Ketulusan Cinta Mas Duda

Ketulusan Cinta Mas Duda
~ Duda tampan ~


__ADS_3

Seorang pria yang memiliki tubuh atletis yang begitu sempurna dengan otot kekarnya, sedang mengancingkan sebuah kemeja berwarna hitam pada tubuhnya. Pahatan wajah yang sangat sempurna, dengan bola mata berwarna biru, alis tebal, hidung mancung serta bibir yang tipis dan sexy semakin membuatnya semakin sempurna.


Selain ketampanan, aset kekayaan yang tidak main main juga menambah kesempurnaan dalam hidupnya. Memiliki perusahaan di berbagai kota dan negara luar, semakin menambah pundi pundinya. Usianya yang sudah menginjak kepala tiga namun tidak membuatnya terlihat tua, tetapi semakin membuat aura kedewasaannya terlihat.


Tak sedikit wanita yang berlomba lomba untuk mendapatkan hatinya, namun sayangnya hingga saat ini tak ada satupun yang berhasil menerobos hatinya. Hatinya masih terkunci rapat dengan sebuah nama wanita yang sangat di cintainya.


" Daddy! "


Panggil seorang anak laki laki yang sedang berlari ke arahnya. Sang pria itu pun segera mensejajarkan tubuhnya dengan anak laki laki tampan yang baru saja memanggilnya. Memberikan sebuah senyum kepada anak semata wayangnya sembari mengusap rambut sang putra.

__ADS_1


" Ada apa Alvin? " tanyanya.


Alvin Saga Addison, adalah nama sang putra yang sudah menginjak umur empat tahun. Di umur itu, Alvin sangat pintar. Karena kepintarannya itu, Alvin sudah masuk ke sekolah anak anak. Seorang anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu bahkan tidak pernah sekalipun bertemu dengan sang ibu. Hanya sebuah foto yang sang Daddy perkenalkan kepadanya sebagai ibunya.


Saat Alvin lahir, sang ibu harus meregang nyawa karena mempertahankan dirinya. Sang ibu sudah meninggal empat tahun yang lalu atau lebih tepat saat melahirkan Alvin ke dunia ini.


Tidak pernah terbayang jika hari itu adalah hari terakhir Alan bertemu dengan sang istri. Bahkan ketika sang istri menghembuskan nafas terakhirnya pun Alan tidak berada di samping istri tercintanya. Penyesalan itu bahkan masih ada hingga saat ini, andai saja dia tidak pergi ke luar negeri waktu itu. Dirinya mungkin masih memiliki sang wanita yang sudah berjuang melahirkan putra mereka.


Dan itu membuat Alan sadar bahwa dia tidak boleh terpuruk dalam kesedihannya. Karena masih ada seorang malaikat yang Tuhan kirimkan untuk menyembuhkan lukanya. Dia sangat menyayangi sang putra, bahkan rela melakukan apapun demi putra semata wayangnya.

__ADS_1


Salah satu alasan dirinya masih betah sendiri dan membesarkan sang anak sendiri adalah Alvin sendiri. Banyak wanita yang berusaha mengambil hati anak tampan itu, namun tak ada satupun yang berhasil. Alvin tidak pernah mau menerima setiap wanita yang mendekatinya. Sifat dingin seperti sang Daddy juga mengalir dalam dirinya.


Bahkan anak tampan itu hanya akan berbicara kepada orang orang terdekat dan yang dia rasa baik kepada dirinya. Sungguh anak kecil yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu itu, pintar sekali melihat orang yang benar benar menyayanginya atau tidak.


" Alvin sudah siap. Ayo berangkat! "


Ujar anak laki laki tampan itu, dirinya sudah siap memakai sendiri seragam sekolah. Meskipun usia baru empat tahun, tetapi karena kepintarannya, Alvin begitu pintar memakai bajunya sendiri meskipun terkadang dia juga kesusahan.


Alan tersenyum sembari mengusap rambut sang anak. Tak di sangka seorang bayi kecil yang dulu berada di gendongannya kini sudah besar. Dan itu tidak luput dari tangannya yang merawat sang putra sampai saat ini.

__ADS_1


" Tunggulah! Daddy hampir selesai juga. "


__ADS_2