
''Uhuk, uhukk, Bulan kau membuat tenggorokan ku sakit.'' omel Wira menatap jengkel pada Bulan istrinya
''E-eh maaf Pak bos, ini di minum dulu.'' Bulan menuangkan air dalam gelas lalu memberikan nya kepada Wira
Glekk
glekkk
''Awas ya kamu bicara seperti itu lagi, dan jangan harap kita bisa melakukannya !'' Wira setengah mengancam
''Tapi kan bukannya kira kesini disuruh untuk membuat anak kan? Lalu ngapain kesini kalau tidak--''
''Stop Bulan! Bisa diam gak sih? Udah jangan bicarakan yang tidak mungkin.'' ucap Wira memotong perkataan Bulan
''Tapi --''
''Bulan!'' Wira menyentak
Kemudian acara makan malam pun sudah usai dan Bulan dia akan melanjutkan lagi tidurnya yang tadi terganggu dengan makan dulu.
''Kamu tidur aja dulu,'' ucap Wira menghampiri Bulan yang akan menaiki ranjang tapi penampilan Wira nampak rapih dan wangi
''Iya, tapi pak bos nya mau kemana ? Kayak udah rapih gitu?'' tanya Bulan
''Aku harus keluar sebentar, ada urusan kamu jangan tunggu aku usah tidur lagi saja yang nyenyak.'' ujar Wira
''Mau bertemu dengan siapa ?'' Bulan merasa dia harus tahu
''Bukan urusan mu Bulan, sudah tidur saja sana.'' selalu jawaban cetus yang terdengar dari mulut Wira
''Ya ok.'' balas Bulan mungkin iya dia tidak usah banyak tanya, terserah Wira saja dia mau kemana
**
''Tadi aku ketemu dia disini, apa mungkin dia punya kamar di hotel ini juga? Tapi di mana ya?'' gumam Wira sambil menatap sekitar
__ADS_1
''Sial aku gak sempat nanya lagi tadi itu, dia ngapain disini dan apa tinggal di hotel ini juga?'' lanjut Wira
Rupanya malam ini Wira keluar karena penasaran dengan sosok wanita yang tadi ia ketemu. Wira mencari lagi sang mantan, entah mau apa.
Tapi entah kebetulan atau memang ini keajaiban, Wira melihat anak kecil tadi sedang bersama seorang suster tengah berjalan dari luar dan menenteng sebuah keresek.
Wira tersenyum senang dan ia langsung mengejar dua orang itu.
''Tunggu!'' panggil Wira mencegah mereka pergi
''Ya maaf siapa ya?'' tanya suster karena terlihat dari pakaian nya Wira dapat menebak
''Sorry Mbak, kau kenal Sania kan?'' tanya Wira
''Benar kenal, ada apa Pak ?'' bertanya balik
''Saya hanya ingin tanya apa Sania berada di hotel ini juga, apa dia menginap disini juga?'' tanya Wira
''Tapi Tuan ini siapa Ibu ? Saya tak bisa menjawab sembarangan orang.'' ujar si suster
''Teman, serius teman? Lalu masa tidak tahu kalau benar teman ibu.'' ucap suster nampak ragu dan merasa aneh
''mbak tolong jawab saja bisa kan iya atau tidak, Sania ada disini tidak usah bertanya banyak hal lagi, saya ini memang temannya dia.'' ucap Wira begitu kesal
''Oh maaf Pak, iya memang benar Ibu ada di sini dan juga beliau menginap di hotel ini.'' jawab suster sedikit takut ketika tadi Wira sedikit marah dan membentaknya serta sorot mata Wira yang begitu tajam
''Kalau boleh saya tahu ada di kamar berapa ya?'' tanya Wira
Suster tidak langsung menjawab juga ia takut Wira ini orang jahat.
''Kau tenang saja aku ini bukan orang jahat, serius aku teman Sania aku tak akan melakukan hal aneh.'' Wira meyakinkan
''Ibu berada di kamar nomor xx.'' akhirnya Wira tahu dimana letak kamar nya Sania
Untuk saat ini Wira tidak akan menemui ke kamar Sania dia bisa pergi di lain hari, setelah tahu kalau Sania akan cukup lama tinggal di hotel ini.
__ADS_1
Wira pun akan pergi keluar untuk menghabiskan waktu malam ini, dia akan jenuh bila terus berada didalam kamar saja.
Tapi tiba-tiba ponselnya berdering.
dzzzzz
''Mama.'' gumam Wira
[Halo Wira!]
[Iya ma, ada apa nelpon malam-malam?] tanya Wira ketika sudah ia angkat sambungan telepon
[Kamu dimana?] nada suara Mama Nur nampak marah
[Aku ... aku di kamar lah Ma, dimana lagi.] Jawab Wira tentu berbohong
[Oh jadi kamu lagi dikama, mana Bulan?] seru Mama
[Mau apa sih Ma, dia udah tidur.]
[Cepat bangunkan, atau mungkin kamu sedang berbohong pada Mama, Wira?] tuduh Mama Nur
[Ma, apaan sih gak percayaan banget sama Wira, Bulan dia sudah tidur, dan gak mungkin Wira bangunkan Ma.] balas Wira menegaskan
[Kamu jangan coba-coba bohongi Mama, Wira. Mama tahu apa yang kau lakukan disana, kau kenapa malah menemui wanita yang meninggalkan mu Wira? Bukannya menghabiskan waktu dengan Bulan, dan berikan Mama cucu Wira!] ungkap Mama Nur mengejutkan Wira
[Ma, siapa yang ngadu pada Mama? Oh apa si Bulan dia ngadu apa ke Mama? Dia ember sekali ya.]
[Jadi itu benar Wira? Astaga Wira, kamu kenapa bertemu dengan nya lagi, ingat Wira kau sudah punya istri, hargailah dia!] gerutu Mama
[Sudahlah nanti aku telpon lagi Ma, aku tutup dulu ]
''Bulan ... kamu berani ya padaku, kau mengadukan apa sama Mama, Bulan!'' pekik Wira jadi semakin marah terhadap Bulan dan mengira ini semua ulah Bulan sengaja memberi tahu Mama Nur apa yang terjadi di sini.
Ternyata Wira salah mengira, padahal yang terjadi Mama Nur menyuruh seseorang untuk memberitahukan aktivitas anak dan menantunya, sebab Mama Nur ingin tahu apa Wira akan jatuh cinta pada Bulan di tempat liburan ini tapi kenyataan lain yang Mama dapatkan.
__ADS_1