
" Jihan Elmira, bangun! "
Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda berteriak keras sembari menggedor pintu kamar sang putri. Wanita yang kerap di sapa Nyonya Renata sudah tidak bisa bersikap tenang kala melihat jam yang sudah menunjukkan angka 09.00 namun putri semata wayangnya masih terlelap di kamar miliknya.
Karena tidak mendapati sang putri keluar, wanita paruh baya itu terus menggedor keras pintu kamar sang putri. Namun di saat yang bersamaan, pintu terbuka dan terlihatlah putri kesayangannya yang begitu berantakan.
" Ada apa sih Mom? Masih pagi udah teriak teriak aja! "
Ujar gadis dengan masih mengenakan baju tidur Hello Kitty dan tak lupa berkali-kali menguap sembari menggosok kedua matanya. Dirinya merasa sangat terganggu dengan suara berisik sang Mommy. Padahal dia begitu menikmati tidurnya apalagi tadi dia sedang bermimpi bertemu pangeran tampan namun semua itu harus kandas karena sang Mommy mengganggunya.
__ADS_1
Sedangkan Nyonya Renata berdiri mengacak pinggang melihat sang putri dari bawah hingga atas. Dirinya menggelengkan kepalanya sembari memegang kepalanya yang sakit memikirkan kelakuan putrinya.
" Aduh Jihan, sekarang bukan lagi pagi. Lihatlah matahari saja sudah begitu terik, pagi apanya? "
" Iya Mommy sayang, Jihan minta maaf! "
Gadis cantik dengan rambut hitam panjangnya melirik sang Mommy yang masih terlihat begitu awet meskipun usia sudah memasuki kepala empat. Gadis belia dan ceria itu baru menyelesaikan sekolah menengah atasnya sedang berusaha melihat sang Mommy yang masih berkacak pinggang ke dirinya.
Nyonya Renata berkata begitu lembut sembari merapikan rambut putrinya. Hanya Jihan anaknya, oleh karena itu dia begitu memanjakan sang putri. Tetapi sekarang dia merasa menyesal karena begitu memanjakan gadis itu sehingga sekarang Jihan begitu manja kepada keluarganya.
__ADS_1
Jihan hanya diam mendengarkan segala ucapan sang Mommy. Rasa mengantuk tadi kini sudah tidak ada, Jihan terdiam di tempat kala sang Mommy mengatakan sesuatu yang entah kenapa membuat hatinya tersentuh.
" Kamu sudah mulai dewasa sekarang. Mommy dan Daddy selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Kami akan selalu mendukungmu apapun yang akan kamu lakukan. Lagipula bulan depan kamu akan mulai masuk universitas. Sebaiknya kamu mulai belajar, jangan bermalas malasan. Mulai besok kamu tidak boleh bangun siang, kamu mengerti! "
" Tidak bisa begitu Mom, karena bulan depan aku akan masuk kuliah. Jadi satu bulan ini akan aku habiskan dengan bersantai santai dulu. "
" Tidak boleh, tidak ada istilah santai santai. Apalagi bangun siang, itu tidak baik untuk gadis sepertimu. Atau apa kamu mau nanti dapat jodoh yang sudah tua? "
" Enak aja, amit amit Jihan dapat jodoh yang udah tua. "
__ADS_1
Jihan pun kembali masuk ke kamarnya setelah sebelumnya mencium pipi sang Mommy sekilas. Nyonya Renata hanya tersenyum melihat putri kesayangannya sebelum dia memilih untuk mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda karena membangunkan Jihan.
" Semoga kamu selalu di berikan kebahagiaan, Jihan putriku. Mommy dan Daddy sangat menyayangimu, dan semoga saja kamu bisa merubah sedikit demi sedikit sifat kekanakkanmu. "