
Awalnya Wira senang sekali saat Bulan mengatakan tidak mau ikut keluar, tapi setelah beberapa langkah Wira dan beberapa menit pria itu berada di luar justru kini dia sendiri yang merasakan keanehan.
Wira merasa kesepian padahal sebelumnya ini kan yang dia inginkan.
Entahlah apa yang terjadi pada Wira, tiba-tiba ada rasa tidak enak meninggalkan wanita itu sendirian di tambah keadaan nya sedang sakit.
Akhirnya Wira berbalik dan akan kembali ke kamar hotel, namun tiba-tiba Wira seperti melihat seseorang di depan sana.
Seorang wanita yang mirip dengan Seseorang dia kenal.
''Tidak itu bukan dia, mungkin aku sedang berhalusinasi.'' pikirnya
Namun semakin kesini malah semakin terlihat jelas wajah perempuan yang masih berlabuh dalam hatinya.
Karena penasaran Wira coba memanggil nama nya ''Sania?'' panggil Wira ragu
''Sania, ini kamu?'' tanyanya lagi bahkan mendekati
Dan ketika wanita tadi menoleh tatapan mereka langsung bertemu, wanita itu nampak mengernyit berpikir atau menebak.
Tapi detik berikutnya ekspresi wanita ini jadi berubah terkejut, ''Kamu Wira ?'' tanya si wanita menunjuk pria di depannya.
Lalu pria itu balas mengangguk sambil tersenyum, ''Iya aku Wira, kamu Sania kan?'' tebaknya lagi
''Huum aku Sania, eh kamu kenapa bisa ada disini Wira ?'' tanya wanita tadi dan benar dia adalah Sania.
''Oh itu aku ...'' Wira nampak bingung menjawab
''Apa Wir, oh lagi ada pekerjaan atau sedang liburan ?'' tanya Sania
''Ya aku lagi ada pekerjaan iya itu, eh gimana kabar mu?'' Wira mengalihkan pembicaraan dan dia yang lebih menunjukkan perhatian rupanya
__ADS_1
''Aku baik Wir, kamu sendiri ?''
''Sangat baik,'' jawab Wira antusias
''Oh ya sudah lama disini kamu? Tapi aku kayak baru lahir ya?'' tanya Sania
''Baru beberapa hari ini kok San,''
Lalu disaat mereka mengobrol ini tiba-tiba ada anak kecil datang dan hal mengejutkan terjadi saat anak tersebut memanggi Sania ''Momy ... mommy...'' panggilnya dengan berlari dan berteriak lalu memeluk lutut Sania
'Apa mommy?' batin Wira terkejut
''Eh Baby baru pulang sekolah hm?'' ucap Sania dan berjongkok
''Sania siapa anak ini?'' Wira pun bertanya karena benar-benar penasaran
''Wir, kenalkan ini anakku.'' jawab Sania
Anak!
''Kamu udah punya anak? Jadi sudah punya pasangan juga?'' tanya Wira shock
''Eh kamu kenapa ekspresi mu kok seperti itu sih Wira? Bukannya kita memang pasti bakal menikah ya, mungkin kamu juga udah menikah Wir?'' ucap Sania membuat Wira menegang
''Ah i-itu Sania, kamu sudah menikah beneran?''
Sania mengangguk.
''Jadi ini anakmu, dan kamu sudah ada yang miliki sekarang begitu?''
''Kamu aneh, apa kamu masih gak rela aku dengan yang lain? Kamu belum move on Wir?'' wanita itu sengaja mengejek Wira
__ADS_1
''Bukan seperti itu Sania, aku kan menebak.'' alasan Wira
'Sial kamu Wira, jangan terlalu polos dihadapan wanita ini, bisa-bisa harga dirimu diinjaknya.' batin Wira akan terlihat jual mahal dan membuktikan kalau tebakan wanita ini salah terhadapnya dia Wira harus terlihat sudah move on!
''Iya Wira aku sudah menikah dan punya anak, tapi sekarang ini aku sudah sendiri.'' jawaban Sania lebih mengejutkan lagi
''Sudah sendiri, maaf kamu Janda?'' tebak Wira kali ini
Sania mengangguk, ''Huum aku Janda di tinggal pergi.''
''Kemana? selingkuh?''
''Tidak Wira, beliau meninggal dunia.''
''Oh Sorry Sania.''
''Ist Ok Wira, aku udah ikhlas.'' jawab Sania dengan bibir tersenyum begitu manis seperti dulu
Kemudian seorang wanita di salah satu kamar dia jadi merasa bosan dan akhirnya memilih untuk jalan-jalan keluar yang tidak terlalu jauh dari kamarnya ini, kemarin i Bulan Seperti melihat ada pemandangan yang cukup bagus tak jauh dari kamar ini .
Bulan pun membuka pintu kamar hotel dan tak lupa ia kunci lagi, lalu Bulan berjalan dengan kaki yang masih sakit.
Namun belum sampai di tujuan yang ia inginkan dia malah melihat pemandangan aneh bukan lagi indah tapi membuatnya bertanya-tanya.
''Loh itu bukannya dia?'' ucap Bulan bergumam
''Katanya mau jalan-jalan, apa yang di maksud udara segar ini adalah seorang wanita?''
''Dasar kadal gatel ini tak bisa di biarkan!'' Bulan Sampai bersungut-sungut melihat seseorang yang ia kenal sedang bersama seorang wanita entah siapa itu .
Dan Wira yang tadi mengingat Bulan seketika lupa lagi karena bertemu dengan Sania, wanita yang pernah ada dimasa lalunya.
__ADS_1