
Malam pun tiba, Wira akan mengatakan sekarang pada Bulan tentang dia yang akan menyuruh Wanita itu untuk ikut ke kota xx melakukan pengecekan lokasi.
Alasan Wira melakukan ini memang untuk membuat Bulan semakin paham tentang perkantoran di lapangan juga ada sesuatu hal yang menyuruh hati Wira untuk pergi bersama Bulan, yaitu ia tidak mau Bulan justru semakin dekat dengan Angga di kantor.
Sebenarnya Wira belum tahu pasti Kenapa dia jadi tidak rela seperti ini mungkin dia telah sadar kalau Bulan istrinya yang harus dijaga.
Wira masuk kedalam kamar ia pun mulai mencari Bulan tapi rupanya wanita itu tidak ada di kamar Wira, padahal ini sudah mau larut.
''Kemana dia?'' gumam Wira
''Oh mungkin di dapur.'' tebaknya
Tapi nihil tidak ada juga Bulan disana. ''Tidak ada, dimana dia ini.''
''Apa mungkin di kamarnya yang dulu?'' ia menebak lagi lalu berjalan menuju kamar Bulan yang dulu
Tok
Tok
''Lan, kamu disini?'' panggil Wira nada suaranya tidak terlalu keras karena takut kedengaran oleh Mama Nur juga mbok Marni.
Sementara di dalam kamar Bulan tengah membaringkan tubuhnya di atas kasur lalu samar-samar mendengar suara Wira memanggilnya dan mengetuk pintu.
''Pak Bos, mau apa ?'' ucap Bulan berbicara sendiri
__ADS_1
''Lan buka.'' ucap Wira lagi
Bulan beranjak lalu ia membuka kunci pintu dan hanya menengokan kepalanya saja, ''Iya pak ada apa?'' tanya Bulan
''Buka Bulan pintunya kenapa hanya kepalamu saja.'' Wira mendorong pintu hingga terbuka lebar lalu menatap Bulan.
''Kamu sedang apa disini? Ini sudah malam Bulan.'' tanya Wira sekali lagi
''Benar ini memang sangat malam, jadi aku mau tidur pak bos.'' jawab Bulan
''Yaudah ke kamar.'' kata Wira
''Ini aku sedang di kamar kan pak.'' balas Bulan menunjuk kasur miliknya
''Di kamar atas Bulan.'' kukuh Wira
''Kamu itu sudah jadi istri saya, sepantasnya tidur dengan suami apa kamu mau Mama marah hm?''
''Bukan nya Pak bos senang ya kalau aku tidur disini?'' Bulan menatap memicing
''Bisa tidak jangan berdebat deh, bikin pusing saja pokoknya cepat ke atas karena ada yang mau saya bicarakan dengan mu.'' tegas Wira lalu berjalan lebih dulu.
Bulan masih diam menatap kepergian Wira , ''Ada apa dengan nya? tiba-tiba saja ingin aku tidur di kamarnya, bukankah kemarin-kemarin dia nampak ogah aku berada disana. Lalu apa sekarang ini hm, sungguh membingungkan." Bulan sampai terkekeh heran.
Bulan pun sampai di kamar nya Wira lagi lalu ia. duduk di kursi setelah tadi Wira menyuruhnya duduk.
__ADS_1
''Begini LAN, saya besok mau keluar kota ada proyek yang harus saya cek.'' Wira mulai berbicara
''Oh iya hati-hati Pak bos.'' balas Bulan ini kan bukan yang pertama kali Wira akan keluar kota tapi ini aneh karena tak biasanya pria itu membicarakan dulu dengan Bulan.
''Tapi saya pergi nya dengan kamu Bulan.'' ucap Wira
''Hah apa Pak? Dengan saya tapi kenapa ya?'' Bulan bingung
''Kamu kan sudah bekerja di perusahaan Ulan, jadi kamu anggota perusahaan dan pantas untuk ikut keluar ini juga supaya kamu bisa semakin cepat paham Lan.'' jelas Wira menjelaskan mengapa Bulan harus ikut.
''Ooh begitu ya pak bos, jadi saya juga harus ikut ke lapangan begitu? Em tapi mas Angga ikut juga pak?'' tanya Bulan
''Ngapain nanya dia, si Angga tidak ikut hanya kita berdua.'' jawab Wira namun dengan sedikit cetus kalau menyangkut Angga.
''Kan biasanya mas Angga ikut.'' memang kemarin-kemarin Angga itu akan selalu pergi kemanapun Wira pergi makanya Bulan bertanya seperti ini.
''Sudah ada kamu lalu kenapa dia harus ikut juga.'' balas Wira
''Em begitu.''
''Ya, jadi cepat siapkan pakaian untuk saya dan pakaian mu,.'' suruh Wira
''Berapa hari pak disana nya?'' tanya Bulan agar pas membawa baju ganti.
''Kurang lebih lima hari.'' beritahu pria itu
__ADS_1
''Oh baiklah.''