Ketulusan Cinta Mas Duda

Ketulusan Cinta Mas Duda
~ Jadikan Dia Mommy! ~


__ADS_3

Dalam sebuah mobil yang sedang melaju membelah jalanan malam yang ikut meramaikan laju kendaraan lainnya. Sebuah mobil yang hanya di isi oleh dua lelaki yang berbeda generasi. Hanya berdua.


Terlihat seorang bocah tampan dengan rambut pirang dan bola mata berwarna biru sedang duduk begitu anteng di samping kursi kemudi. Dan yang menguasai alih kemudi mobil mewah itu juga terlihat begitu fokus dengan setir mobilnya.


Sesekali mata tajam yang senada dengan bola mata sang bocah berwarna biru melirik sang putra yang terlihat anteng di sampingnya. Sesekali dirinya menghela nafasnya melihat sang anak.


" Dad kita mau kemana? Apa kita mau menjemput Mommy sekarang? " tanyanya berbinar melihat sang Daddy yang sedang menyetir itu.


Alan yang mendengar ucapan sang putra kembali menghela nafasnya. Bagaimana tidak? Karena beberapa hari yang lalu ketika dirinya bertemu dengan gadis yang di anggap putranya adalah sang Mommy, Hampir setiap saat dirinya selalu mendapatkan pertanyaan yang serupa. Apa kita akan menjemput Mommy, Daddy? Itulah pertanyaan yang kerap sang putra tanyakan.


Seperti itulah, Alan tidak pernah bisa menjawab pertanyaan sang putra itu. Bagaimana mau menjawab, masih di ingat betul bagaimana gadis yang beberapa hari lalu ia temui yang di panggil Mommy oleh Alvin, saat itu gadis itu malah kabur begitu saja. Alan bisa melihat, pasti gadis itu merasa risih karena putranya yang selalu memanggil dirinya Mommy. Dan Alan sangat paham akan hal itu.


" Alvin, bagaimana bisa kita menjemputnya? Dia saja mungkin merasa risih karena kamu selalu memanggilnya Mommy. Dia bukan Mommy kamu, Alvin! " Jawaban itu hanya bisa ia katakan dalam hati.

__ADS_1


" Dad? " panggil Alvin lagi yang membuat Alan tersadar dari lamunannya.


" Alvin dengarkan Daddy, nak. Dia bukan Mommy kamu, dia hanya orang asing yang kebetulan memiliki sedikit kemiripan dengan Mommy kamu. Mommy kamu sudah tenang di surga sana, sayang. " ujarnya dengan penuh kehati hatian agar sang putra mengerti ucapannya.


" Ya udah, Daddy jadikan dia Mommy Alvin. Jadi setelah itu Alvin juga mempunyai Mommy seperti teman teman sekolah Alvin. "


Hal itu berhasil membuat Alan tersedak ludahnya sendiri. Bagaimana bisa putranya berkata hal semacam itu. Matanya melihat sang putra yang masih tersenyum menatap dirinya. Dan hal itu mampu membuat pria dewasa itu menelan ludahnya.


...----------------...


Begitu sampai di area masuk ke restoran, Alan pun menurunkan sang putra dengan tangan yang tak lupa menggenggam erat jemari kecil sang putra. Karena ia tidak mau melakukan kecerobohan lagi seperti beberapa waktu yang lalu. Kehadiran keduanya di sambut hangat oleh manajer restoran. Serta tak lupa tatapan memuja dari para kaum hawa yang ada di sana.


Siapa yang tidak terpesona dengan ketampanan kedua pria berbeda generasi itu. Dengan style casual yang mereka kenakan berhasil membuat keduanya terlihat sangat tampan. Apalagi Alan yang berpakaian seperti itu berhasil membuat ketampanannya terlihat berkali lipat.

__ADS_1


" Ayo Alvin! " ujarnya tanpa memperdulikan orang orang di sana.


Alvin pun hanya mengikuti langkah sang Daddy dengan mata yang menelisik restoran itu begitu tajam. Hingga tatapannya terhenti di sebuah meja yang terlihat dua orang yang salah satunya begitu di kenal olehnya. Dengan cepat ia melepaskan tangannya dari sang Daddy dan berlari ke arah tujuannya.


" Mommy! " panggilnya seraya memeluk gadis yang bertemu lagi dengannya.


...****************...



( Style Alan, duda tampan )


__ADS_1


( Style Alvin si bocah tampan )


__ADS_2