KETIKA IBU MERTUA LEBIH KEJAM DARI IBU KOTA

KETIKA IBU MERTUA LEBIH KEJAM DARI IBU KOTA
Bab 7 - Hamil


__ADS_3

"Sayang.. besok sayang sibuk?"


"Mau ngapain mas?" tanya lala


"Mas mau ajak sayang ke kantor mengajukan pinjaman, butuh tanda tangan istri karena sudah menikah"


"Berapa mas? Buat apa?"


"Dua puluh juta. buat mama mau nebus gelang kak martha"


"Mas lala mau bicara" ajak lama menarik lengan suaminya duduk di ranjang


"Kalau pinjam 20 juta setiap bulan mas harus bayar dua juta potongan gaji ke kantor. sisa gaji mas empat juta, buat mazda dua juta, buat bbm 1,5 juta. apa cukup 500 ribu buat uang bulanan mama?" tanya lala serius. martin terdiam karena apa yang di katakan istrinya sangat benar.


"Kalau memang 500 ribu ga masalah, lala akan berangkat menemani mas besok menandatangani"


"Mas bicara sama mama dulu ya" pamit martin berangkat ke rumah sang mama


setelah setengah jam diskusi dengan sang mama tak ada kejelasan sang mama pun memutuskan dengan licik


"Sudah turuti saja asal istrimu tanda tangan, nanti tanggal satu kamu transfer ke mama dulu, sisanya baru ke rekening istrimu. kamu anak laki laki. apa kamu mau jadi anak durhaka? kamu harus tanggung jawab pada mama dan adikmu"


martin akhirnya mengiyakan dan kembali menemui istrinya "Mama setuju sayang" ucap martin ragu


"Ok baik mas, baca ini dulu, baru kita ke rumah mama minta tanda tangan mama baru besok lala temani ke kantor"


mata martin nyaris keluar menatap sebuah poin di kertas perjanjian itu


"Untuk kedepannya saya martin bersedia mendaftarkan rekening istri saya Viola Richardo sebagai rekening penerima gaji pokok kantor, dan Istri saya viola yang menyerahkan sisa jatah bulanan pada saya setelah gajian"


"Sayang.. ini.. kenapa?" tanya martin


"Gapapa mas. kalau lisan itu akan susah kita jalani mas. tapi kalau sudah tertulis diatas materai maka semua cukup dijalankan sesuai perencanaan awal. lagipula semoga jadi pertimbangan buat mama untuk meminjam karena sesungguhnya kita sangat tak butuh meminjam. gaji mas lebih dari cukup buat kita semua"


"Ayo mas kita ke rumah mama" ajak lala


"Ehmm.. tunggu sayang.. biar mas memastikan ke mama dulu ya. kalau mama sudah yakin mampu membagi 500 ribu sebagai bulanan mas akan hubungi sayang untuk tanda tangan bersama" pinta martin


"Ya uda mas bicara dulu sama mama" ucap lala sambil memiringkan bibirnya


*****

__ADS_1


"Dasar wanita gila. sebenarnya apa maunya, beraninya dia menguasai gaji kamu" teriak gilda "kamu ceraikan saja istri durhaka yang tak mau membantu keluarga suami seperti itu, mama akan carikan istri baru untukmu. atau dengan lusi saja. karirnya mapan dan bisa membantu keluarga kita bukan seperti istrimu manager abal abal"


DEGHHHH


"Mama.. martin tak akan menceraikan istri martin. apapun alasannya" ucap martin dengan suara tinggi


"Intinya masalah hutang kak martha itu tanggung jawab suaminya. suami istri harus saling bantu. karena mas rudy sedang kesusahan. tinggal jual gelangnya jangan sampai bunga bertambah maka masalah selesai. kalau tidak mau biar saja gelangnya hangus" tegas martin marah


"Mengenai pinjaman, kalau mama mau maka akan di potong dari uang bulanan mama. kalau tidak maka lupakan saja" martin bangkit dengan marah membuat nyali gilda ciut


"Awas saja wanita kampung itu nanti"


"Kak martha cukup jangan menghina istri saya" bentak martin "Sadari siapa kakak, kakak istri orang seharusnya bukan tanggung jawab martin dan bukan jadi beban mama. tapi martin tidak mendesak karena memahami situasi mas rudy. jadi jangan lagi membahas tentang lima juta itu mulai sekarang" bentak martin


