
" Cie cie... Yang sebentar lagi mau kencan sama calon pacarnya. " kata Vania saat melihat sahabatnya yang sedang bersiap siap melalui sambungan video call bersama Dee yang ikut tersambung juga.
" Iya nih Van. Kayaknya sebentar lagi sahabat kita udah punya pacar nih. " sambung Dee yang juga ikut merasa bahagia melihat Jihan.
Pipi Jihan merona saat mendengar ucapan para sahabatnya. Meskipun hanya dengan via virtual tetapi cukup membuat Jihan bahagia karena kedua sahabatnya selalu mendukungnya. Saat ini Jihan sedang memoles wajahnya dengan sedikit make up setelah sebelumnya memakai sebuah dress yang melekat sempurna di tubuh rampingnya.
Di temani kedua sahabatnya yang tersambung melalui video call ponsel yang berada di depannya, Jihan sungguh terlihat berseri seri. Ini adalah kencan pertama gadis berusia 18 tahun itu, hal itu pun membuatnya bahagia sekali. Apalagi kedua sahabatnya yang sangat mendukungnya seperti ini, sungguh membuat kebahagiaannya berlipat ganda.
" Ih kalian mah gitu. Gue jadi malu gini! Eh btw gue udah cantik belum sih. " ujarnya sembari memutar mutar tubuhnya di hadapan ponsel yang terlihat wajah kedua sahabatnya.
" Gila! Cantik banget sahabat gue! " teriak Dee di sebrang sana.
" Iya ucapan Lo bener Dee. Cakep bener sahabat kita malam ini. Mana baju sama make up Jihan cocok banget lagi. Gue yakin pasti kak Arkan bakalan terpesona sama kecantikan Lo Jihan. Kabari kita nanti ya kalau kak Arkan beneran nembak lo. " sambung Vania yang takjub dengan kecantikan sahabatnya.
Jihan tersenyum merona mendengar ucapan kedua sahabatnya. Dirinya pun kembali meneliti stylenya melalui cermin seraya berputar melihat penampilannya sendiri. Ah rasanya hatinya sangat bahagia malam ini mengingat ini adalah kencan pertamanya dengan pria yang sudah lama di sukainya.
...----------------...
Dan sesuai ekspektasi Jihan, sekarang dirinya sedang berjalan dengan pria yang begitu di sukainya. Keduanya berjalan ke arah sebuah meja yang ternyata sudah di pesan khusus oleh Arkan untuk mereka. Tak lupa jemari keduanya yang saling bertautan.
Jihan tersenyum saat Arkan menarik kursi untuk dirinya duduki. Dan Arkan pun kembali menarik kursi untuk dirinya tepat di hadapan gadis yang begitu cantik malam ini. Bagaimana tidak, karena saat dirinya melihat Jihan dengan penampilan seperti itu, matanya tidak berkedip melihat kecantikan seorang Jihan.
Sungguh penampilan Jihan dengan dress cokelat muda serta sedikit polesan di wajah yang sudah cantik itu, membuat matanya sulit berkedip. Rasanya hati pria berusia 20 tahun itu begitu bahagia karena niatnya yang akan menyatakan perasaannya kepada Jihan malam ini akan berjalan sesuai rencananya.
__ADS_1
" Terima kasih kak. " ujar Jihan tersenyum manis yang kembali membuat Arkan terpesona dengan kecantikan Jihan malam ini.
" Kamu cantik, Jihan! " ujar Arkan yang mendapatkan tatapan tak percaya dari gadis dengan rambut terurai di hadapannya.
" Argh... Jantung gue gak aman kalau kak Arkan natap gitu terus. " batinnya yang sekarang berusaha mengontrol ekpresinya.
Jihan yang begitu malu karena pandangan Arkan yang terus menatapnya pun mulai menetralkan perasaan gugupnya. Karena sangat malu melihat pria tampan di hadapannya, Jihan pun mengalihkannya dengan mencoba memakan makanan yang tersaji di hadapannya.
Dengan perasaan malu malu, Jihan mulai menyantap perlahan menu makanan yang tersaji. Ternyata Arkan sudah memesan khusus untuk acaranya malam ini, terlihat dari berbagai hiasan yang ada di meja. Dan hal itu mampu membuat gadis berambut hitam itu menahan rasa gembiranya.
" Jihan? " panggil Arkan setelah keduanya menyelesaikan acara dinner khusus itu.
" Hm iya kak. " jawab Jihan seraya menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya.
" Aku bukan cowok yang pandai menyusun kalimat rayuan untuk seorang cewek. Aku hanya bisa mengungkapkan segala isi hatiku apa adanya. " ujarnya lembut sembari kedua tangannya menggenggam tangan lembut gadis di hadapannya.
" Dan maksudku mengajakmu keluar malam ini hanya karena aku ingin mengungkapkan sesuatu kepadamu. Aku jatuh cinta kepadamu, Jihan Elmira. Maukah kau menjadi kekasihku saat ini? "
Hal itu berhasil membuat Jihan hampir merosot ketika mendengar kalimat yang entah sejak kapan ingin dia dengar. Dan sekarang, malam ini, detik ini, kalimat itu terdengar begitu merdu di telinga gadis itu.
Rasanya, saat ini hatinya di penuhi bunga bunga mendengar ungkapan cinta dari pria yang di sukainya. Ah, rasanya seperti mimpi, dan jika benar mimpi Jihan tidak ingin bangun dari mimpi indah ini.
" Kak Arkan nembak gue. Huwaa.... Rasanya jantung gue beneran jatuh ke lambung sekarang. "
__ADS_1
" Jihan? Bagaimana, apa kamu mau menjadi kekasihku sekarang? " tanyanya lagi saat melihat Jihan melamun.
" Ah iya kak. Jihan mau! " jawab Jihan yang berhasil membuat sebuah senyuman bahagia mengembang di wajah tampan Arkan.
Arkan ingin melompat bahagia, namun tidak ia lakukan sekarang. Dirinya hanya bisa berteriak dalam hati ketika mendapatkan jawaban yang membuatnya bahagia. Sungguh perasaan pria itu lega setelah mengungkap isi hatinya kepada gadis yang sudah berhasil masuk ke hatinya.
Jujur, dari dulu hatinya sangat susah menerima seorang perempuan. Namun Jihan, berhasil menembus hatinya. Dan sekarang pria itu bahagia bukan main ketika mendapatkan sebuah jawaban yang mampu membuatnya ingin meloncat bahagia.
Jihan pun demikian, dia merasa begitu bahagia karena mendapatkan salah satu keinginannya. Keduanya di luputi kebahagiaan yang luar biasa karena berhasil mengungkap perasaan satu sama lain.
Namun di tengah kebahagiaan keduanya, sebuah suara lembut berhasil mengalihkan perhatian pasangan kekasih itu. Hal itu mampu membuat Jihan sebagai tersangka utama ingin tenggelam ke lautan. Sedangkan Arkan, dia tidak mengerti dengan keadaan sekarang.
" Mommy! " panggil seseorang yang begitu lembut seraya memeluk Jihan.
......................
( Style Jihan malam ini )
( Style Arkan )
__ADS_1