
enam bulan kemudian
kandungan lala sudah 32 minggu , perutnya membuncit. Rudy nenemui lala di kantornya
"La.. mas rencana mau kredit pick up second yang murah buat antaran barang. di ATM ini ada uang 200 juta. kalau beli tunai nanti puteran kios mampet. jadi mas mau pakai DP 50 juta dulu. masalahnya beli pick up mau pakai nama siapa? kalau nama mas nanti martha pasti tanda tanya"
"Pick up murah mudah rusak, antar barang bisa kehujanan mas. cari grand max van second tahun tinggi saja ya nanti bangku belakang bisa di buka buat muatan. barang ga kehujanan juga ga mudah rusak. kisaran 95 jutaan ada kok mas. lala bayarin duluan nanti mas bayar bertahap ke lala , kalau uang sudah cukup lala balikin BPKB nya jadi mas ga kena bunga. tapi ingat. RAHASIA"
"Boleh la" jawab rudy merasa ucapan lala ada benarnya
"Nanti lala beli pake KTP lala, kita bilang atas perintah kak sylvia"
"Terima kasih banyak la.. siang ini mas akan ke show room dan cari online kalau nemu mas kabari" pamit rudy
dua hari kemudian rudy menemukan mobil yang cocok. dia segera menemui lala dan melakukan transaksi dengan pemilik mobil
"mobil siapa mas?"
"kak sylvia bos lala, buat nganter barang, sayang. dia minjem KTP lala karena sudah banyak mobil dengan nama kak sylvia" jawba rudy
"Buat apa jadi babu orang, bos yang kaya mas yang kerja susah payah. gajinya cuma 100 ribu" cibir martha ketus saat melihat grandmax dihalaman rumah mamanya
"kerja harus ikhlas sayang" jawab rudy
"ikhlas sih ikhlas mas. seharusnya kamu minta kenaikan gaji. semua kamu kerjakan sendiri. ya jaga kios, ya nyetir, ya jualan"
"Sudah ya sayang. Mas sudah senang dan betah punya kerjaan tetap. lagian bos sudah meletakkan ryan buat bantuin mas kerja jadi ga lelah sendirian lagi"
"kapan maju kalau otakmu begitu mas" umpat martha "gaji 15 juta jadi 3 juta. untung makan kita di biayai martin"
rudy hanya diam saja. baginya dia bersyukur atas kesempatan dari lala. penghasilannya sebulan saat ini mencapai 35 juta sampai 50 juta tiap bulannya. jauh lebih baik daripada dulu dan bisa dekat dengan keluarganya
♡♡♡♡
sebulan kemudian
Lala melahirkan di rumah sakit , dia melahirkan putra yang sangat tampan sekali . martin tak habis habisnya bersyukur atas kelahiran bayinya
__ADS_1
Daddy louis dan mami wanda datang mengunjungi lala putrinya di rumah sakit. mereka bahagia sekali sudah menjadi opa oma.
gilda yang melihat kehadiran louis dan wanda menatap sinis pada keduanya sambil memberi sindiran pedas
"Dasar ga sekolah" batin wanda dalam hati
"Dad kita belikan rumah buat cucu kita yuk" saran wanda
"Orang miskin seperti kalian beli rumah? tidak jadi beban saja sudah syukur. gaji menantuku kalian makan semua selama menikah apa kalian tidak malu? sampai anakku kesulitan uang menafkahi kami"
"Menafkahi istri adalah tanggung jawab suami. menafkahi orangtua tanggung jawab anak. masalahnya dimana?" tanya wanda heran
"Apa kalian tidak tau anak perempuan kalau sudah menikah adalah milik suami. tidak perlu tanggung jawab pada orangtua lagi?"