"Demi wanita itu kamu membentak kakak?" tanya martha tak percaya


"Wanita itu istri saya, pilihan saya. kalau kakak keberatan biar martin pindah . kedepannya kakak yang urus mama dan adik adik" tegas martin makin marah


"Martha sudah" ucap gilda ciut takut putranya benar benar pergi


"Martin pulanglah, masalah gelang nanti biar kakakmu menjualnya saja" bujuk gilda. martin pun langsung pulang ke rumahnya


"Sayang.. kita tidak jadi ajukan pinjaman. kak martha diminta mama menjual gelangnya" ucap martin


****


Enam bulan pernikahan martin dan lala


jam empat pagi, lala menuangkan isi perutnya ke kamar mandi, martin terkejut dan segera bangun menyusul istrinya.


setelah istrinya tenang dia mengangkat tubuh mungil itu dan merebahkan ke ranjang "Sayang kenapa?"


"Ga tau mas, perut ga enak banget" jawab lala lemas. martin ingat sesuatu saat martha dan maria hamil


"Sayang kapan datang bulan?"


"sudah telat dua minggu mas, tapi itu sudah biasa. bulan lalu juga cuma dateng sehari saja. aneh" jawab lala.


"Kita ke dokter nanti sore" jawab martin sambil tersenyum


sorenya

__ADS_1


"Selamat, istri anda sedang mengandung, usianya enam minggu, kandungan masih rentan sekali. jangan sampai istri anda stres dan kelelahan apalagi suasana hati buruk akan membahayakan janin. saya akan membukakan resep vitamin dan obat mual buat nyonya mahendra" ucap sang dokter sambil mengeprint hasil USG


"Terima kasih sayang" ucap martin sambil menciumi pipi sang istri. keduanya amat bahagia mendapat anugrah terindah


setelah menyelesaikan administrasi dan menebus resep, martin mengajak istrinya makan malam di luar


"mas uang kita pas pas an"


"Gapapa sayang, uang lembur mas ada sisa setelah bayar angsuran mobil. lagian angsuran mobil terakhir bulan depan kok. uang lembur mas bisa buat kebutuhan bayi"


"Mama tau mobil mas akan lunas?"


"engga sayang. mama ga tau"


"Baiklah mas, memang rezeki anak kita. hadir tepat waktu" ucap lala tersenyum


sejak tau istrinya hamil, martin sangat posesive sekali pada sang istri. tidak mengijinkan istrinya naik motor , kemanapun istrinya pergi di antar oleh martin


♡♡♡♡♡♡


Prankkkkk


Terdengar keributan di rumah mama gilda saat martin dan lala akan berangkat ke kampus. martin segera ke rumah sang mama diikuti lala di belakangnya


"Ada apa ini?" tanya martin


"mas mu yang tak tau diri ini mau merantau lagi. mau cari selingkuhan baru lagi. sudah enak disini makan tinggal gratis sampai gelang mbak juga sudah hilang dijual kemarin" teriak martha


lala sangat kasihan melihat keadaan rudy , dia sudah mendengar kisah rudy dari suaminya. dia menyayangkan perbuatan rudy yang berselingkuh tapi dia berharap rudy bisa berubah dan tanggung jawab pada anak istrinya dan tak mengulangi lagi


Ditambah rudy juga orang yang giat dan gigih sekali selama ini dia tak pantang menyerah, rela bekerja apapun demi bisa membawa pulang uang buat istrinya


setelah situasi tenang, martin segera ke kampus bersama dengan lala


usai makan malam, lala yang sudah menyelidiki kinerja rudy selama bekerja diperusahaan daddynya ternyata memiliko kredibilitas dan tanggung jawab baik. menemui suaminya


"Mas kios didepan rumah, bagaimana kalau di kontrakin buat mas rudy jualan? kasihan anak istrinya mau makan"


"Modalnya darimana sayang?" tanya martin


"Mas selama ini uang bulanan yang mas tak benar habis semua. sebagian lala tabung demi calon bayi kita kelak . sekarang ada tersimpan dua puluh juta. boleh lala buka warung? nanti lala buat sistem program biar mas rudy mengelola. kalau sudah kembali modal awal langsung lala serahin sepenuhnya pada mas rudy biar mas rudy melanjutkan jualan dan kontrak. jadi bisa meringankan beban kontrakan kita juga"

__ADS_1


"Terserah sayang saja" jawab martin


"baik tapi mas jangan bilang apa apa dulu ya ke mereka" martin mengangguk


__ADS_2