
Keesokan harinya, Jihan serta Vania kini sudah berada di sebuah restoran untuk makan siang setelah seharian lelah berbelanja kebutuhan untuk kuliah. Karena tak lama lagi mereka akan kembali melanjutkan kuliahnya di kampus yang sama.
Kedua gadis cantik itu begitu menikmati sajian makanan di hadapan mereka. Meskipun memiliki tubuh kecil, tetapi kedua gadis itu begitu lahap memakan banyak makanan yang di pesan. Tak di sangka, ternyata porsi makanan mereka sangat besar tetapi tubuh mereka tetap kecil.
Di tengah fokus menyantap makan siang, fokus Jihan dan Vania teralihkan dengan seorang laki laki yang mendatangi keduanya. Jihan tersedak karena mulutnya penuh dengan makanan, ketika melihat siapa yang datang.
" Minum dulu, Jihan! " ujar kaki laki itu sembari memberikan minuman kepada Jihan.
Jihan pun segera meminumnya dan tak lupa mengelap mulutnya dengan tissue dari bekas makanan yang dia makan barusan. Jihan tersenyum kaku menahan malu ketika laki laki yang dia sukai tiba-tiba datang.
__ADS_1
Siapa yang tidak mengalami hal seperti Jihan ketika mulutnya penuh dengan makanan, tiba tiba seseorang yang di sukainya datang. Jihan begitu malu, karena tertangkap basah sedang makan seperti anak kecil.
" Eh kak Arkana. Kak Arkan kok bisa ada di sini? " tanya Jihan malu malu.
Jihan begitu terpesona dengan Arkana Adijaya yang merupakan kakak kelasnya dulu. Jihan jatuh hati kepada Arkan pada pandangan pertama. Bagaimana tidak, karena waktu pertama kali dia masuk sekolah, Arkan yang saat itu kakak kelasnya begitu sopan dan baik kepadanya.
Dan sejak saat itu Jihan menaruh perasaan kepada Arkan. Entahlah, Jihan merasa hanya dirinya yang memiliki rasa kepada laki laki itu, sedangkan laki laki itu hanya menganggapnya sebagai teman saja. Apalagi satu tahun yang lalu Jihan mendapat berita bahwa Arkan sudah memiliki pacar. Sejak saat itu Jihan patah hati, dan berusaha untuk melupakan rasa sukanya.
" Ekhem... Apa sebaiknya gue pindah meja aja kali ya? Gue gak mau gangguin orang yang mau pacaran? " ucap Vania menahan tawa.
__ADS_1
Kedua sahabat Jihan juga sangat tahu isi hatinya kepada Arkan. Bahkan Vania dan Dee begitu mendukung hubungan Jihan dan Arkan. Walaupun hingga detik ini tidak ada hubungan yang jelas antara Jihan dan Arkan.
" Ah tidak apa apa kok. Aku tadi cuma tidak sengaja melihat kalian di sini, jadi aku samperin. " ujar Arkan sembari tersenyum kepada Jihan.
Sebenarnya Arkan juga menaruh hati kepada gadis itu yang merupakan adik kelasnya dulu. Dan saat mengetahui Jihan akan berkuliah di kampus yang sama dengannya, hatinya sangat senang. Dan mungkin dia akan menembak Jihan saat mereka berada di kampus yang sama.
" Ya sudah aku duluan ya. Buru buru soalnya. " ujar Arkan yang tak lupa melemparkan sebuah senyuman kepada Jihan dan akhirnya dia pergi dari sana.
" Cie.... yang lagi jatuh cinta. " ledek Vania melihat Jihan yang tak berhenti melihat Arkan yang sudah menghilang di sana.
__ADS_1
" Ish apaan sih Van. " balasnya malu malu.