Kisah Cinta Bulan

Kisah Cinta Bulan
Sindiran Bulan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Bulan menginjakan kakinya di gedung tinggi perusahaan milik Ayah Wira.Dan hari ini juga wanita cantik itu akan memulai pekerjaannya entah di bagian apa.


Tadi Angga, Wira dan Bulan pergi satu mobil bersama ke kantor.


Saat memasuki kantor banyak pasang mata yang melirik pada arah Bulan dengan saling bertanya-tanya siapa itu? Yang datang bersama bos besar.


''Itu mereka kenapa ya Mas ?'' akhirnya Bulan berbisik pada Angga karena cukup risih dengan pandangan orang-orang itu


''Saya juga tidak tahu kenapa Bulan, tapi mungkin mereka lagi menebak kamu itu siapa dan kenapa bisa ke kantor.'' Angga menjelaskan


''Oh iya mungkin begitu.'' sahut Bulan


Sampai juga mereka di ruangan Presdir yaitu Wira, siapa lagi.


''Ga, pokoknya gue serahin untuk saat ini Bulan jadi urusan Lo, dan untuk masalah jadwal gue Lo juga masih ada tanggung jawab tapi yang harus Lo fokusin itu Bulan dulu, pokonya gue ingin dalam satu Bulan ini dia sudah mulai paham tentang perusahaan.'' perintah Wira menjelaskan tugas Angga


''Baik Bos, saya mengerti.'' balas Angga dan nampak bersemangat


Cihh Kenapa dengan dia? nampak semangat gitu. omel hati Wira melihat reaksi Angga.


Maka sekarang Bulan di ruangan miliknya dengan di temani Angga untuk mengajari soal pekerjaan kantoran.


''Mas Angga ini kok susah sekali sih.'' gerutu Bulan ketika pertama kali ia diajari memakai komputer


''Kamu jangan nyerah Bulan ayo kita belajar lagi, nah seperti ini ayo kamu coba.'' ucap Angga telaten mengajarkan Bulan isteri sahabatnya namun ada dalam hatinya.


Walaupun Angga mencoba melupakan Bulan tapi nyatanya tak semudah itu, apalagi dia bekerja untuk Wira sudah pasti Angga akan bertemu dengan Bulan ditambah sekarang jarak mereka cukup dengan seperti ini membuat jantung Angga tambah berdetak kencang.

__ADS_1


Di lain tempat.


Wira bisa melihat interaksi keduanya memang nampak tak ada yang aneh tapi entah kenapa hati Wira jadi terasa panas membakar.


Wira bahkan jadi tidak fokus dalam bekerja nya, malah semakin tidak ingin mengalihkan pandangan dari posisi Angga dan Bulan.


''Astaga ada apa dengan gue, mereka masih dalam kondisi yang wajar tapi aneh perasaan gue kaya nolak mereka seperti itu.''


''Apa gue udah salah ya milih si Angga yang mengajari Bulan?'' lanjutnya bergumam


Waktu makan siang pun tiba.


Ya pekerjaan Wira justru semakin menumpuk karena dari tadi dia hanya diam tak melakukan apa-apa hanya memperhatikan Angga dengan Bulan saja.


Wira berjalan menuju ruangan istrinya.


Bulan menoleh menatap Wira kemudian menyahut ''Iya Pak Bos, tunggu sebentar ya ini aku lagi ngetik dulu.''


''Bulan aku disini Bos mu, apa ada bawahan menolak perintah bos dan mengacuhkan nya.'' sentak Wira jadi marah-marah


''Sudah sana kamu turuti dia, biar ini sama saya aja Bulan.'' ucap Angga


''Gak apa-apa Mas ?'' menatap Angga


Angga balas menggeleng sembari tersenyum.


Perjalanan menuju restauran.

__ADS_1


''Kenapa kamu?'' tanya Wira karena si wanita hanya diam tak bersuara


''Tidak ada apa Bos.'' menatap sekilas


''Ada apa kamu dengan si Angga, Bulan ?'' tiba-tiba tanya Wira


Jelas Bulan tak mengerti maksud pria ini, ''Maksudnya?''


''Ya kamu dengan si Angga itu ada apa ? Kenapa kalian jadi dekat gitu hah ? Kamu suka dengan si Angga ?'' pertanyaan Wira semakin aneh bagi Bulan


Tapi tiba-tiba senyum terukir di bibir wanita itu.


''Em ... kalau iya kenapa ?'' tanya balik Bulan


''Iya apa? Kamu suka dengan dia?''


''Iya kalo benar suka emangnya kenapa ?''


''Kenapa kamu masih bertanya, apa kamu lupa siapa kamu ?''


''Aku siapa?'' Bulan so polos


''Bulan jangan bercanda kamu, kau jangan kelewatan batas kau itu istriku!'' ucap Wira


''Hah benarkah istri ? Istri yang tak dianggap yang hanya pajangan saja, yang hanya status doang kan.' balas Bulan tepat sasaran.


Wira langsung diam tak berkutik lagi. ''Em ... I-itu i-itu.'' Wira tergagap

__ADS_1


__ADS_2