
" Mommy! " panggil anak kecil itu.
Seorang anak kecil tampan dengan kulit putih bersih, hidung mancung serta bibir yang kecil menyempurnakan ketampanan anak laki laki itu. Rambutnya yang berwarna pirang pun semakin menambah ketampanan anak itu.
Hidungnya kini terlihat memerah menandakan sedang menangis. Namun tangisannya seketika di gantikan dengan sebuah senyuman ketika melihat seorang perempuan yang dia sangka adalah Mommynya. Tanpa merasa bersalah, dia pun memanggilnya dengan sebutan Mommy sembari memeluk lutut Jihan.
" Eh kamu siapa? Aku bukan Mommy kamu! "
Jihan tersentak saat anak tersebut memanggilnya dengan sebutan Mommy. Awalnya dia ingin menjauhkan anak kecil itu darinya tetapi di saat melihat wajah sendu anak itu, jiwanya mendadak berubah menjadi rasa kasihan.
Jihan pun berjongkok di hadapan anak itu dan memegang wajah imut itu. Tetapi Jihan di buat terkejut kala anak itu malah semakin menangis kencang. Jihan menjadi gelagapan apalagi ketika menyadari tatapan orang menuju kepadanya.
" Mbak, jangan buat anaknya menangis seperti itu dong. Kasian sekali anaknya itu. "
Seorang ibu ibu yang lewat menegur Jihan karena sepertinya ini ibu tersebut berpikir bahwa anak itu adalah anak Jihan. Jihan yang menyadari mereka menjadi objek tontonan orang orang lain segera menggendong anak kecil itu dengan sekuat tenaganya.
__ADS_1
Jihan mendudukkan anak itu di dalam mobilnya. Jihan pun berlari mengitari mobilnya dan masuk ke mobilnya tepat depan kemudi. Di tatapnya anak tampan itu begitu dalam, melihat kesedihan anak itu membuat hatinya ikut sedih.
" Nama kamu siapa? " tanyanya.
" Nama aku Alvin, Mommy! " jawabnya sembari menyeka air matanya.
Jihan menghela nafasnya ketika Alvin masih memanggilnya dengan sebutan Mommy. Jihan terus melihat Alvin yang masih mengenakan seragam sekolahnya, pikirannya bertanya tanya siapa anak itu.
Setelah menarik nafas panjang, Jihan memegang bahu Alvin yang kini menatap dirinya dengan penuh senyuman. Hal itu membuat Jihan ikut tersenyum melihatnya, bagaimana tidak karena senyuman anak itu begitu manis.
Bukannya jawaban yang Jihan dapatkan tetapi Alvin malah menangis lagi. Jihan pun berusaha menenangkannya hingga usahanya berhasil. Alvin kini sudah berhenti menangis dan tangannya sudah kembali menghapus air matanya bahkan sekalian dengan ingusnya.
Jihan yang merasa jijik segera menghapus ingus Alvin menggunakan tissue. Gadis itu pun tersenyum kepada Alvin yang juga sedang tersenyum kepadanya.
" Daddy jahat Mom. Daddy lagi lagi melanggar janjinya. Tadi pagi Daddy sudah berjanji akan datang ke acara sekolah ku. Tapi sampai acaranya sudah selesai Daddy tidak datang datang. Aku marah sama Daddy, Mom. "
__ADS_1
Jihan ikut meringis mendengar ucapan Alvin yang menurutnya begitu kasihan. Sesaat dirinya merasa iba dengan keadaan anak kecil tampan itu.
" Terus Mommy kamu kemana? "
" Ini Mommy aku. Kemana saja Mommy selama ini, kenapa tidak pernah datang kepadaku? Apa Mommy tidak menyayangiku? "
Jihan melongo dengan perkataan Alvin, pikirannya jadi kacau ketika mendengar ucapan anak tampan itu. Lamunan Jihan buyar ketika Alvin memeluk dirinya begitu erat. Jihan bahkan tidak membalas pelukan anak kecil yang tiba tiba memanggilnya dengan sebutan Mommy.
Tak pernah terbayangkan oleh gadis itu akan bertemu dengan seorang anak kecil yang memanggilnya Mommy. Jihan pun melepaskan pelukan itu, dan mulai melajukan mobilnya dengan pelan.
" Biar aku mengantarmu ke rumahmu ya. "
Perkataan Jihan di angguki oleh Alvin. Jihan pun segera membelah jalan raya itu menuju alamat rumah yang Alvin berikan. Meskipun masih kecil tetapi Alvin menghafal jalan rumahnya, dan hal itupun tak luput dari sang Daddy yang menyuruhnya untuk menghafal alamat rumah. Dan sekarang hal itu berguna, dengan penuh bahagia karena bertemu dengan perempuan yang dia anggap sebagai Mommynya, Alvin terlihat anteng duduk di samping Jihan.
Karena itu, Alvin seolah melupakan kesedihannya beberapa saat lalu. Anak kecil itu tersenyum bahagia ketika bertemu dengan sang Mommy yang tak pernah dia lihat sebelumnya. Jihan pun ikut tersenyum yang sesekali melirik Alvin di sampingnya.
__ADS_1