Kisah Cinta Bulan

Kisah Cinta Bulan
bab 22


__ADS_3

Tibalah juga kini Wira membawa istrinya ini ke London.


Dan ternyata Bulan tidak se norak itu di dalam pesawat tadi Bulan nampak anteng juga tidak merasa takut atau melakukan hal yang berlebihan menurut perkiraan Wira.


'Lan.'' Wira memanggil Bulan


''Iya pak.'' sahut Bulan menoleh


''Kamu tidak takut ini kita sudah di atas awan.'' tanya Wira ingin tahu reaksi dan jawaban Bulan.


Bulan pun menggeleng ''Tidak takut kok pak, kenapa harus takut kan ada bapak di sampingnya aku.'' jawab Bulan begitu enteng.


'Hahh jadi benar di Bulan gak takut naik pesawat nih?' Wira yang keheranan.


''Ya bagus deh kalau kamu tidak takut, itu luar biasa dan bagus juga kamu tidak membuat saya malu.'' ucap Wira


''Hm malu kenapa ya pak?'' tanya Bulan ingin tahu malunya Wira itu kalau Bulan melakukan apa.


''Ya tentu saya akan malu Bulan, kalau sampai kamu mabuk atau teriak-teriak jantungan ketakutan karena baru pertama kali naik pesawat.'' jelas Wira mungkin itu suatu ejekan untuk Bulan atau suatu musibah bagi Wira.


Benar kata Mama nya, dia akan malu bila aku berteriak-teriak kaget dan mungil bila muntah.. ucal


batin Bulan.


Tapi untunglah Mama Nur sudah mengatakan bagaimana nantinya ketika Bulan berada di pesawat bagaimana keadaan pesawat sudah di atas.


Memang ada sebagian orang akan kaget dan panik takut itu hal yang wajar bagi orang yang pertama kalinya menaiki pesawat.


Maka kemarin sebelum pergi, Mama Nur sudah mengatakan dan memberitahu dengan detail nya tentang di pesawat, bagaimana cara Bulan agar tetap tenang.

__ADS_1


Lalu beginilah hasilnya sekarang Wira tak marah dan mungkin Wira tak menyangka Bulan setenang ini.


itulah tujuannya Mama Nur agar Wira tak mengejek atau memarahi Bulan.


***


Mereka pun si pengantin baru sudah sampai di hotel berbintang yang Mama Nur sudah pesankan juga untuk mereka.


'Niat sekali ya Mama, Sampai memilihkan hotel yang romantis seperti ini.' ucap Wira melihat sekitar hotel


''Tapi Ma, andai Mama memberikan jodoh untuk Wira yang tepat mungkin Wira akan berterima kasih pada Mama sudah memilih tempat ini.'' lanjut Wira berkata pelan



Kini hari sudah sore dan mereka tadi itu sampai di London saat pagi menjelang siang tadi.


Karena kelelahan di perjalanan Bulan meminta ijin pada Wira dia ingin beristirahat untuk tidur sejenak karena kepalanya terasa berat setelah tadi naik pesawat dalam waktu yang lama.


Wira duduk atap hotel atau balkon hotel lalu Wira jadi teringat dengan Seseorang yang masih Wira tunggu dan Wira kenang sampai detik ini.


Sania, wanita cantik yang Wira tunggu-tunggu kedatangannya namun yang ada surat pernikahan lah yang di kirim Sania waktu itu.


Terakhir kali Wira mendapatkan kabar kalau katanya Sania sekarang ia tinggal di kota ini , ya di London


''Sania, mungkinkah ini saatnya kita bisa bertemu lagi?'' gumam Wira menatap jauh pada langit kota ini


''Ah tidak, mungkin kau sudah bahagia bersama suami mu juga anak anakmu.'' kekeh Wira merasa bodoh pada dirinya ini


Yang masih memikirkan sang mantan.

__ADS_1


''Pak, tolong ...'' teriakan seorang wanita membuyarkan lamunan Wira tentang Sania


''Sania, ada apa?'' tanya Wira menghampiri perempuan itu tapi Wira tidak sadar sudah menyebutkan nama lain .


Suara Wira terdengar paniknya dan ia berteriak memanggil Sania?


Bulan pun mengernyit heran, 'Sania? siapa?' ucap Bulan begitu pelan .


Bulan penasaran dan bertanya-tanya.


Pun dengan Wira dia jadi diam di tempat terpaku begitu saja Wira tidak sadar sudah menyebutkan nama Sania di hadapan Bulan yang tadi Wira pikirkan adalah Sania memanggilnya..


''Siapa itu sa-sani Sania?'' tanya Bulan langsung pada Wira yang bengong kaku.


''Tidak ada, bukan siapa-siapa. Dan saya tak menyebutkan nama itu kamu salah dengar.'' jawab Wira ia akan meninggal kan Bulan lagi


''Ehh pak, tunggu dulu jangan pergi '' cegah Bulan dan menahan langkah kaki Wira


''Ada apa lagi?' tanya Wira semakin dingin


''Ini, aku ... bisa minta tolong kan''


''Kenapa?''


''Kaki aku keram gak bisa di gerakkan bahkan gak bisa di buat jalan, ''


''Lalu?'' tanya Wira lagi


''Itu, anu ... Tolong bantu aku ke kamar mandi, aku ingin kencing sudah gak tahan..'' pinta Bulan malu tapi ia harus berani daripada ngompol di celana dan kasur kan?

__ADS_1


Wira langsung menatap shock pada Bulan dan Bulan dia meringis tersenyum lebar tapi malu.


__ADS_2