"Bener juga. sebenernya mas martin tak perlu tanggung jawab pada kak martha dan kak maria. untung mama jelasin jadinya uang mas martin bisa buat baby jericho. Makasih pencerahannya ma" sambar lala
"dasar menantu durhaka, apa yang kamu katakan hah?" bentak gilda
"Jangan bentak anakku" bentak wanda
"Dasar keluarga kampungan" teriak gilda. bertepatan martin masuk ke ruangan lala
"Sudah sudah.. mama duduk dulu. sini kita bicara baik baik dan jelas" ajak lala
"iya bicara baik baik saja" kata martin "mama daddy mami duduk dulu" pinta martin
"Jadi begini mas. tadi mama membahas hak kewajiban anak laki laki dan anak perempuan. lala ingin tanya jelas dulu supaya kelak kita bisa menjalani sesuai peraturan yang seharusnya" ucap lala tenang
"Menurut mama anak perempuan yang sudah menikah harusnya tanggung jawab pada suami , bukan pada orangtua lagi. bener begitu kan ma?" tanya lala. gilda hanya diam
"Ya tadi besan bilang seperti itu" jawab wanda sinis
"seperti mba martha dan maria kan sudah menikah. mereka tanggungan suaminya. kedepannya jatah makan dan hidup mereka mas berikan ke lala saja buat tambahan biaya baby J ya"
"Tidak bisa begitu. jadi kamu mau mama yang membiayai mereka? mereka saudarimu martin" bentak gilda
"Sudah ma jangan teriak" ucap lala tegas dengan suara pelan karena luka operasinya masih nyeri
__ADS_1
"Berarti selama masih ada hubungan kekeluargaan mau anak perempuan dan laki laki itu sama saja. kita jalani seperti biasa ya. mas martin dan lala berbakti pada orangtua, mas martin mengurus kak martha dan maria, lala mengurus orangtua lala" putus lala "kalau kedepannya di bahas lagi masalah ini. mari kita jalani kewajiban yang seharusnya mas. kita pindah saja ke ruko. di ruko ada mess. uang gaji mas aku yang kelola seperti seharusnya"
"enak saja kamu" bentak gilda
"mama sudah" ucap martin kesal
wanda dan louis menahan tawanya melihat kepintaran putrinya melakukan perlawanan pada mertuanya dengan elegant
"Martin, kalian sudah punya bayi beban biaya hidup pasti bertambah. imunisasi , susu, popok bayi. daddy baru saja menjual sawah . daddy mau membeli rumah yang kalian tempati dari Sylvia sebagai hadiah buat cucu kami, tapi sebagai suami kamu harus tanggung jawab pada keluargamu dengan menambah jatah bulanan istrimu bukan mengurangi"
"Baik dad.. terima kasih" ucap martin memeluk sang istri . gilda langsung terdiam mendengar ucapan louis hatinya mulai memikirkan menguasai uang kontrakan mereka yang sudah dihapuskan dari list bulanan
♡♡♡♡♡♡
Tanggal 1 usia baby J
Jam sembilan pagi, rudy menemui lala di rumahnya
"La mas mau kembalikan ini, uang grandmax sudah terpenuhi pas empat puluh juta" Rudy menyerahkan struk transferan uang
"BPKB besok lala bawa ya, masih di brankas kantor"
"Pegang dulu la, mas sendiri tidak tau harus menyimpan dimana, yang penting beban mas , mas selesaikan dulu pada kamu"
"Mas.. ruko gandeng disebelah cafe itu sudah di beli mba sylvia, mas ada rencana mau ngontrak?"
ya dua tahun di surabaya, lala mengelola cafe dengan baik dari berbagai aspek selalu di utamakan. lala akhirnya berhasil mengembalikan uang ruko, fortuner, modal awal pembukaan ruko pada orangtuanya bahkan berhasil membeli dua ruko gandeng di sebelahnya dan beberapa kendaraan operasional cafe yang mana masih dibeli menggunakan nama orangtuanya wanda sylvia richardo
"Uang mas belum cukup la. kalau cuma sewa masih bisa tapi isi barang bagaimana?" jawab rudy
"bayar sewa bulanan saja mas, perjanjian kontrak dua tahun . nanti lala sampaikan ke kak sylvia"
"Beneran la? semoga di bolehin ya. kios disini biar tetap mas sewa supaya kamu lepas biaya bulanan, sebagai penerimaan orderan saja. semoga martha koperative bagian penerimaan orderan" ucap rudy tau diri dengam kebaikan lala selama ini
"Kios gapapa mas. kosongin saja. rumahnya sudah dibeli daddy jadi tidak ada biaya kontrakan lagi. dua fokus nanti malah kerepotan" ucap lala
"baiklah mas serahin ke lala, tapi mungkin mas minta tolong perjanjian aspal kenaikan gaji setelah pindah tugas buat martha kalau jadi la..."
__ADS_1
"Nanti lala urus" jawab lala sopan akhirnya rudy pamit dan permisi keluar ke kiosnya.
"Ehmm ca.. coba periksa laporan gaji dan pemasukan martin ya" ucap rudy lalu menghilang di balik pintu