafkanmu"
"Katakan kenapa kau berkencan dengan laki laki lain" teriak martin
"Aku meeting bukan berkencan, kalau berkencan bukan di tempat umum, tapi di hotel" jawab lala kesal
"kenapa mengijinkan laki laki lain menyentuhmu hah? dimana dia menyentuhmu? di sini? disini?" martin menyentuh kepala, kening, pipi lala dengan kasar . lala menepisnya
"Kenapa? sudah disentuh yang lain, tak mau lagi aku sentuh?" teriaknya lagi
"Kamu cemburu buta. jangan kasar. tenangkan dirimu sebelum melakukan hal yang kau sesali" tutur lala menatap tajam pada martin "Jangan sampai aku pergi selamanya"
__ADS_1
martin yang kesetanan berusaha menciumi istrinya dan menarik paksa pakaiannya sampai airmata lala menetes baru martin menyadari kekasarannya. ia melepaskan istrinya lalu segera kekamar mandi