Kisah Cinta Bulan

Kisah Cinta Bulan
28


__ADS_3

Setelah membeli pakaian dan juga makanan yang diinginkan Bulan, kini keduanya pulang dan sampailah kembali di hotel.


''Lan, kamu capek gak?'' tanya Wira sambil membuktikan jaket nya


''Lumayan capek sih Bos.'' jawab Bulan ia duduk di kursi


''Aku mau mandi dulu, kalau kamu ingin tidur ya duluan saja.'' ujar Wira


''Iya baik Pak.'' angguk Bulan ia berjalan menuju tempat tidur setelah menyimpan barang-barang yang tadi di belikan Wira.


Beberapa saat kemudian Wira selesai dengan mandinya dan saat ke kamar dilihatnya Bulan sudah tertidur lagi, Wira pun tersenyum penuh arti.


''Aku harap ada yang melaporkan kegiatan kami tadi pada Mama, dan tuduhan aku bertemu dengan Sania tidak Mama bahas lagi, aku sangat yakin Mama pasti akan senang ketika melihat aku mengajak Bulan keluar apalagi memberikan dia belanjaan.'' gumam Wira dan tersenyum puas


Rupanya Wira mengajak Bulan keluar tadi itu karena dia ingin memperlihatkan perhatian terhadap Bulan pada sang Mama, agar Mama nya berhenti mengomel padanya lagi.


Karena hari sudah malam Wira pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Bulan, dengan menata guling di tengah sebagai pembatas mereka agar tidak saling bersentuhan.


Awalnya Wira akan memesan kamar dengan dua tempat tidur, tapi rupanya ia kalah cepat dari ibunya. Mama Nur bahkan telah memesan kamar dengan satu ranjang saja.


Mau tidak mau Wira pun menurut akhirnya.


Pagi pun datang.


rupanya Bulan lebih dulu bangun ketika ia membuka mata yang pertama dilihat adalah wajah tampan suaminya, atau mungkin pria impiannya.


Bulan menatap wajah Wira dengan begitu dalam, dan ia memanfaatkan momen ini untuk berlama-lama melihat wajah tampan Wira.

__ADS_1


Wira ini adalah teman, sahabat, bahkan pria pertama dan satu-satunya yang singgah di hati juga waktu Bulan selama ia hidup.


Maka dari itu, Bulan sangat cukup tergantung pada Wira, Bulan menginginkan hidup bersama Wira adalah impiannya.


Dan pada akhirnya kebahagiaan itu berpihak padanya, ia di nikahkan dengan wirausaha oleh majikannya yaitu ibu Wira sendiri.


Senyum Bulan semakin terukir lebar mengingat status nya kini bersama Wira.


'Mas Wira, kamu tahu tidak kamu itu kalau tidur damai seperti ini kamu terlihat sangat tampan dan menenangkan mas, tapi beda ketika saat kamu bangun, kau akan menjadi pria yang dingin dan cuek lagi, Mas tolong dong kamu selalu baik pada Ulan, aku ingin sekali mas Wira jadi lembut setiap hari.' ucap Bulan di dalam hatinya dengan penuh harapan akan perubahan Wira


''Aku tahu aku ini tampan , tapi bisa gak jangan menatap ku terlalu lama.'' tiba-tiba orang yang berada di depan Bulan ini bangun lalu bersuara


Sehingga mereka Bulan ketahuan lagi menatap Wira.


wanita itu meringis menampilkan giginya yang rapih putih. Dan parahnya Bulan malah memejamkan matanya lagi ia akan pura-pura tidur.


Bulan menggeleng.


''Jangan memikirkan yang aneh Bulan, ayo bangun kita harus pergi.''


''Pergi kemana?''


''Ada suatu tempat, nanti juga kau tahu.'' ujarnya lantas turun dari ranjang lebih dulu kemudian Wira berjalan menuju kamar mandi.


''Mau ajak aku kemana lagi tuh Bos Wira, ooh apa ingin memberikan hadiah atau tempat istimewa untuk ku lagi ya?'' Bulan menebak dengan percaya dirinya ia senyum-senyum sendiri padahal belum tentu benar.


**

__ADS_1


''Kenapa dengan wajah mu?'' tanya Wira menatap Bulan yang cemberut dan terkesan jengkel


''Gak.'' jawabnya singkat


''Tidak sopan sekali jawaban mu itu, kamu kenapa?''


''Aku jenuh , sebenarnya kita ngapain disini? Tapi gak melakukan apa-apa.'' akhirnya Bulan mengatakan unek-uneknya


''Temani aku disini apa lagi, bukankah kau ingin jadi istri yang baik?''


Wira mengajak Bulan kesatu tempat Namun sedari tadi mereka hanya diam dan menatap hotel sebelah


''Ya tapi bilang dulu, Ngapain kesini.?''


''Kita nongkrong disini Bulan.'' Jawaban Wira ini mencurigakan


Lalu tak lama kemudian datang seorang wanita cantik dari lobby dan berjalan seperti menghampiri mereka.


''Wir.'' wanita itu menyapa Wira membuat Bulan meradang


''Maaf siapa ya?'' Bulan bersuara


''Saya --''


''Dia teman bisnis ku.'' Wira menyahut dengan cepat


''Benarkah?'' Bulan menatap wanita itu

__ADS_1


Wanita tadi melihat pada Wira kemudian dia mengangguk dan mengaku sebagai rekan kerja nya Wira.


__ADS_2